MENGHADAPI REKAN KERJA YANG IRI HATI

DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Pertanyaan

Karirku di kantor sangat baik dan bos sangat mempercayaiku, tetapi banyak rekan-rekan yang iri hati dan menjadi musuh dalam selimut. Bagaimana cara menghadapi mereka?

Djajendra Menjawab

Cara terbaik menghadapi musuh adalah menjadikan mereka teman. Sadarlah bahwa iri hati rekan-rekan Anda merupakan bentuk perhatian mereka kepada Anda. Jadi, jangan terlalu ambil pusing untuk urusan-urusan perasaan orang lain terhadap Anda. Teruslah berkarya dan berkontribusilah dengan profesional di tempat kerja, rangkul semua orang dan teruskan kesuksesan Anda dengan bijak dan etis.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Advertisements

Bonus Atau Saham Untuk Pegawai?

1. Jelaskan Mengapa Perusahaan Memberikan Bonus Atau Saham Kepada Pegawainya? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Perusahaan memberikan bonus  kepada pegawai, karena perusahaan ingin mempertahankan pegawai-pegawai terbaik. Perusahaan memberikan saham kepada pegawai, karena perusahaan ingin mengikat pegawai tersebut sebagai pemilik atau mitra dalam bisnis. Pemberian saham biasanya dilakukan terhadap para pegawai yang memiliki jaringan pemasaran yang luas, atau terhadap para pegawai dengan skill langka yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Pemberian saham merupakan pilihan akhir, kalau memungkinkan perusahaan akan bertahan sebatas bonus.

2. Menurut Pandangan Anda, Pada Saat Apa Perusahaan Memberikan Bonus Kepada Pegawai, Dan Pada Saat Apa Memberikan Saham Kepada Pegawai? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Perusahaan memberikan bonus kepada pegawai pada saat keuntungan meningkat dan semua target tercapai dengan optimal. Perusahaan memberikan saham kepada pegawai pada saat perusahaan ingin menahan pegawai – pegawai inti, tapi perusahaan tidak mampu bersaing dengan perusahaan lain dalam hal kompensasi atau gaji. Hal ini terjadi di saat perusahaan mengalami masalah cash flow, dan memiliki rencana-rencana jangka panjang yang menjanjikan keuntungan.

3. Mana Lebih Baik Apakah Memberikan Bonus Kepada Pegawai Atau Saham? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Sangat tergantung kepada visi perusahaan. Kalau memberikan bonus berarti perusahaan memenuhi insentif keuangan untuk menahan pegawai dalam jangka pendek. Kalau memberikan saham berarti perusahaan memenuhi perasaan kepemilikan pegawai dan dapat mengikat pegawai selamanya bersama perusahaan.

4. Apa Kelebihan Dan Kelemahan Bila Memberikan Bonus? Apa Kelebihan Dan Kelemahan Bila Memberikan Saham? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Kelebihan dari memberikan bonus adalah bahwa bonus sangat disukai oleh pegawai, dan bonus dapat menjadi alat untuk meningkatkan motivasi dan gairah kerja pegawai dalam meningkatkan pencapaian target – target perusahaan.  Kelemahan dari pemberian bonus adalah bahwa bonus bersifat insentif jangka pendek, dan tidak menjadi jaminan untuk menghindarkan pengunduran diri dari pegawai – pegawai terbaik.

Kelebihan dari memberikan saham adalah bahwa perusahaan dapat menjamin operasional bisnisnya dalam jangka panjang bersama para karyawan berkualitas. Kelemahan dari memberikan saham adalah di saat muncul konflik kepemilikan, dan  biasanya para pendiri atau pemegang saham mayoritas yang menang.

5. Menurut Pandangan Anda, Pada Saat Ini Perusahaan Lebih Banyak Memberikan Saham Atau Bonus Kepada Pegawai, Mengapa? – Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Menurut pengetahuan saya, pada saat ini kebanyakan perusahaan masih lebih suka memberikan bonus kepada para pegawainya daripada memberikan saham. Alasannya, pendiri perusahaan masih belum mau berbagi hak kepemilikannya dengan orang lain, termasuk dengan pegawainya. Kondisi ini harus bisa dipahami karena kebanyakan perusahaan tersebut adalah perusahaan milik sebuah keluarga dengan dominasi mutlak dari para pendiri dan turunannya. Tetapi, ada juga perusahaan yang memberikan saham dengan kesadaran untuk mengikat pegawai-pegawai terbaik agar menjadi lebih setia dan membantu mengembangkan perusahaan.

Untuk konsultasi kirim E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Persiapan Untuk Mencari Pekerjaan

”Bekerja Dengan Baik Artinya Bekerja Dengan Mencapai Target Dan Memenuhi Standar Kerja.”- Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan pencari kerja agar mudah mendapatkan pekerjaan yang disukai? Mohon tips dan triknya, pak. Terima kasih, Vinna Dema

Djajendra Menjawab!

Dear Vinna Dema,

Setiap pencari kerja wajib mempersiapkan diri dengan pengetahuan, wawasan, emosi, mental, dan fisik yang sesuai dengan kualifikasi dari pekerjaan yang disukai tersebut. Dan juga memahami apakah pekerjaan tersebut bisa menjadi jembatan emas buat karir Anda di masa depan? Jangan sampai setelah bekerja beberapa tahun Anda mulai jenuh dan bosan dengan pekerjaan tersebut.

Langkah selanjutnya, buat perencanaan yang baik untuk mencari peluang dan kesempatan kerja yang tersedia di pasar kerja. Anda bisa memonitor lowongan kerja di surat kabar, majalah, internet, teman, headhunter, keluarga, atau pun melakukan hubungan langsung dengan perusahaan yang Anda sukai. Bila Anda belum memiliki pengalaman kerja. Saran saya, terimalah pekerjaan apa pun sepanjang pekerjaan itu baik dan tidak merugikan reputasi Anda, yang penting Anda tidak boleh membohongi kemampuan diri sendiri. Pelajari jenis-jenis pekerjaan yang ada lowongannya. Pelajari juga karakter dan reputasi dari perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut. Jika Anda yakin terhadap jenis pekerjaan yang Anda sukai, dan jika Anda yakin pada kebaikan perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut, maka tidak ada alasan buat Anda untuk tidak melamar pekerjaan tersebut. Buat surat lamaran kerja yang baik dan jelas tentang kompetensi dan karakter kerja yang Anda miliki. Lalu, kirim surat lamaran tersebut ke bagian yang tepat di perusahaan yang Anda sukai, kemudian siapkan diri Anda untuk menghadapi setiap tahapan proses masuk kerja: seperti test, interview, dan masa orientasi kerja.

Jangan lupa untuk melakukan penilaian atas kepantasan diri Anda terhadap sebuah pekerjaan. Lakukan penilaian terhadap karakter dan kompetensi diri Anda secara jujur oleh Anda sendiri. Pahami jenis kerja dan karakter kerja yang sesuai dengan hati nurani Anda. Pahami pengalaman-pengalaman masa lalu Anda yang terkait dengan pekerjaan dan pendidikan Anda. Pahami semua keterbatasan dan kelebihan yang Anda miliki. Pahami secara baik tugas dan kualifikasi dari pekerjaan tersebut sebelum Anda memutuskan untuk melakoninya.

Anda harus memiliki mind set bahwa apapun jenis pekerjaan yang Anda terima, Anda wajib bekerja dengan konsisten tanpa terpengaruh oleh suasana hati, lingkungan kerja, lingkungan rumah, kondisi cuaca, kondisi tubuh. Jadi, mind set Anda itu tidak boleh memiliki alasan – alasan untuk tidak bekerja secara optimal atau pun suka menunda-nunda pekerjaan. Sekian dulu ya, Vinna Dema. Thanks, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mengatasi Kendala Jenjang Karir Di Perusahaan

“Perilaku Kerja Perusahaan Yang Hanya Difokuskan Pada Angka-Angka, Tanpa Sikap Untuk Memberdayakan, Menyemangati, Menggugah, Dan Memberi Penghargaan Kepada Para Karyawan, Akan Menjadi Tidak Efektif.” – Djajendra

Tanya?

Yth, Bp. Djajendra

Salam kenal….Terima kasih atas artikel-artikel corporate wisdom dari  bapak. Dalam kesempatan ini saya ingin solusi dari bapak mengenai problem  yang terjadi dilingkungan kerja kami, yaitu antara engineer dengan crew mesin atau operator. Technician rata2 lulusan diploma dengan masa kerja 5  tahunan dan atau SMK dengan masa kerja 9 tahun keatas, sedang operator  rata-rata lulusan SMK fresh sampai paling lama 5 tahunan. Seiring dengan  pertumbuhan/expansi perusahaan kami bekerja yang jadi kendala mengenai  jenjang karir dikarenakan banyaknya Operator mendapat promosi menjadi  Foreman/ unit head dimana ini setara dengan senior technician atau engineer dan rata-rata gaji technician/engineer setara bahkan ada yang  kalah dengan operator. Padahal dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas.  Untuk itu mohon masukkan dan solusi dari bapak mengenai hal ini sehingga  para technicia/ engineer tidak mengalami demotivasi yang pada akhirnya  akan mempengaruhi kinerja karyawan. Kalau diengineering tidak ada jejang  karir struktural bagaimana mencari solusinya.

Sekian terima kasih atas perhatian Bapak.

Salam, Noor Hidayat.

Djajendra Menjawab!

Yth. Bp.  Noor Hidayat.

Salam Bahagia.

Problem yang terjadi dilingkungan kerja adalah hal yang wajar selama problem itu bisa diselesaikan dengan bijaksana dan profesional. Dalam kasus lingkungan kerja Anda, problem antara engineer dengan crew mesin atau operator terjadi disebabkan oleh ketidakkonsisten manajemen dalam menjalankan prinsip-prinsip kerja yang berlandaskan asas keadilan, keterbukaan, kejujuran, dan pertanggungjawaban.

Ketidakkonsisten manajemen dapat dibuktikan dari sikap manajemen, dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas. Tetapi, sekarang pekerjaan itu diisi oleh para operator yang secara pendidikan dan pengalaman masih dibawah technician.

Sikap tidak konsisten ini akan berdampak negatif buat pemberdayaan dan pengembangan kualitas karyawan dalam pencapaian kinerja perusahaan yang maksimal. Dan bila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, perusahaan akan kehilangan momentum untuk membangun etos kerja yang hebat, untuk menjadikan setiap karyawan bekerja dengan kualitas prima di perusahaan.

Saran saya, secepatnya persoalan ini diatasi dengan cara membuat konsep jenjang karir dan konsep penggajian yang didasarkan pada hal-hal yang bersifat konsisten. Selanjutnya sikap konsisten ini harus diperlihatkan perusahaan melalui peraturan, kebijakan, etika, dan perilaku manajemen yang adil, jujur, terbuka, realistis, bersikap profesional, berempati, dan bersahabat dengan semua karyawan.

Manajemen harus segera memperbaiki hal-hal yang membuat para technician / engineer merasa tidak adil; perusahaan harus segera menghapus perilaku manajemen yang tidak adil dan tidak jelas; lalu, menciptakan perilaku manajemen yang efektif dan yang dicintai oleh setiap karyawan.

Pertumbuhan atau ekspansi bisnis perusahaan harus diikuti juga dengan penajaman pada kekuatan perilaku dan budaya kerja karyawan yang sesuai dengan strategi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang baik pasti memiliki sistem yang jelas untuk pemberdayaan dan pengembangan semua unsur dari kekuatan sumber daya manusianya. Jadi, kalau diengineering tidak ada jejang karir struktural, solusinya adalah perusahaan wajib membuat peta perjalanan karir para technician / engineer sehingga ada jenjang karir buat mereka di struktur organisasi perusahaan.

Saat para technician / engineer memahami jenjang karir mereka di perusahaan, mereka akan bekerja dengan harapan dan semangat yang lebih tinggi. Mereka juga akan merasa bahagia bisa bekerja bersama perusahaan yang memperhatikan karir dan masa depan mereka.

Semoga Anda bisa menyelesaikan semua persoalan kantor Anda dengan bijaksana. Sekian dan terima kasih.

Bekerja Dalam Perusahaan Keluarga, Sama Artinya Bekerja Dalam Sistem Monarki

“Seorang Profesional Sejati Akan Meletakkan Dirinya Dalam Tujuan Untuk Memberikan Hal-Hal Terbaik Buat Perusahaan, Bukan Pada Ambisi Untuk Mengejar Jabatan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Sudah lebih dari 8 tahun ini, saya bekerja di sebuah perusahaan property yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Jujur saja, sebagai seorang profesional, saya bekerja keras untuk meraih jabatan direksi, tapi sejauh ini komposisi anggota direksi 90 % diisi oleh pihak keluarga yang masih memiliki hubungan kerabat, dan sisanya 10% menjadi milik orang luar. Pertanyaan saya, apakah kerja keras saya selama ini memiliki potensi untuk mendapatkan posisi direksi? Terima kasih, pak! From Thomas J W, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Thomas JW,

Bekerjalah tanpa pamrih dengan dukungan hati yang tulus, untuk berdedikasi kepada perusahaan yang telah memberikan kehidupan ekonomi dan karier masa depan.
Ingat! Perusahaan keluarga seperti sebuah sistem monarki. Di mana, dalam sistem monarki kekuasaan selalu harus ada di tangan Raja, dan diwarisi secara turun – temurun untuk menjadi warisan keluarga si Raja. Demikan juga dengan perusahaan keluarga, kekuasaan harus berada ditangan si pendiri, dan diwarisi secara turun-temurun untuk menjadi warisan keluarga si pendiri. Artinya, manajemen perusahaan keluarga pasti akan berjalan secara nepotisme. Dan, tujuan utama keberadaan perusahaan keluarga untuk memenuhi kebutuhan kehidupan ekonomi dan self estem si keluarga besar. Jadi, sebagai seorang profesional sejati, Anda harus memperlihatkan sikap pengabdian yang besar kepada pihak keluarga, tanpa perlu terlalu berambisi untuk mengambil porsi keluarga.
Menjawab pertanyaan Anda, apakah kerja keras Anda selama ini memiliki potensi untuk mendapatkan posisi direksi? Jawaban saya, posisi direksi adalah posisi strategis, dan bila pihak keluarga menganggap Anda sebagai pribadi yang pantas untuk berada di posisi strategis itu, maka Anda pasti mendapatkan posisi direksi tersebut. Jadi, teruslah mengabdi dengan hati dan dedikasi yang tinggi, tanpa terlalu berambisi kepada sebuah jabatan. Sekian dulu ya, Thomas JW, have great day!

Bekerja Pada Perusahaan Keluarga

Segala Keinginan Dan Harapan Yang DiKerjakan Dengan Segenap Perhatian, Fokus, Disiplin, Energi, Dan Konsentrasi. Pasti Akan Terwujud Dalam Kehidupan. By. Djajendra.

Pertanyaan ?

Jika kita bekerja pada perusahaan keluarga, bagaimana cara menjaga hubungan antar kolega agar tidak terjadi kesenjangan atau kesalahpahaman? – Cosmopolitan

Djajendra Menjawab !

Perusahaan yang sehat selalu dibangun dengan sistem dan kultur yang profesional dengan cara menjunjung tinggi praktik kerja yang beretika bisnis terbaik; seperti transparan, adil, jujur, dan penuh tanggung jawab, dalam balutan integritas yang tinggi, serta sikap bijak yang menghargai kehebatan dan kerja keras dari orang lain. Di antara sikap bijak kita yang paling penting adalah merawat hubungan kerja yang berintegritas antara kita dengan kolega kita, dengan demikian akan terjadi sebuah proses positif yang menguatkan empati kita pada para kolega. Hubungan dengan integritas yang harmonis akan menghasilkan rasa saling percaya di antara kita dengan kolega kita. Jadi, tidaklah akan terjadi kesenjangan dan kesalahpahaman di antara kita dengan kolega kita, apalagi bila kita selalu berniat tulus untuk bekerja dengan cara-cara yang mengedepankan etika dan moral dalam membangun hubungan yang super hebat di dalam perusahaan kita.

Trick of The Month

4 buah tips singkat. Jika kita bekerja dengan mantan pacar si dia?

• Jangan menciptakan gambaran mantan pacar si dia sebagai monster di dalam imajinasi.

• Bersihkan pikiran dari prasangka buruk.

• Bersikaplah dengan bijak dan bekerjalah secara profesional.

• Berhentilah untuk memikirkan hal-hal yang merugikan karier kerja.

Sekian dan terima kasih.

Manager HRD Adalah Sebuah Jabatan Yang Membutuhkan ‘SURVIVAL SKILLS’.

“Permainan Kehidupan Adalah Permainan Bumerang. Cepat Atau Lambat, Pikiran, Tindakan, Dan Kata-Kata Kita Akan Kembali Kepada Kita, Dengan Sangat Akurat.” – Florence Shinn

Dear Bapak Djajendra,

Ini adalah tahun pertama saya sebagai Manager HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. Persiapan-persiapan seperti apa saja yang harus saya lakukan agar pekerjaan saya disukai oleh bos dan anak buah? Mohon pencerahannya, terima kasih. Dewi, Jakarta.

Dear Dewi,

Djajendra Menjawab!

Manager HRD adalah sebuah jabatan yang membutuhkan ‘Survival Skills’, yaitu Anda harus terampil untuk mengamankan diri Anda dari kepentingan bos dan juga terampil mengamankan diri Anda dari kepentingan para karyawan. Ingat! Selalu akan ada dua kepentingan ini yang saling berseberangan dengan persepsi masing-masing. Oleh karena itu, Anda sebagai Manager HRD harus bersikap bijaksana dan profesional. Kalau Anda gagal menjadi pribadi yang cerdik dan bijak Anda akan terpaksa harus memilih membantu siapa. Jika Anda memilih membantu kepentingan bos, Anda akan dimusuhi oleh karyawan, atau sebaliknya jika Anda memilih membantu kepentingan para karyawan, Anda bisa di phk oleh bos. Jadi, pintar-pintarlah menjalankan peran dan fungsi kerja Anda sebagai Manager HRD Perusahaan. Bukan menjadi Manager HRD si bos atau si karyawan, tapi Anda bekerja untuk kepentingan kesuksesan seluruh kekuatan sumber daya manusia perusahaan tanpa terkecuali.

Berikut tips buat Anda!

1.Pastikan Anda Bekerja Dengan Kekuatan Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Anda.

2.Pastikan Dalam Situasi Apa Pun Diri Anda Selalu Terkendali Bersama Sikap Baik.

3.Sosialisasikan Semua Tata Tertib, Aturan, SOP Perusahaan Kepada Setiap Karyawan Dan Pimpinan.

4.Jangan Pernah Membicarakan Kejelekan Siapa Pun Di Kantor.

5.Jangan Hanya Memperhatikan Kepentingan Karier Diri Sendiri Dan Mengabaikan Urusan Karier Karyawan.

6.Jangan Membuat Keputusan Yang Tidak Konsisten Dan Berubah-Ubah.

7.Pastikan Job Diskripsi Dari Setiap Pimpinan Dan Karyawan Di Buat Dengan Jelas Dan Terukur Antara Tugas, Tanggung Jawab, Dan Kewajiban.

8.Pastikan Setiap Karyawan Mengetahui Dengan Jelas Tentang Sasaran Kerja Yang Harus Mereka Capai Setiap Hari.

9.Pastikan Semua Karyawan Dan Pimpinan Dari Berbagai Unit Kerja Selalu Bekerja Sama Untuk Tujuan Perusahaan.

10.Pastikan Perusahaan Menyiapkan Dukungan, Pelatihan, Coaching, Dan Pengembangan Untuk Membantu Para Karyawan Dan Pimpinan Mencapai Target Yang Diinginkan Perusahaan.

Sekian dan Terima Kasih