MENGHADAPI ORANG YANG BERWAWASAN DANGKAL

MENGHADAPI ORANG YANG BERWAWASAN DANGKAL

Pertanyaan

Bagaimana cara menghadapi orang yang berpendidikan tinggi tapi selalu ngotot dengan membenarkan wawasan dangkalnya?

Djajendra Menjawab

Wawasan seseorang sangat dipengaruhi oleh sistem keyakinan hidup. Oleh karena itu, walaupun seseorang secara formal memiliki pendidikan sangat tinggi, tapi bila semua pengetahuan yang sangat tinggi itu dikendalikan oleh sistem keyakinan orang tersebut, maka orang tersebut biasanya akan menutupi dirinya sebatas akal dan logika dari sistem keyakinan dirinya.

Anda tidak mungkin bisa berdiskusi atau melakukan brainstorming dengan seseorang yang menutupi semua kecerdasan dan pengetahuannya sebatas akal dan logika dari sistem keyakinannnya. Oleh sebab itu, saat Anda menghadapinya, Anda harus berjiwa besar dalam akal sehat untuk tidak menghakimi orang tersebut. Pastikan Anda sekedar mendengarkan sambil tersenyum dan jangan berdebat tentang apa pun dengan orang tersebut. Lebih baik Anda pahami melalui kecerdasan empati Anda untuk membiarkan orang tersebut hidup bersama wawasan dangkalnya.

Djajendra

Advertisements

SESEORANG TIDAK MUNGKIN HIDUP TANPA MEMBUAT KESALAHAN DAN TANPA MENGAMBIL RISIKO

Pertanyaan.

Apakah mungkin seseorang hidup tanpa membuat kesalahan dan tanpa mengambil risiko, karena kenyamanan hidup yang diinginkan selalu terganggu oleh risiko dan kesalahan? Mohon pencerahannya!

Djajendra Menjawab

Bila seseorang takut dengan risiko dan kesalahan, maka dia akan membangun pagar yang sangat kuat untuk mengurung dirinya, agar dirinya tidak terdorong ke arah perjalanan menuju masa depan. Akibatnya, di sepanjang hidup, dia hanya akan terkurung dalam zona nyaman kehidupannya, tanpa pernah bisa mengembangkan bakat dan potensi diri untuk mencapai kecemerlangan.

Hidup tidak boleh berhenti di satu keadaan untuk kemudian merasa cukup dengan keadaan itu. Sebab, perubahan selalu akan datang untuk memaksa setiap orang agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Bila seseorang tetap ngotot dan takut mengambil risiko untuk menjawab keharusan dari perubahan, maka orang tersebut semakin hari akan tertinggal diperadaban lama, yang mungkin suatu hari akan menjadi tempat yang sangat gelap untuk dapat melihat realitas kehidupan.

Risiko dan kesalahan bukanlah sesuatu yang untuk ditakutkan, tapi untuk dikelola secara baik agar dapat melewatinya dengan selamat. Sering sekali seseorang harus berani mengambil risiko, bahkan kadang-kadang harus melewatinya setelah melakukan banyak kesalahan, agar bisa mendapatkan semua harapan dan impian dengan sempurna.

Miliki keyakinan untuk merasa aman dan nyaman dengan semua pilihan hidup, dan lakukan semua pilihan itu melalui rencana yang baik.

Hitung semua potensi risiko dan potensi kesalahan dari tindakan Anda. Setelah semuanya dapat Anda prediksi dan memagarinya untuk meminimalkan kerugian dari risiko dan kesalahan. Lalu, jadilah berani bertindak dengan keputusan yang bersedia mengambil risiko, agar Anda dapat miliki masa depan yang lebih baik.

DJAJENDRA

TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN

Pertanyaan

Mengapa seseorang harus memiliki toleransi saat keyakinan dirinya bertolak belakang dengan keyakinan orang yang harus ditoleransi itu?

Djajendra Menjawab

Setiap orang pasti menginginkan dirinya dan keluarganya untuk hidup dalam kedamaian dan keharmonisan yang saling menghargai, saling menghormati, saling memahami, serta saling menjaga hati untuk tidak saling menyakiti. Intinya, setiap orang itu butuh kenyamanan, keamanan, dan penghormatan terhadap harga dirinya di dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Tantangannya, setiap orang memiliki sistem keyakinan diri, logika berpikir, persepsi, dan kepercayaan hidup yang kadang-kadang bisa sangat bertolak belakang satu sama lainnya. Termasuk, nilai-nilai yang dipersepsikan secara berbeda dari sumber nilai-nilai budaya, adat istiadat, keyakinan, kepercayaan, dan lain sebagainya.

Bila setiap orang yang berbeda keyakinan dan kepercayaan ini saling mengklaim yang paling benar, tanpa memperhatikan harga diri dari orang lain; maka yang akan terjadi adalah kekacauan dan pertentangan yang membuat kehidupan siapa pun tidak akan pernah merasa aman, tidak pernah merasa nyaman, dan tidak pernah bisa hidup dalam keharmonisan bersama.  Oleh karena itu, dibutuhkan toleransi untuk saling menjaga hati, pikiran, dan ucapan; agar tidak menyinggung harga diri siapa pun melalui pelecehan atas keyakinan dan kepercayaan hidup orang lain.

Bila sudah merasa keyakinan diri bertolak belakang dengan keyakinan orang yang harus ditoleransi, maka biarlah hal yang bertolak belakang itu hidup di dalam diri sendiri, dan jangan pernah biarkan dia keluar dari dalam diri untuk merusak keharmonisan kehidupan yang mendamaikan hati semua orang. Sebab, bila hal – hal yang bertolak belakang itu mengisi ruang publik, maka janganlah pernah berharap perdamaian dan keadilan hidup dapat terwujud untuk siapa pun.

DJAJENDRA

Sensitivitas Dan Sensibilitas Untuk Menyingkirkan Risiko

“Tim Manajemen Yang Solid Adalah Tim Manajemen Yang Memahami Semua Seluk Beluk Bisnis Perusahaan, Serta Memiliki Sensitivitas Dan Sensibilitas Tinggi Untuk Menyingkirkan Semua Risiko Berbahaya, Dengan Cara Mengetahui Risiko Pada Saat Yang Tepat Dengan Solusi Yang Penuh Tanggung Jawab.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Apa saja cara terefektif dalam menerapkan manajemen risiko, dan dari mana sumber risiko berbahaya itu berasal? Apakah mungkin melalui manajemen risiko perusahaan bisa terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi? Terima kasih, Yesty-Bekasi.

Djajendra Menjawab!

Dear Yesty,

Tidak ada rencana tanpa risiko, tidak ada tindakan tanpa risiko. Sebab, risiko adalah sesuatu yang selalu melekat di dalam setiap gerak dan langkah perusahaan. Jadi, risiko itu seperti sebuah bayang-bayang yang akan terus mengikuti semua perjuangan perusahaan menuju puncak sukses.

Cara terefektif dalam menerapkan manajemen risiko, adalah saat manajemen tahu dan paham tentang semua yang dilakukan bersama perusahaan secara benar, jujur, dan penuh tanggung jawab. Dan perusahaan juga harus memahami bahwa sumber utama risiko berbahaya itu berasal dari ketidaktahuan manajemen bersama segenap kekuatan sumber daya terhadap rencana, tindakan, dan pengendaliannya.

Melalui pengelolaan manajemen risiko yang kreatif perusahaan pasti dapat menjinakan semua bencana yang dihasilkan dari risiko-risiko liar yang berbahaya, dan perusahaan pasti terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi. Sekian dulu, ya, Yesty. Have a nice day.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Efektif Mengelola Risiko

“Tim Manajemen Yang Solid Adalah Tim Manajemen Yang Memahami Semua Seluk Beluk Bisnis Perusahaannya Secara Total, Serta Memiliki Sensitivitas Dan Sensibilitas Tinggi Untuk Menyingkirkan Semua Risiko Berbahaya, Dengan Cara Mengetahui Risiko Pada Saat Yang Tepat Dengan Solusi Yang Penuh Tanggung Jawab.” – Djajendra


Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Apa saja cara terefektif dalam menerapkan manajemen risiko,  dari mana sumber risiko berbahaya itu berasal? Apakah mungkin melalui manajemen risiko perusahaan bisa terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi? Terima kasih, Yesty-Bekasi.

Djajendra Menjawab!

Tidak ada bisnis tanpa risiko, tidak ada perusahaan tanpa risiko, tidak ada rencana tanpa risiko, tidak ada tindakan tanpa risiko. Sebab, risiko adalah sesuatu yang selalu melekat dalam setiap gerak dan langkah perusahaan. Jadi, risiko itu seperti sebuah bayang-bayang yang akan terus mengikuti semua perjuangan perusahaan menuju puncak kebesarannya. Artinya, risiko tidak bisa dihapus, tapi bisa dikendalikan agar tidak merusak  potensi perusahaan.

Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa sumber utama risiko berbahaya itu selalu berasal dari ketidaktahuan manajemen terhadap kekuatan rencana, tindakan, dan pengendaliannya. Oleh karena itu, sikap manajemen untuk selalu memahami tentang semua yang dilakukan, adalah sangat penting untuk pengelolaan risiko yang berkualitas.

Manajemen juga harus selalu memiliki integritas yang tinggi, untuk patuh pada pedoman etika bisnis dan code of conduct perusahaan.

Melalui pengelolaan manajemen risiko yang kreatif, perusahaan pasti dapat menjinakan semua bencana yang dihasilkan dari risiko-risiko liar yang berbahaya, dan perusahaan pasti terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi.

Sekian dan terima kasih.

Tanggung Jawab Karyawan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Pasar

“Risiko Datang Dari Ketidaktahuan Akan Apa Yang Anda Lakukan.” – Warren Buffett

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Nama saya Anita, saya bekerja sebagai manager hrd di sebuah pabrik di cikarang – Jawa Barat. Pertanyaan saya, apa saja tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar? Terima kasih atas perhatiannya.

Djajendra Menjawab!

Setiap karyawan pasti memiliki job diskripsi yang menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab mereka kepada perusahaan. Sepanjang karyawan mampu bekerja optimal sesuai tugas dan tanggung jawab, maka karyawan tersebut dapat dikatakan telah bertanggungjawab dan berprestasi.

Persoalan ketidakpastian pasar adalah persoalan bisnis. Jadi, tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar adalah memahami keadaan bisnis perusahaan dengan sabar, serta ikut membantu pimpinan perusahaan untuk melakukan perubahan dan menemukan solusi buat survive. Sekian dan terima kasih.

Kekuatan Good Governance Pasti Kalah Oleh Nafsu Spekulasi

“Siapa Pun Dapat Menjalankan Bisnis Untuk Mencari Untung Sebanyak-Banyaknya, Tetapi Dibutuhkan Orang Yang Sabar, Dan Yang Cerdas Menghitung Risiko Dalam Menyelamatkan Perusahaan Dari Badai Krisis Ekonomi.” – Djajendra


Pertanyaan?

Dear Djajendra,

Banyak perusahaan yang telah menjalankan good governance dan risk management dengan baik, hasilnya mereka juga babak belur saat krisis ekonomi menghancurkan usaha mereka. Pertanyaan saya, di mana letak kehebatan dari good governance dan risk management dalam menyelamatkan perusahaan dari krisis ekonomi? Terima kasih, wilopo – Semarang

Djajendra Menjawab!

Dear wilopo,

Apa yang Anda katakan benar, bahwa banyak perusahaan yang secara formal telah menjalankan good governance dan risk management, tapi takluk oleh badai krisis ekonomi. Persoalannya, good governance itu sering sekali hanya menjadi tulisan-tulisan indah di atas kertas, tapi tidak dimanfaatkan secara jujur dan penuh kesadaran untuk mengelola semua potensi risiko sejak dini. Kalau saja sebuah perusahaan sejak dini mengelola, mengawasi, dan mengatasi semua benih risiko dengan penuh tanggung jawab, maka perusahaan itu pasti mampu berdiri tegar dan kokoh dalam menghadapi badai krisis ekonomi, dan berarti juga telah menjalankan good governance secara baik. Sayangnya, sering sekali manajemen dan pebisnis tidak mampu menjinakan nafsu spekulasi, dan terpaksa mengabaikan prinsip good governance. Jadi, kehancuran sebuah perusahaan oleh krisis ekonomi selalu disebabkan oleh kalahnya kekuatan good governance oleh nafsu spekulasi dari  pengelola perusahaan. Sekian dulu, ya, wilopo. Have a great day!