CARA MANAJER MENJAGA WIBAWA

CARA MANAJER MENJAGA WIBAWA

Pertanyaan

Bagaimana Cara Manajer Menjaga Wibawa Agar Karyawan Respek Kepadanya?

Djajendra Menjawab

Bila manajer bersikap jujur, tegas, bertanggungjawab, ​​dan terbuka; maka, karyawan pasti mempercayai sikap kepemimpinan dari manajer, dan hal ini secara otomatis akan menghadirkan respek dari karyawan kepada manajer.

Manajer yang baik pastilah tidak akan berusaha untuk menjaga wibawa dengan memoles atau menyembunyikan kekurangan, tapi akan menjadi diri sendiri yang berperilaku sesuai tugas dan tanggung jawab dengan penuh empati dalam ketegasan sikap.

Wibawa muncul saat manajer jujur menjadi diri sendiri, sedangkan respek muncul saat manajer memiliki integritas untuk menjaga dan merawat kepercayaan dari karyawan dan perusahaan. Oleh karena itu, jadilah diri sendiri yang autentik untuk mengelola dan memimpin karyawan. Kemudian, tingkatkan kualitas hubungan dengan karyawan, dan tumbuhkan kepercayaan di hati karyawan tentang ketulusan Anda sebagai manajer, yang siap menciptakan hasil dan karya terbaik buat mereka dan perusahaan.

Djajendra

Advertisements

AKU SUNGKAN MENEGUR ORANG PANUTAN YANG BERBUAT SALAH

Pertanyaan.

Seorang guru, seorang sesepuh, seorang yang dihormati, yang disegani dalam masyarakat kebanyakan, mereka menjadi panutan, menjadi contoh. Tapi, bila seorang guru dan sebagainya itu melakukan suatu kesalahan , bagaimana kita menyapanya , menegurnya, dan mengingatkannya, bahwa apa yang dilakukannya salah. Karena kita pasti akan terbentur dengan rasa sungkan , tidak enak, karena jelas mereka selalu merasa benar. Dan pasti akan ada akibatnya jika kita menegurnya…??

Djajendra Menjawab

Ya, pasti akan ada akibatnya jika kita menegur orang-orang terhormat yang selalu merasa benar dengan apa yang dia katakan. Apalagi, bila mereka memiliki kekuasaan dan pengaruh di tengah masyarakat, serta menjadi panutan orang banyak.

Pemimpin yang berbahaya adalah dia yang menjadi panutan dan contoh, dengan memiliki pengaruh dan kekuasaan di tengah masyarakatnya, dan memimpin masyarakatnya melalui persepsi dan logika berpikir sempit, tanpa memperdulikan etika umum kehidupan.

Dalam realitas kehidupan di tengah masyarakat, sangat banyak orang-orang seperti yang Anda sebutkan di atas, selalu memelihara ego dan kesombongan atas setitik ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Akibatnya, mereka berwawasan sangat sempit dan berpikiran sangat picik.

Bila Anda mengingatkan atau menegur atas kesalahannya, mereka pasti akan memusuhi Anda. Oleh karena itu, pahami mereka dengan cara mencerdaskan emosional sosial Anda. Belajarlah ilmu pengetahuan tentang kecerdasan emosional yang mencakup kecerdasan sosial, kesadaran sosial, dan kecerdasan emosi untuk mencegah konflik batin dan konflik sosial atas realitas kepemimpinan yang berwawasan sempit.

Dan kalau memungkinkan, jauhi atau hindari orang-orang berkarakter seperti yang Anda sebutkan di atas. Karena, sampai kapanpun mereka tidak akan pernah mampu memberikan kebaikan melalui etika umum kehidupan. Mereka selalu akan berpersepsi dan berkeyakinan bawah apa yang mereka lakukan dan katakan adalah kebenaran. Kalau sudah begitu, susahkan?

DJAJENDRA

KOMPETENSI PEMIMPIN BERDASARKAN KOMPETENSI ORGANISASI, MASYARAKAT, DAN POLITIK

“Pemimpin Terbaik Akan Menjauhi Hal-Hal Yang Mencoba Menghambat Visi Terbaiknya. Pemimpin Terbaik Selalu Mengevaluasi Kinerja Dirinya Untuk Membuat Dirinya Memimpin Dengan Strategi Yang Luar Biasa.” – Djajendra

Selamat sejahtera kepada Encik Djajendra.

Saya ingin bertanya kepada Encik iaitu:

Senaraikan, jelaskan dan rurmuskan kompetensi pemimpin berdasarkan: kompetensi organisasi,masyarakat dan politik? From: Qistina Batrisyia

Djajendra Menjawab

Yth. Qistina Batrisyia

Salam sejahtera untuk kita semua, terima untuk pertanyaan Qistina Batrisyia yang luar biasa.

Kompetensi pemimpin dalam organisasi adalah memiliki komitmen, integritas, etika, dan kepribadian untuk menjalankan visi, nilai-nilai, budaya organisasi, strategi, dan kepemimpinan yang fokus untuk mewujudkan semua rencana dan tujuan menjadi realitas.

Kompetensi pemimpin dalam masyarakat adalah menjadi panutan yang mampu menjaga diversity atau keanekaragaman dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan untuk kesejahteraan kehidupan semua pihak tanpa pilih kasih.

Kompetensi pemimpin dalam politik adalah menjadi aktor politik yang memiliki strategi dan arah yang pasti untuk menjalankan cita-cita dari ideologi yang disepakati oleh semua kepentingan. Termasuk, kemampuan kepemimpinan untuk mengamankan semua kepentingan masyarakat umum sesuai janji dan komitmen.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat untuk Anda. Salam sukses  dan saya doakan Anda selalu menjadi pemimpin terbaik dimanapun Anda berada.

Salam,

Djajendra

DJAJENDRA MENJAWAB LEADERSHIP

“Pemimpin Tidak Boleh Merasa Takut Walau Dirinya Harus Menyeberangi Sungai Dan Jurang Yang Terisi Monster Menyeramkan.” – Djajendra

Tanya: “Kualitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?”

Djajendra Menjawab: ” Kualitas untuk menjadi pemimpin yang diakui dan dipercaya oleh banyak orang.”

Tanya: “Apa tugas terpenting dari pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Tugas terpenting dari pemimpin adalah membawa keberuntungan untuk semua kehidupan, serta mewujudkan janji dan mimpi dalam realitas yang dinikmati oleh semua orang.”

Tanya: “ Dari mana pemimpin memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memimpin?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman yang hampir membuatnya kalah.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah orang-orang yang dia pimpin?”

Djajendra Menjawab: “Saat pemimpin berani melakukan semua hal yang dia ucapkan untuk menghilangkan rasa takut dari pengikutnya.”

Tanya:”Kualitas moral seperti apa yang harus dimiliki oleh pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Kualitas moral yang mencintai keragaman dan perbedaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”

Tanya: “ Bolehkah kepemimpinan berhenti sedetik untuk beristirahat?”

Djajendra Menjawab: “Kepemimpinan tidak boleh berhenti sedetik pun, karena energi kepemimpinan harus terus hadir untuk menjaga keseimbangan dari sebuah peran dan fungsi.”

Tanya: “Bagaimana pemimpin bekerja?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin bekerja di tempat terbuka yang terang dan dapat dilihat oleh semua orang.”

Tanya: “Apakah pemimpin wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada?”

Djajendra Menjawab: “Jelas, pemimpin harus mematuhi aturan. Tapi, kalau aturan itu menghilangkan kesenangan dan keadilan untuk orang banyak, maka aturan itu harus diperbaiki demi kebahagiaan banyak orang.”

Tanya: ”Apakah pemimpin bertanggung jawab terhadap perbedaan yang pro konflik?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin ada untuk mengakhiri mindset yang melihat perbedaan sebagai bencana, setidaknya pemimpin harus dapat membantu orang-orang untuk hidup dengan aman dalam keanekaragaman.”

Tanya: “Seperti apa peran pemimpin dalam membangun pola hubungan positif di organisasi?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin harus menjadi energi untuk menghasilkan hubungan yang menghormati kapasitas masing-masing pihak melalui tugas, fungsi, peran, dan posisi.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus bersikap berani dan kapan harus bersikap takut?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin harus selalu bersikap berani saat mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan janji dan komitmen. Pemimpin tidak boleh merasa takut walau dirinya harus menyeberangi sungai dan jurang yang terisi monster menyeramkan.”

Tanya: “ Apakah pemimpin bertanggungjawab terhadap perubahan?”

Djajendra Menjawab: “ Jelas! Pemimpin harus bertanggung jawab untuk memimpin melalui perubahan. Sebab, kehidupan adalah sebuah pertumbuhan melalui perubahan yang tertata dan terkelola dengan bijak.”

Tanya: “ Pemimpin juga manusia yang tidak sempurna, apakah pemimpin boleh bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran?”

Djajendra Menjawab: “Betul, pemimpin juga adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu belajar dan menjaga diri dengan totalitas untuk tidak bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

STRES MENGHADAPI PERILAKU BOS YANG NGOTOT DAN TINGGI HATI

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Nama saya DML, saya sedang stres menghadapi perilaku bos yang terlalu ngotot dan bersikap tinggi hati terhadap keinginannya. Bos saya sering sekali mengabaikan aturan dan kebijakan kantor yang ada. Karyawan pada bingung, bos tidak suka niatnya dihalangi, dan karyawan juga tidak berani ngelawan bos. Menurut pak Djajendra, bagaimana kami seharusnya bersikap terhadap bos kami? terima kasih.

Djajendra Menjawab

Dear DML, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Pertama, perilaku bos yang ngotot dan tinggi hati adalah persoalan ketidakcerdasan emosional. Oleh karena itu, selesaikan persoalan ngotot dan tinggi hati melalui cara mencerdaskan emosional, yaitu dimulai dari mencerdaskan emosional diri Anda. Sebab, Anda yang berperasaan bahwa bos Anda itu ngotot dan tinggi hati. Hal ini berarti, Anda telah menggunakan pikiran negatif Anda untuk melihat perilaku bos Anda. Saran saya, cobalah mulai berpikir positif tentang perilaku bos Anda. Kedua, bila bos Anda sering mengabaikan aturan dan kebijakan kantor, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam menjalankan perintah bos Anda. Pastikan semua pekerjaan yang Anda lakukan sesuai dengan aturan dan kebijakan kantor, dan selalu lengkapi pekerjaan Anda dengan kertas kerja dan administrasi yang rapi dan teliti. Sebab, bos yang suka mengabaikan aturan dan kebijakan adalah bos yang berpotensi membawa risiko ke dalam organisasi. Kerjakan tugas dan tanggung jawab melalui budaya kerja yang sesuai dengan panduan etika bisnis dan etika kerja. Sekian dulu jawaban dari saya, semoga jawabannya bermanfaat. Terima kasih, Djajendra.

Tips Kepemimpinan

“Aku Tidak Tahu Apa Takdir Anda Nantinya, Tapi Satu Hal Yang Aku Tahu. Satu-Satunya Di Antara Anda Yang Akan Benar-Benar Bahagia Adalah Anda Yang Akan Mencari Dan Menemukan Cara Untuk Melayani.” – Dr Albert Schweitzer

Pertanyaan?

Dear Pak Djajendra,

Nama saya Rony, sudah 2 x saya mengikuti training bapak Djajendra. Saya baru mendapatkan promosi untuk memimpin cabang di Jambi. Saya ingin memimpin dengan baik dan melayani perusahaan secara profesional. Saya tidak ingin kehilangan kesempatan baik ini untuk  berprestasi. Mohon tips-tips dari bapak untuk memperkuat semangat saya. Terima kasih. Rony, Pekan Baru.

Djajendra Menjawab!

Dear Rony,

Pertama, saya ucapkan selamat untuk promosi yang Anda dapatkan, semoga Anda selalu sukses dan terus – menerus menciptakan prestasi dan kinerja terbaik.

Untuk memimpin dengan baik, Anda harus melayani organisasi dan setiap stakeholders dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Artinya, kualitas seorang pemimpin terletak pada kemampuan teknis untuk mengelola organisasi, ditambah kualitas untuk memberikan pelayanan melalui hati nurani dengan kekuatan empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan tanggung jawab.

Berikut tips untuk kepemimpinan Anda di cabang Jambi:

  1. Pahami karakter orang – orang di kantor Anda dengan baik, lalu layani mereka dengan cinta dan penuh tanggung jawab.
  2. Pimpinlah dengan perasaan sabar dalam pengendalian diri yang baik.
  3. Jadilah pemimpin yang memberi perhatian, penghargaan, dan dorongan kepada semua bawahan Anda.
  4. Jadilah diri sendiri dan dapatkan  kehormatan melalui sifat baik Anda.
  5. Perlakukan setiap orang di tempat kerja sebagai orang-orang penting yang menjadi inti kekuatan organisasi Anda di cabang.
  6. Jadilah pemimpin yang memenuhi harapan dan kebutuhan orang lain dengan tanpa pamrih.
  7. Kuatkan kecerdasan emosional Anda, dan singkirkan sifat dan perilaku yang merugikan diri Anda dan orang lain.

Pemimpin cabang yang baik tidak hanya akan sibuk bekerja keras dengan permainan kekuasaan, tapi dia akan mulai menanam nilai-nilai positif kepada setiap orang di tempat kerja, lalu akan berjuang total untuk mengembangkan, membangun dan mempertahankan reputasi cabang dan perusahaan secara keseluruhan.

Pemimpin yang hebat selalu memahami bahwa dia akan menuai apa yang dia tabur. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu menabur kebaikan agar Anda menjadi pemimpin yang dicintai setiap stakeholders.

Sekian dan terima kasih. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Yang Tidak Mau Mendengar

Pertanyaan

Jika kita baru mau kasih pandangan tapi pimpinan langsung tidak mau dengar, pergi begitu aja, malahan langsung main ganti orang aja. Pemimpin bagaimanakah dia dan kepemimpinan apa yang dia pakai? Tarida

DJAJENDRA MENJAWAB

Terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa.

Kepemimpinan selalu menghadirkan begitu banyak karakter. Pemimpin yang Anda sebutkan di atas adalah pemimpin yang kurang percaya diri. Pemimpin yang kurang percaya diri akan menciptakan banyak konflik di internal organisasi. Termasuk, konflik batin yang Anda rasakan saat ini.

Kepemimpinan apa yang dia pakai? Pemimpin yang kurang percaya diri biasanya akan menjadi diktator yang menjalankan organisasi dengan sikap curiga,tanpa toleransi, tanpa empati, tanpa cinta, tanpa tanggung jawab, tanpa integritas, tanpa etika, tanpa moralitas, dan tanpa kepedulian. Dia akan memimpin sambil mencurigai setiap orang, selalu memproteksi diri sendiri secara berlebihan, tidak suka dikritik, dan sangat senang dipuji.

Bila Anda bekerja dengan pemimpin seperti yang Anda sebutkan di atas, Anda harus menyesuaikan diri Anda dengan karakter kepemimpinan tersebut. Caranya, sempurnakan kecerdasan emosional, kecerdasan komunikasi, dan kecerdasan sikap baik Anda. Semua ini tidak mungkin Anda lakukan secara instan, tapi diperlukan waktu bertahun-tahun. Pastikan mulai hari ini Anda membangun kepribadian diri Anda yang sabar, tegar, kokoh, dan tak tergoncangkan oleh karakter kepemimpinan negatif seperti apa pun. Selamat mencoba!