Mengapa Harus Fokus Pada Masa Depan ?

Pertanyaan

Mengapa harus fokus pada masa depan? Karena apa yg terbaik yang kita lakukan saat ini secara otomatis hasil menanti di depan. lalu mengapa membuang energi memikirkan masa depan?

Djajendra Menjawab

Hidup adalah sebuah seni perjalanan menuju ke depan, dengan melalui, atau mengalami berbagai peristiwa, situasi, kondisi, keadaan, dan pengalaman. Setiap orang meninggalkan hari ini, bergerak menuju hari esok, setelah hari esok, seterusnya bergerak bersama perubahan menuju masa depan tempat visi yang mereka hidupkan dalam imajinasi.

Mengapa harus fokus pada masa depan?  Mengapa membuang energi memikirkan masa depan?

Sejak seorang anak dilahirkan, orang tuanya sudah fokus memikirkan masa depan anaknya. Mulai dari gizi, sekolah, dan tabungan untuk memenuhi masa depan anaknya.

Seorang pengusaha selalu memikirkan masa depan bisnisnya. Dan dia pun mengembangkan semua potensi dan sumber daya usahanya untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, bertatakelola baik, agar dapat berdaya saing tinggi, dan memenangkan kompetisi.

Para investor melakukan investasi dengan memikirkan peluang yang ada di masa depan, yang berpotensi menciptakan nilai keuntungan atau nilai tambah yang besar untuk kekayaan mereka.

Para karyawan dan pimpinan memikirkan karir dan masa depan, lalu mempersiapkan diri dengan pendidikan dan pengalaman, untuk dapat membantu mereka menuju ke puncak harapan.

Setiap orang selalu fokus pada masa depan, karena mereka memiliki harapan dan keinginan, untuk berada di masa depan yang berkecukupan dalam kesejahteraan. Jadi, mereka ikhlas menghabiskan energi mereka di hari ini, lalu mengakumulasi hasil yang mereka peroleh dari hari ke hari, untuk menciptakan nilai tambah kehidupan yang lebih tinggi di masa depan.

Banyak sekali orang-orang yang ikhlas berkorban di hari ini, ikhlas bersusah payah di hari ini, dan ikhlas hidup dalam kekurangan di hari ini, demi masa depan yang lebih berkecukupan.

Masa depan dimulai dengan melakukan hal-hal terbaik di hari ini. Hal-hal terbaik yang dikerjakan dan direncanakan di hari ini dengan efektif dan produktif, agar dapat menjadi modal untuk keunggulan di hari esok. Orang-orang yang fokus dan yang memikirkan masa depan, tidak akan pernah meremehkan atau membuat hari ini berakhir tanpa nilai tambah.

Hidup adalah masa depan, sejalan dengan arah visi yang tertanam dalam ambisi, imajinasi, harapan, keinginan, dan obsesi.

Djajendra

 

POLA HIDUP BERBASIS UTANG PASTINYA TIDAK BAIK

POLA HIDUP BERBASIS UTANG PASTINYA TIDAK BAIK

Pertanyaan

Saya seorang karyawan yang sedang mencicil rumah, mobil, dan memiliki 2 kartu kredit. Penghasilan saya 70% habis untuk membayar cicilan pinjaman dan bunga. Sisa 30% saya gunakan untuk biaya hidup sehari-hari dengan cara gali lubang tutup lubang, karena biaya hidup bulanan selalu tidak cukup, saya terpaksa suka meminjam kepada keluarga atau teman. Sebenarnya saya malu dengan pola hidup saya yang suka berutang. Mohon pencerahannya, agar saya bisa keluar dari persoalan utang?

Djajendra Menjawab

Pola hidup berbasis utang pastinya tidak baik. Apalagi Anda menghabiskan 70% dari penghasilan bulanan hanya untuk bayar cicilan utang dan bunga. Menurut saya, utang Anda terlalu besar, coba selesaikan sebagian dari pinjaman dan kurangi utang Anda. Pola hidup dengan mengandalkan utang sama seperti menunggangi singa liar. Bila Anda tidak kuat menunggangi utang dan jatuh dalam kesulitan, maka utang Anda akan menerkam semua kekayaan Anda. Jadi, cobalah hidup sesuai penghasilan, dan jangan membiasakan hidup melebihi penghasilan.

RENUNGAN KEMERDEKAAN RI KE 67 – 17 AGUSTUS 2012

RENUNGAN KEMERDEKAAN RI KE 67 – 17 AGUSTUS 2012

“Kemerdekaan Bukan Sebatas Kehidupan Normatif, Tapi Kekuatan Adaptif Untuk Menjadikan Warga Bangsa Produktif Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Dan Cita-Cita Kemerdekaan.” ~ Djajendra

Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang normatif dan seterusnya sekedar dijadikan slogan dalam kehidupan. Kemerdekaan adalah jejak perjuangan dari apa yang dicita-citakan untuk seluruh warga bangsa, dan jejak perjuangan tersebut harus menjadi semangat dalam memproduktifkan makna kemerdekaan ke dalam kepastian sosial, kepastian kemanusiaan, kepastian hukum, dan kepastian toleransi terhadap perbedaan dan keragaman. Semua hal normatif dalam kemerdekaan haruslah menjadi adaptif terhadap realitas kehidupan sehari-hari dari seluruh warga negara. Kemerdekaan tidak akan berarti selama dia dibiarkan dalam batas normatif. Kemerdekaan adalah jembatan yang menghubungkan warga bangsa untuk membangun cita-cita kemerdekaan dengan sepenuh hati dalam budaya integritas. Kemerdekaan harus diisi dengan kecerdasan warga bangsa, dari perbedaan dan keragaman, untuk mengekspresikan semua cita-cita kemerdekaan ke wujud produktifitas warga bangsa.

Kemerdekaan harus menjadi produktif agar cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan kepada semua warga bangsa. Bila kemerdekaan terus dipelihara dalam kekuatan normatif, dan tidak diinternalisasikan kepada warga bangsa untuk beradaptif, maka kemerdekaan hanya akan menjadi hal yang tidak produktif  buat warga bangsa. Kemerdekaan hanya akan berkembang dalam budaya bangsa yang menjunjung tinggi integritas, keterbukaan, tanggung jawab, keadilan, kesetaraan, perbedaan, keragaman, dan kecintaan pada nilai-nilai kemerdekaan. Kemerdekaan haruslah menjadi iklim buat masing-masing orang untuk menjalani cara hidup dengan kesadaran diri dan kasih sayang, dan melakukan sebanyak mungkin perilaku baik, agar tidak ada satu orang pun yang hak dan rasa merdekanya menjadi tidak merdeka. Kemerdekaan berarti setiap keragaman dan perbedaan melebur dalam satu gelombang emosi untuk menegakkan cita-cita, nilai-nilai, simbol-simbol, motivasi, dan harapan dari kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan adalah milik dan hak setiap warga bangsa tanpa perbedaan, walaupun kehidupan masing-masing warga bangsa ada dalam perbedaan dan keragaman. Bila ada yang merasa lebih berhak, maka kemerdekaan akan lenyap dengan sendirinya, dan digantikan penjajahan baru dalam berbagai wujud untuk menciptakan warga bangsa yang tidak merdeka.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67.  17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2012

Djajendra

MENJINAKAN PIKIRAN NEGATIF DAN MEMPERKUAT PIKIRAN POSITIF

MENJINAKAN PIKIRAN NEGATIF DAN MEMPERKUAT PIKIRAN POSITIF

“Jika Anda Dapat Mengendalikan Pikiran Negatif Anda Sejak Dini, Maka Akan Lebih Mudah Bagi Anda Untuk Menghentikannya Sebelum Dia Membawa Anda Ke Dalam Masalah Besar.”~Djajendra

Pikiran adalah sesuatu yang menggerakan hidup untuk menjadi bahagia atau tidak bahagia. Bila pikiran tidak terkendali, maka hidup pun akan menjadi tidak terkendali. Bila pikiran mampu dikendalikan dan diarahkan sesuai harapan, maka pikiran akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membuat diri mencapai harapan dan impian dalam kebahagiaan abadi.

Fakta kehidupan menghadirkan dua jenis pikiran, yaitu pikiran positif dan pikiran negatif. Pikiran positif dihasilkan dari nilai-nilai kehidupan positif, dan akan menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian hidup. Sedangkan pikiran negatif dihasilkan dari nilai-nilai kehidupan negatif, dan akan menjadi sumber ketidakdamaian dan ketidakbahagiaan hidup.

Ketika Anda sadar untuk bekerja keras dan bertindak agar pikiran negatif selalu terkecilkan, maka Anda akan mampu menjinakkan pikiran negatif Anda. Lalu, membuatnya menjadi pikiran positif dan meraih sumber kebahagiaan hidup Anda.

Untuk meyakinkan Anda bahwa pikiran negatif merupakan sumber penderitaan dan ketidakbahagiaan hidup, Anda dapat belajar dari memperhatikan saat Anda mengalami pikiran negatif. Saat pikiran negatif menguasai isi kepala Anda, maka Anda pasti akan terlempar ke dalam kekhawatiran, ketakutan, mengasihani diri sendiri, benci, dendam, serakah, tidak ikhlas, sombong, meremehkan, tidak mempercayai, marah, dan banyak hal-hal negatif lainnya. Dampaknya, semua hal-hal negatif dalam pikiran Anda itu akan menguras kesehatan jiwa dan tubuh Anda, serta membuat Anda menghabiskan hari-hari Anda dengan suasana hati yang tidak damai dan penuh dengan hal-hal negatif perusak kebahagiaan hidup.

Ketika pikiran negatif menguasai kehidupan Anda, maka mulailah dengan energi tenang dan sabar, lalu berlatihlah setiap hari untuk membiasakan pikiran Anda dengan nilai-nilai kehidupan positif. Cobalah untuk tidak memiliki reaksi emosional untuk setiap pikiran negatif yang muncul. Diamkan pikiran negatif dalam rasa syukur, jiwa besar, memaafkan, terima kasih, ikhlas, peduli, cinta, dan toleransi. Jangan pernah berniat melawan atau pun memberantas pikiran negatif. Sebab, setiap reaksi keras Anda terhadap pikiran negatif akan membuat nilai-nilai negatif memperkuat dirinya secara otomatis untuk melawan diri Anda. Ingat bahwa Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan lakukan. Oleh karena itu, berpikirlah tentang kebaikan, keindahan, dan hal-hal positif yang membuat hati Anda damai dan tenang. Biasakan pikiran Anda untuk hanya bersahabat dengan sumber kebaikan hidup, dan menjauhkan diri Anda dari sumber ketidakbaikan hidup.

Jika Anda dapat mengendalikan pikiran negatif Anda sejak dini, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menghentikannya sebelum dia membawa Anda ke dalam masalah besar. Pikiran negatif seringkali muncul dari hal-hal kecil yang kelihatannya sangat remeh, tapi hal-hal kecil yang remeh itu akan menjadi sesuatu yang mulai tumbuh, dan suatu ketika dari masalah kecil akhirnya dia dapat menjadi masalah besar yang membuat hidup Anda jauh dari kedamaian dan kebahagiaan. Hentikan pikiran negatif semenjak dia masih sangat kecil, dan jangan pernah membiasakan pikiran Anda untuk bersahabat dengan nilai-nilai kehidupan negatif yang jauh dari sumber kebaikan hidup.

Pastikan Anda cerdas dan memiliki kejernihan hati untuk menilai tentang baik dan tidak baiknya pemikiran Anda. Kejujuran Anda terhadap diri sendiri harus dilengkapi dengan nilai-nilai keyakinan hidup Anda yang penuh dengan cinta, toleransi, empati, dan kontribusi buat kemanusiaan dalam keragaman hidup. Pengalaman paling negatif tidak didasarkan pada realitas. Jadi tanyakan pada diri sendiri, “Apakah pikiran Anda itu 100% benar?” Biasanya ini akan membantu Anda untuk memecah makna dari pikiran yang sedang berputar dalam kepala Anda.

Setiap hari carilah cara untuk meningkatkan pikiran positif. Lakukan interospeksi diri melalui perenungan dan doa, buktikan melalui kekuatan integritas diri Anda untuk memastikan bahwa pikiran yang sedang dalam kepala Anda itu adalah pikiran positif yang menghasilkan kebaikan buat kehidupan secara umum, dan buat diri Anda secara khusus.

Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas masih berkeliarannya pikiran negatif dalam kepribadian Anda. Pastikan Anda mampu menahan diri untuk tidak menyalahkan diri sendiri atau pun orang lain ketika Anda mendapati diri Anda berpikir negatif. Saat pikiran negatif menguasai Anda, perkuat pikiran positif melalui afirmasi kata-kata positif dari kesadaran diri terdalam Anda.

Hidup adalah sebuah latihan yang berkelanjutan untuk seumur hidup. Jadi pikiran negatif bisa hadir dari waktu ke waktu untuk menggoda sifat baik Anda. Hanya Anda yang menyadari dan memilih untuk tidak mendengarkan semua dari pikiran negatif tersebut, akan mampu melanjutkan hidup bersama pikiran positif untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

Bisa bantu saya mengerti apa yg dimaksud menyeimbangkan diri? Bukankah supaya bisa memancarkan energi positif berarti kita harus lebih berat positif. Terimakasih Pak.

Menjalani Kehidupan Yang Menyenangkan Hati Muncul Dari Kemampuan Untuk Menyeimbangkan Diri. Diri Yang Seimbang Akan Memancarkan Energi Positif, Dan Menghasilkan Suasana Hati Untuk Membahagiakan Diri.~ Djajendra

Pertanyaan

Bisa bantu saya mengerti apa yg dimaksud menyeimbangkan diri? bukankah supaya bisa memancarkan energi positif berarti kita harus lebih berat positif. Terimakasih Pak.

Djajendra Menjawab

Energi positif akan dipancarkan oleh jiwa yang memiliki ketulusan hati, empati, cinta, toleransi, jiwa besar, ikhlas, percaya diri, rendah hati, dan kepedulian untuk menjalankan visi kemanusiaan melalui nilai, prinsip, dan kebiasaan hidup positif. Sedangkan yang dimaksud dengan menyeimbangkan diri adalah kemampuan diri untuk membahagiakan diri sendiri. Membahagiakan diri sendiri berakar dari kemampuan untuk penguasaan atas diri sendiri.  Penguasaan atas diri sendiri oleh kesadaran batin terdalam, haruslah diikuti dengan keunggulan atas kepercayaan diri, agar diri tidak takut menyuarakan isi hati, tidak malu dengan realitas diri, bersikap wajar di segala situasi, memiliki kecintaan terhadap kehidupan, memiliki hubungan yang penuh cinta kasih dengan Tuhan, memiliki kemampuan kecerdasan sosial, dan kecerdasan emosional dalam memahami semua keragaman kehidupan. Menyeimbangkan diri haruslah dimulai dari proses keseimbangan diri. Di mana, proses keseimbangan diri dapat dimulai dari kesadaran untuk merawat fisik tubuh, kesadaran untuk merawat mental dan jiwa positif, kesadaran untuk merawat segala kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada kita di setiap detik kehidupan kita.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYALAHKAN DIRI SENDIRI, SALAHKAH?

MENYALAHKAN DIRI SENDIRI, SALAHKAH?

Pertanyaan

Seorang guru mengajarkan supaya saya selalu menyalahkan diri sendiri terhadap lemahnya lingkungan, karena sikap menyalahkan diri sendiri adalah sikap seorang pemimpin. Apakah beliau salah ya Pak? Mohon pencerahannya.. Terimakasih

Djajendra Menjawab

Mungkin guru tersebut memiliki persepsinya sendiri tentang hal tersebut, sehingga apa yang beliau katakan bisa saja benar, dan saya tidak memiliki kapasitas untuk menilai benar atau salah sebuah persepsi. Tapi, kita semua diberikan akal sehat dan pengalaman hidup masing-masing untuk bisa memahami apakah persepsi seseorang sesuai dengan persepsi kita atau tidak.  Dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup, saya memahami bahwa bila suka menyalahkan diri sendiri, maka sikap suka menyalahkan tersebut berpotensi mengecilkan rasa yakin dan kepercayaan diri untuk meraih kemenangan dalam hidup. Sikap suka menyalahkan diri sendiri hanya akan memperkuat pikiran negatif, dan dia akan mentransformasikannya menjadi perasaan negatif, yang berpotensi merusak suasana hati. Bila suasana hati selalu merasa bersalah atas sebuah tindakan atau kebijakan, maka diri akan hanyut dan larut dalam konflik batin dengan perasaan bersalahnya. Dampaknya, diri akan terpuruk dan menjadi tidak produktif untuk meraih yang terbaik di dalam hidupnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Sikap, Persepsi, Dan Perilaku Positif Terhadap Semua Kejadian Terhadap Diri, Akan Menjadikan Anda Lebih Kuat Dan Mampu Menghapus Galau Di Hati.” ~ Djajendra

HENTIKAN SEDIH DAN GANTIKAN DENGAN BAHAGIA

“Sikap, Persepsi, Dan Perilaku Positif  Terhadap Semua Kejadian Terhadap Diri, Akan Menjadikan Anda Lebih Kuat Dan Mampu Menghapus Galau Di Hati.” ~ Djajendra

Pertanyaan.

Ketika ada kegalauan dihati atau sedang bermasalah bagaimana cara membuat hati fokus pada kebahagiaan, padahal hati sedih bangat?

Djajendra Menjawab.

Kegalauan hati terjadi karena diri tidak memiliki kepercayaan diri dan keyakinan untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan dan rintangan hidup yang sedang dihadapi.

Apalagi bila diri sering menterjemahkan peristiwa hidup sehari-hari dari persepsi marah, ragu, takut, curiga, menghakimi, lalu membiarkan diri hanyut bersama emosi yang menutupi akal sehat dengan ego dan kemauan diri sendiri. Maka, kegalauan akan semakin membuat diri tidak nyaman dan bahagia.

Saat diri Anda sedang galau oleh berbagai masalah kehidupan pribadi atau sosial, tariklah nafas dalam-dalam, fokuskan semua pikiran dan perasaan kepada hal-hal terindah yang paling Anda sukai, biarkan imajinasi Anda memvisualisasikan hal-hal terindah tersebut selama satu jam. Setelahnya, tegaskan kepada diri sendiri untuk selalu memikirkan hanya hal-hal terindah, karena Anda ingin hidup untuk kebahagiaan dan kegembiraan di sepanjang jaman.

Ada hal-hal dalam hidup yang harus ditemukan solusinya dengan kekuatan pasrah diri kepada TUHAN. Jadi, hal-hal yang secara akal sehat dan kemampuan belum dapat Anda temukan solusinya untuk dituntaskan, tapi secara terus menerus membuat hati Anda galau, maka gunakan kekuatan pasrah diri kepada TUHAN, agar Anda dapat terlindungi melalui kekuatan TUHAN.

Kekuatan pasrah diri harus diikuti dengan perilaku hidup, dimana, setiap hari Anda harus membesarkan semangat dan motivasi, serta secara terus-menerus meningkatkan kualitas harapan, untuk menemukan solusi dari proses hidup dan pengalaman yang menciptakan sebab-akibat dari sebuah pikiran dan tindakan Anda.

Ketika Anda cerdas secara emosional dan spiritual untuk menggunakan kekuatan pasrah diri, sambil berjuang untuk mencapai kebahagiaan hidup Anda, maka biasanya TUHAN akan membukakan pikiran Anda untuk menemukan solusi yang sedang Anda cari.

Dan selama itu, jadilah pribadi positif yang selalu hidup didampingi nilai-nilai perilaku hidup untuk kebahagiaan diri Anda.

Jangan biasakan hati Anda terlalu sering bersedih, karena hal itu hanya akan mengundang semakin banyak nilai-nilai negatif mampir ke dalam diri Anda, kemudian membuat diri Anda semakin galau, dan berpotensi menciptakan depresi yang berkepanjangan.

Hentikan sedih di setiap momen hidup Anda, dan gantikan dengan kebahagiaan di setiap momen hidup Anda. Sikap dan perilaku positif Anda terhadap semua kejadian terhadap diri Anda, akan menjadikan Anda lebih kuat dan mampu menghapus galau di hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU MENGELUH BERPOTENSI MENGGAGALKAN SUKSES TIM

PERILAKU MENGELUH BERPOTENSI MENGGAGALKAN SUKSES TIM

“Perbuatan Mengeluh Dan Merengek Tidaklah Harus Diatasi Dengan Emosi Simpati, Tapi Harus Dituntaskan Melalui Emosi Empati. Lalu, Temukan Solusi Untuk Menghentikan Keluhan Dan Rengekan Sampai Ke Akar-Akarnya.” ~ Djajendra

Pertanyaan

Bagaimana cara menghentikan keluhan dan rengekan anggota tim dalam setiap upaya menuju pencapaian tujuan tim? Sebagai manajer, saya sering kehilangan akal sehat untuk menyatukan anggota tim yang masih saling mencari kelemahan satu sama lain. Terima kasih

Djajendra Menjawab

Pembentukan tim yang baik harus dengan pemilihan karakter dan kompetensi anggota tim yang sesuai dengan tujuan organisasi. Kemudian, karakter dan kompetensi anggota tim harus diikat dalam budaya kerja tim, yang diperkuat dalam sistem dan kepemimpinan, serta nilai-nilai yang dapat mematuhkan atau mengarahkan seluruh anggota tim, untuk tetap termotivasi dan bergairah terhadap tujuan tim.

Bila anggota tim suka mengeluh dan merengek, itu berarti ada persoalan dalam karakter emosional individu, dan harus dituntaskan melalui evaluasi yang mendalam tentang kepribadian individu dari sisi emosional. Sebab, mengeluh dan merengek adalah hasil dari ketidakcerdasan emosional yang terkait kepada cara pencapaian terhadap tujuan tim.

Mulailah dengan menyadarkan kecerdasan emosional anggota tim untuk meningkatkan kompetensi mereka dibidang kolaborasi, komunikasi, sinergi, koordinasi, dan persepsi terhadap tujuan tim. Lalu, pahami akar persoalan dari emosi dan perilaku mengeluh dan merengek yang mereka tampilkan di setiap upaya menuju tujuan tim.

Anda sebagai manajer jangan bertindak dengan emosi simpati, tapi bertindaklah dengan emosi empati. Langkah pertama, selamatkan para anggota tim dari energi frustrasi. Sebab, bila keluhan dan rengekan mereka tidak ditanggapi atau tidak mendapatkan respon sesuai kebutuhan mereka, maka mereka akan menjadi frustasi, dan berdampak pada menurunnya moral kerja, yang pasti akan mengganggu pencapaian kinerja tim.

Selanjutnya, jadilah manajer yang memimpin tim dengan tegas dan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan para anggota tim menimbulkan masalah melalui emosi mengeluh dan merengek. Hentikan semua keluhan dan rengekan mereka melalui solusi yang tepat dan adil. Jadilah tegas untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja, dan tunjukkan disiplin Anda sebagai manajer untuk mencapai hasil tim yang maksimal.

Jadilah pemimpin yang mampu memotivasi dan mendorong nilai-nilai positif  ke dalam perilaku kerja tim. Jika masih ada anggota tim yang merengek atau pun mengeluh, jangan ragu untuk bertindak tegas, dan jangan ragu untuk segera mengganti anggota tim yang sulit dirubah karakter kerjanya dengan anggota tim yang lebih berkarakter, termasuk untuk bekerja dalam satu persepsi dengan anggota-anggota lainnya dalam mencapai tujuan tim.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN RASA BOSAN PADA PEKERJAAN

Pertanyaan

Saya Bekerja Dibagian Pengawasan Mesin Dan Pekerjaannya Sangat Membosankan. Apakah Ada Solusinya Untuk Menghilangkan Rasa Bosan Itu?

Djajendra Menjawab

Pekerjaan yang membosankan adalah tanda bahwa Anda kurang mencintai jenis pekerjaannya, dan tanda Anda tidak menikmati pekerjaan itu dengan sepenuh hati.

Sangat banyak jenis pekerjaan di dalam perusahaan yang bersifat monoton dan minim kreatifitas. Tapi, jenis-jenis pekerjaan itu membutuhkan disiplin dan tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja  dari proses kerja organisasi.

Bila Anda selalu merasa pekerjaan Anda itu membosankan, maka gairah dan motivasi kerja Anda berpotensi merosot dan menciptakan inefisiensi terhadap pekerjaan. Itulah sebabnya perusahaan harus sering-sering memberikan pencerahan dan motivasi, agar para pekerja dibagian-bagian yang monoton itu dapat menyegarkan diri secara psikologis.

Solusi untuk menghilangkan rasa bosan terhadap pekerjaan haruslah dihasilkan dari kesadaran hati nurani Anda. Anda harus menyadari bahwa perusahaan membutuhkan orang terbaik untuk melakukan pekerjaan pengawasan mesin. Dan, Anda dipekerjakan di tempat itu karena Anda dipercaya mampu berkinerja tinggi di jenis pekerjaan yang Anda rasakan membosankan itu.

Agar Anda tidak merasa bosan dengan pekerjaan Anda sebagai pengawas mesin, cobalah kembangkan sikap dan perilaku kerja untuk menyukai dan menyenangi pekerjaan tersebut. Temukan gairah dan buat diri Anda selalu termotivasi untuk tetap bersemangat bersama pekerjaan yang Anda lakukan itu.

Membosankan adalah persoalan hati dan emosi. Jadi, berlatihlah setiap hari untuk membiasakan emosi Anda agar tetap bersemangat dengan pekerjaan Anda. Setiap hari sadarkan pikiran dan emosional Anda untuk menghasilkan perilaku kerja yang menyenangi dan merindukan pekerjaan tersebut dengan sepenuh hati.

Djajendra

MEMBUAT KARAKTER KARYAWAN LEBIH TERMOTIVASI

MEMBUAT KARAKTER KARYAWAN LEBIH TERMOTIVASI DALAM MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN

Pertanyaan

Saya seorang instruktur, ingin menanyakan mengenai cara membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivsi dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Terus terang kelemahan saya di penguasaan materi. Apakah ada saran agar saya bisa mengajar dengan lebih baik?

Djajendra Menjawab

Bila ingin membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivasi dalam mengerjakan suatu pekerjaan, maka terlebih dahulu perusahaan harus berbudaya dan memiliki kepemimpinan yang unggul.

Perusahaan harus membangun budaya kerja atas dasar budaya organisasi, yang dicerminkan melalui nilai-nilai perilaku kerja.

Nilai-nilai perilaku kerja ini akan menjadi etos kerja yang harus diinternalisasikan ke mind set, agar dapat dipatuhi oleh setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan.

Ketika nilai-nilai perilaku kerja dari budaya organisasi sudah dapat diterima oleh karyawan, saat itu proses karakterisasi nilai-nilai ke dalam kepribadian karyawan lebih mudah untuk dilakukan.

Penguasaan materi untuk seorang pembicara atau instruktur  bersifat mutlak. Oleh sebab itu, Anda harus mempersiapkan materi secara sangat serius dan sangat terencana.

Pahami hal-hal yang benar-benar dibutuhkan oleh karyawan, agar motivasi dan perilaku kerja mereka dapat ditingkatkan.

Saran saya, jadilah diri sendiri yang unik, dan jangan pernah meniru gaya mengajar dari siapa pun.

Metode mengajar yang baik adalah membuat peserta berpartisipasi aktif secara interaktif.

Ciptakan kegembiraan dan kesenangan agar suasana hati peserta dapat menyatu dengan program pelatihan yang Anda buat.

Jangan menggurui peserta, tapi ajaklah peserta untuk berkontribusi melalui berbagai cara dan teknik penyampaian materi yang bersifat kreatif dan efektif.

Djajendra