Negosiasi Gaji Lewat Telpon, Kurang Etis.

Pertanyaan ?

Dalam pemanggilan wawancara kerja, suka ditemukan kasus dimana HRD sudah menanyakan gaji yang diharapkan lewat telepon sebelum pelamar dipanggil datang untuk wawancara. Gimana sih cara bernegosiasi gaji lewat telpon supaya tidak mengganggu proses selanjutnya? (ini dari sudut pandang pelamarnya ya..) –  Cosmopolitan.

Djajendra Menjawab !

Dalam etika komunikasi, melakukan negosiasi gaji melalui telepon menurut saya adalah perilaku tidak sopan. Tetapi, bila ada HRD yang menanyakan gaji sebelum memanggil pelamar ke proses wawancara, saya pribadi meragukan kredibilitas dan kualitas dari HRD tersebut. Perusahaan yang dikelola secara profesional pastinya tidak akan melakukan hal-hal yang bisa mengurangi nilai-nilai moralitas dan etika dalam sebuah proses rekrutmen. Bila ada HRD yang melakukan negosiasi gaji melalui telpon, sebaiknya Anda beritahukan standar gaji yang Anda harapkan. Bersikaplah tegas dan profesional, jangan beri kesan seolah Anda sangat membutuhkan pekerjaan tersebut.

Sekian dan terima kasih

Persoalan PHK Tidak Tergantung Kepada Teori Z nya Dr. William Ouchi

“Persoalan PHK Tidak Tergantung Kepada Teori Z, Persoalan PHK Lebih Kepada Persoalan Ekonomi, Financial, Atau Pun Untuk Tujuan Penyegaran Manajemen.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bapak Djajendra,

Apakah teori Z yang digagas oleh William Ouchi mampu mengurangi bencana phk? Dan, apa saja kekuatan dan kelemahannya? Terima kasih, Dodi W – Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Dodi w,

Yang saya pahami dari semangat Dr. William Ouchi dengan theory Z nya, adalah membangun loyalitas pekerja melalui mind set pekerjaan seumur hidup. Kalau Anda tanya, apakah teori Z mampu mengurangi bencana phk, jawaban saya adalah belum tentu. Sebab, persoalan phk bukanlah tergantung kepada loyalitas atau konsep pekerjaan seumur hidup, persoalan phk lebih kepada persoalan ekonomi, financial atau pun untuk tujuan penyegaran manajemen.
Kekuatan dari teori Z ini terletak pada upaya perusahaan untuk mengikat karyawan dengan loyalitas tanpa batas, sehingga karyawan diharapkan mau bekerja dalam sikap yang penuh integritas untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan teori ini terletak pada saat kemampuan perusahaan menurun dalam komitmennya untuk tetap mempertahankan karyawan, apalagi saat ketidakpastian ekonomi merusak sektor financial dan bisnis perusahaan. Sekian dulu, ya, Dodi. Have a great day!

Manager HRD Adalah Sebuah Jabatan Yang Membutuhkan ‘SURVIVAL SKILLS’.

“Permainan Kehidupan Adalah Permainan Bumerang. Cepat Atau Lambat, Pikiran, Tindakan, Dan Kata-Kata Kita Akan Kembali Kepada Kita, Dengan Sangat Akurat.” – Florence Shinn

Dear Bapak Djajendra,

Ini adalah tahun pertama saya sebagai Manager HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. Persiapan-persiapan seperti apa saja yang harus saya lakukan agar pekerjaan saya disukai oleh bos dan anak buah? Mohon pencerahannya, terima kasih. Dewi, Jakarta.

Dear Dewi,

Djajendra Menjawab!

Manager HRD adalah sebuah jabatan yang membutuhkan ‘Survival Skills’, yaitu Anda harus terampil untuk mengamankan diri Anda dari kepentingan bos dan juga terampil mengamankan diri Anda dari kepentingan para karyawan. Ingat! Selalu akan ada dua kepentingan ini yang saling berseberangan dengan persepsi masing-masing. Oleh karena itu, Anda sebagai Manager HRD harus bersikap bijaksana dan profesional. Kalau Anda gagal menjadi pribadi yang cerdik dan bijak Anda akan terpaksa harus memilih membantu siapa. Jika Anda memilih membantu kepentingan bos, Anda akan dimusuhi oleh karyawan, atau sebaliknya jika Anda memilih membantu kepentingan para karyawan, Anda bisa di phk oleh bos. Jadi, pintar-pintarlah menjalankan peran dan fungsi kerja Anda sebagai Manager HRD Perusahaan. Bukan menjadi Manager HRD si bos atau si karyawan, tapi Anda bekerja untuk kepentingan kesuksesan seluruh kekuatan sumber daya manusia perusahaan tanpa terkecuali.

Berikut tips buat Anda!

1.Pastikan Anda Bekerja Dengan Kekuatan Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Anda.

2.Pastikan Dalam Situasi Apa Pun Diri Anda Selalu Terkendali Bersama Sikap Baik.

3.Sosialisasikan Semua Tata Tertib, Aturan, SOP Perusahaan Kepada Setiap Karyawan Dan Pimpinan.

4.Jangan Pernah Membicarakan Kejelekan Siapa Pun Di Kantor.

5.Jangan Hanya Memperhatikan Kepentingan Karier Diri Sendiri Dan Mengabaikan Urusan Karier Karyawan.

6.Jangan Membuat Keputusan Yang Tidak Konsisten Dan Berubah-Ubah.

7.Pastikan Job Diskripsi Dari Setiap Pimpinan Dan Karyawan Di Buat Dengan Jelas Dan Terukur Antara Tugas, Tanggung Jawab, Dan Kewajiban.

8.Pastikan Setiap Karyawan Mengetahui Dengan Jelas Tentang Sasaran Kerja Yang Harus Mereka Capai Setiap Hari.

9.Pastikan Semua Karyawan Dan Pimpinan Dari Berbagai Unit Kerja Selalu Bekerja Sama Untuk Tujuan Perusahaan.

10.Pastikan Perusahaan Menyiapkan Dukungan, Pelatihan, Coaching, Dan Pengembangan Untuk Membantu Para Karyawan Dan Pimpinan Mencapai Target Yang Diinginkan Perusahaan.

Sekian dan Terima Kasih

Mungkinkah Perusahaan Menaikan Gaji Dimasa Krisis?

“Jika Anda Membiarkan Diri Anda Sendiri Tidak Disiplin Dalam Hal-Hal Kecil, Kemungkinan Juga Anda Tidak Akan Disiplin Dalam Hal-Hal Besar.” – Warrent Buffett


Pertanyaan ?

Mungkinkah Perusahaan Menaikkan Gaji Dimasa Krisis Global Seperti Ini?

Djajendra Menjawab!

Sebuah perusahaan dengan bisnis yang buruk di masa krisis ekonomi global ini pasti tidak mungkin mampu menaikkan gaji karyawannya. Sedangkan perusahaan dengan bisnis yang hebat di masa krisis ini seharusnya menaikkan gaji karyawan, agar karyawan menjadi semakin loyal dan lebih bersemangat.
Pada masa krisis ekonomi global seperti sekarang ini, setiap perusahaan memerlukan efisiensi, efektifitas, kerja keras, dan loyalitas dari karyawannya di semua aspek kerja untuk bisa bertumbuh. Diperlukan cara kerja yang lebih kreatif, lebih strategis, lebih kolabaratif, agar ada ruang untuk menaikkan penghasilan perusahaan supaya perusahaan bisa menaikkan gaji karyawannya.

Pertanyaan ?

Bagaimana Cara Karyawan Lama Menghadapi Karyawan Baru Yang Cerdas Dan Mendapat Kepercayaan Dari Si Bos ?

Djajendra Menjawab!

Jika realitas menunjukkan bahwa karyawan baru memiliki potensi lebih hebat dari karyawan lama dan langsung mendapat kepercayaan dari si bos, karyawan lama seharusnya bangkit dengan motivasi yang lebih tinggi untuk menjadikan dirinya lebih berkualitas dan lebih profesional daripada si karyawan baru tersebut. Risiko ancaman terhadap posisi karyawan lama sebenarnya tidak datang dari si karyawan baru, tapi oleh sikap karyawan lama yang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan perubahan di kantor.

Berikut Tips Untuk Karyawan Lama:

1.Kembangkan pikiran positif dan emosi baik, agar tidak merasa terancam oleh kehadiran karyawan baru.

2.Bersikaplah secara profesional di kantor dan jadilah pembelajar yang terus mengisi diri dengan berbagai pengetahuan baru.

3.Kembangkan hubungan positif yang lebih strategis dengan si bos, dan kerjakan semua pekerjaan dengan tepat waktu dan lebih kreatif.

4.Yakinkan diri bahwa Anda adalah pribadi hebat yang mampu menaklukkan semua hambatan dan tantangan karier kerja dengan sikap optimistis

*Cosmopolitan