MEMBENTUK TIM SUKSES UNTUK MEMENANGKAN KANDIDAT

Pertanyaan

Bagaimana Cara Membentuk Tim Sukses yang Siap Memenangkan Kandidat/Calon?

Djajendra Menjawab

Cara membentuk Tim Sukses adalah dengan merekrut orang-orang yang suka bekerja dalam kerja sama dan kolaborasi, untuk mendukung visi dan misi Kandidat. Dalam hal ini, setiap individu di dalam Tim Sukses harus memiliki kualitas dan kompetensi di bidang keahlian masing-masing. Kemudian, Tim Sukses ini harus mampu memahami budaya kerja di dalam tim, serta mudah berasimilasi ke dalam lingkungan kerja tim.

Kandidat/Calon sebagai pengguna Tim Sukses haruslah realistis dan menyadari ketidaksempurnaan dirinya. Oleh karena itu,  sebagai Kandidat harus memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri sebelum menyewa atau membentuk Tim Sukses. Bila Kandidat sudah memahami realitas diri sendiri dengan jujur dan ikhlas, maka Kandidat harus menyiapkan strategi dan taktik yang tepat untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri.

Kandidat/Calon sebagai pengguna Tim Sukses, untuk kepentingan dirinya di dalam memenangkan perlombaan; haruslah selalu menjaga semangat, motivasi, dan keyakinan Tim Sukses agar mereka tulus untuk berjuang dengan sepenuh hati dan totalitas. Dalam hal ini, Kandidat harus menyiapkan anggaran yang cukup, termasuk menjaga irama kerja tim dengan motivasi yang tinggi.  

Tim Sukses sebagai fasilitator yang menghubungkan Kandidat dengan masyarakat; keberhasilannya sangatlah tergantung kepada reputasi, kredibilitas, dan kepopuleran si Kandidat. Bila Kandidat sudah dikenal oleh masyarakat dari kebaikan-kebaikan dan kemampuannya, maka kerja Tim Sukses akan menjadi sangat mudah untuk memenangkan Kandidat. Sebaliknya, bila Kandidat memiliki reputasi dan kredibilitas yang rendah dipersepsi masyarakat, walaupun kandidat tersebut sangat populer, maka Tim Sukses harus memiliki strategi dan taktik yang lebih kreatif.

Fungsi Tim Sukses hanyalah sebagai alat untuk kesuksesan Kandidat di dalam meraih kemenangan. Jadi sebagai alat, Tim Sukses harus menyadari fungsi dan perannya, lalu mampu menjadi alat yang tangguh dalam memenangkan Kandidatnya.

Djajendra

 

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Advertisements

PERILAKU MENGELUH BERPOTENSI MENGGAGALKAN SUKSES TIM

PERILAKU MENGELUH BERPOTENSI MENGGAGALKAN SUKSES TIM

“Perbuatan Mengeluh Dan Merengek Tidaklah Harus Diatasi Dengan Emosi Simpati, Tapi Harus Dituntaskan Melalui Emosi Empati. Lalu, Temukan Solusi Untuk Menghentikan Keluhan Dan Rengekan Sampai Ke Akar-Akarnya.” ~ Djajendra

Pertanyaan

Bagaimana cara menghentikan keluhan dan rengekan anggota tim dalam setiap upaya menuju pencapaian tujuan tim? Sebagai manajer, saya sering kehilangan akal sehat untuk menyatukan anggota tim yang masih saling mencari kelemahan satu sama lain. Terima kasih

Djajendra Menjawab

Pembentukan tim yang baik harus dengan pemilihan karakter dan kompetensi anggota tim yang sesuai dengan tujuan organisasi. Kemudian, karakter dan kompetensi anggota tim harus diikat dalam budaya kerja tim, yang diperkuat dalam sistem dan kepemimpinan, serta nilai-nilai yang dapat mematuhkan atau mengarahkan seluruh anggota tim, untuk tetap termotivasi dan bergairah terhadap tujuan tim.

Bila anggota tim suka mengeluh dan merengek, itu berarti ada persoalan dalam karakter emosional individu, dan harus dituntaskan melalui evaluasi yang mendalam tentang kepribadian individu dari sisi emosional. Sebab, mengeluh dan merengek adalah hasil dari ketidakcerdasan emosional yang terkait kepada cara pencapaian terhadap tujuan tim.

Mulailah dengan menyadarkan kecerdasan emosional anggota tim untuk meningkatkan kompetensi mereka dibidang kolaborasi, komunikasi, sinergi, koordinasi, dan persepsi terhadap tujuan tim. Lalu, pahami akar persoalan dari emosi dan perilaku mengeluh dan merengek yang mereka tampilkan di setiap upaya menuju tujuan tim.

Anda sebagai manajer jangan bertindak dengan emosi simpati, tapi bertindaklah dengan emosi empati. Langkah pertama, selamatkan para anggota tim dari energi frustrasi. Sebab, bila keluhan dan rengekan mereka tidak ditanggapi atau tidak mendapatkan respon sesuai kebutuhan mereka, maka mereka akan menjadi frustasi, dan berdampak pada menurunnya moral kerja, yang pasti akan mengganggu pencapaian kinerja tim.

Selanjutnya, jadilah manajer yang memimpin tim dengan tegas dan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan para anggota tim menimbulkan masalah melalui emosi mengeluh dan merengek. Hentikan semua keluhan dan rengekan mereka melalui solusi yang tepat dan adil. Jadilah tegas untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja, dan tunjukkan disiplin Anda sebagai manajer untuk mencapai hasil tim yang maksimal.

Jadilah pemimpin yang mampu memotivasi dan mendorong nilai-nilai positif  ke dalam perilaku kerja tim. Jika masih ada anggota tim yang merengek atau pun mengeluh, jangan ragu untuk bertindak tegas, dan jangan ragu untuk segera mengganti anggota tim yang sulit dirubah karakter kerjanya dengan anggota tim yang lebih berkarakter, termasuk untuk bekerja dalam satu persepsi dengan anggota-anggota lainnya dalam mencapai tujuan tim.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM BERDEBAT SECARA TIDAK RASIONAL

TIM BERDEBAT SECARA TIDAK RASIONAL

Pertanyaan.

Saya bekerja dalam tim yang selalu berdebat secara tidak rasional. Akibatnya pekerjaan sering tertunda, dan tim selalu gagal memenuhi target. Mohon jalan keluarnya?

Djajendra Menjawab

Keberadaan tim dimaksudkan agar semua anggotanya saling tolong menolong melalui cara kerja yang berkolaborasi, bersinergi, berkomunikasi, berkoordinasi, dan meminimalkan perbedaan yang dapat merusak kekompakkan tim. Oleh karena itu, perdebatan secara tidak rasional adalah hal yang tidak etis dalam kerja sama tim. Bila para anggota tim saling bersikeras secara tidak rasional, maka keadaan ini akan melemahkan kekuatan kerja sama diantara para anggotanya.

Perlu dipahami bahwa sikap tidak rasional selalu akan menjadi hal yang tidak masuk akal, sehingga bila hal yang tidak masuk akal ini diperdebatkan, maka pastilah kinerja tim akan terus merosot. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan tim yang tegas dan berpengaruh, untuk menemukan titik temu atas semua perdebatan dalam tim.

Sikap proaktif  dari pemimpin tim untuk menemukan sumber perdebatan, dan memotivasi kembali para anggota tim untuk menjadi solid dalam kerja sama, akan menjadi hal yang dapat mengatasi masalah perdebatan tersebut.

Djajendra

Bonus Atau Saham Untuk Pegawai?

1. Jelaskan Mengapa Perusahaan Memberikan Bonus Atau Saham Kepada Pegawainya? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Perusahaan memberikan bonus  kepada pegawai, karena perusahaan ingin mempertahankan pegawai-pegawai terbaik. Perusahaan memberikan saham kepada pegawai, karena perusahaan ingin mengikat pegawai tersebut sebagai pemilik atau mitra dalam bisnis. Pemberian saham biasanya dilakukan terhadap para pegawai yang memiliki jaringan pemasaran yang luas, atau terhadap para pegawai dengan skill langka yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Pemberian saham merupakan pilihan akhir, kalau memungkinkan perusahaan akan bertahan sebatas bonus.

2. Menurut Pandangan Anda, Pada Saat Apa Perusahaan Memberikan Bonus Kepada Pegawai, Dan Pada Saat Apa Memberikan Saham Kepada Pegawai? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Perusahaan memberikan bonus kepada pegawai pada saat keuntungan meningkat dan semua target tercapai dengan optimal. Perusahaan memberikan saham kepada pegawai pada saat perusahaan ingin menahan pegawai – pegawai inti, tapi perusahaan tidak mampu bersaing dengan perusahaan lain dalam hal kompensasi atau gaji. Hal ini terjadi di saat perusahaan mengalami masalah cash flow, dan memiliki rencana-rencana jangka panjang yang menjanjikan keuntungan.

3. Mana Lebih Baik Apakah Memberikan Bonus Kepada Pegawai Atau Saham? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Sangat tergantung kepada visi perusahaan. Kalau memberikan bonus berarti perusahaan memenuhi insentif keuangan untuk menahan pegawai dalam jangka pendek. Kalau memberikan saham berarti perusahaan memenuhi perasaan kepemilikan pegawai dan dapat mengikat pegawai selamanya bersama perusahaan.

4. Apa Kelebihan Dan Kelemahan Bila Memberikan Bonus? Apa Kelebihan Dan Kelemahan Bila Memberikan Saham? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Kelebihan dari memberikan bonus adalah bahwa bonus sangat disukai oleh pegawai, dan bonus dapat menjadi alat untuk meningkatkan motivasi dan gairah kerja pegawai dalam meningkatkan pencapaian target – target perusahaan.  Kelemahan dari pemberian bonus adalah bahwa bonus bersifat insentif jangka pendek, dan tidak menjadi jaminan untuk menghindarkan pengunduran diri dari pegawai – pegawai terbaik.

Kelebihan dari memberikan saham adalah bahwa perusahaan dapat menjamin operasional bisnisnya dalam jangka panjang bersama para karyawan berkualitas. Kelemahan dari memberikan saham adalah di saat muncul konflik kepemilikan, dan  biasanya para pendiri atau pemegang saham mayoritas yang menang.

5. Menurut Pandangan Anda, Pada Saat Ini Perusahaan Lebih Banyak Memberikan Saham Atau Bonus Kepada Pegawai, Mengapa? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Menurut pengetahuan saya, pada saat ini kebanyakan perusahaan masih lebih suka memberikan bonus kepada para pegawainya daripada memberikan saham. Alasannya, pendiri perusahaan masih belum mau berbagi hak kepemilikannya dengan orang lain, termasuk dengan pegawainya. Kondisi ini harus bisa dipahami karena kebanyakan perusahaan tersebut adalah perusahaan milik sebuah keluarga dengan dominasi mutlak dari para pendiri dan turunannya. Tetapi, ada juga perusahaan yang memberikan saham dengan kesadaran untuk mengikat pegawai-pegawai terbaik agar menjadi lebih setia dan membantu mengembangkan perusahaan.

Untuk konsultasi kirim E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Tim Yang Solid Artinya Saling Mendukung Secara Emosional Dan Profesional Di Setiap Tantangan Kerja

“Jika Anda Bersedia Berpikir Positif Terhadap Hal Apa Pun, Anda Pasti Tidak Akan Melihat Hal-Hal Negatif Di Dalam Hidup Anda.” – Djajendra

Pertanyaan?

Kami bekerja di sebuah tim sales, tapi sering sekali masing-masing individu ingin tampil lebih menonjol dihadapan manajer. Apa yang harus dilakukan agar tim kami selalu solid? Sebagai informasi, walaupun kami bekerja dalam tim, perusahaan memiliki system bonus buat individu yang berhasil menjual lebih. Mohon pencerahannya.Terima kasih. Joy Sukma.

Djajendra Menjawab!

Kalau ingin bekerja dalam sistem tim, maka sistem penilaian kinerja, kompensasi atau bonus haruslah bersifat transparan, adil, jujur, dan penuh tanggung jawab. Bila semuanya jelas, maka sifat ingin menonjolkan diri dihadapan manajer dapat diminimalkan.

Salah satu kekuatan dalam kerja tim adalah bekerja saling bahu-membahu dengan setiap anggota tim lainnya. Sebab, setiap individu dalam tim melakukan perjalanan bersama. Dalam kisah Anda, Anda dan rekan-rekan setim melakukan perjalanan bersama untuk memenuhi target penjualan. Jadi, selama setiap orang berada dalam satu kendaraan, satu tujuan yang sama, maka tidak ada alasan untuk saling membenci atau pun untuk saling berprasangka buruk. Solid artinya kompak secara emosional, lakukan hal-hal yang bisa membuat rekan-rekan Anda menjadi senang dengan cara kerja Anda. Bekerjalah dengan realitas yang ada, lalu jadilah pribadi yang unggul, yang selalu mampu menciptakan energi positif dalam tim.

Perlu dipahami, mungkin saja tidak semua anggota tim memiliki daya tahan dan berkemampuan yang sama. Biasanya, individu-individu dengan berkemampuan intelektual yang rendah akan berupaya memperkuat kekurangannya itu dengan cara-cara emosional, yaitu melalui pendekatan pribadi. Hal ini pasti menciptakan pemandangan yang tidak enak dilihat, seperti yang mungkin Anda alami saat ini di tim Anda. Cara mengatasinya, perusahaan harus memiliki sistem untuk mengetahui batas kemampuan anggota tim. Sebaiknya, jangan memberikan beban kerja yang berlebihan kepada individu-individu yang berkemampuan rendah, nanti hasilnya, mereka hanya akan memfokuskan dirinya untuk mendekati manajer. Sekian dan terima kasih.

www.djajendra-motivator.com