MEMBUAT KARAKTER KARYAWAN LEBIH TERMOTIVASI

MEMBUAT KARAKTER KARYAWAN LEBIH TERMOTIVASI DALAM MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN

Pertanyaan

Saya seorang instruktur, ingin menanyakan mengenai cara membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivsi dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Terus terang kelemahan saya di penguasaan materi. Apakah ada saran agar saya bisa mengajar dengan lebih baik?

Djajendra Menjawab

Bila ingin membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivasi dalam mengerjakan suatu pekerjaan, maka terlebih dahulu perusahaan harus berbudaya dan memiliki kepemimpinan yang unggul.

Perusahaan harus membangun budaya kerja atas dasar budaya organisasi, yang dicerminkan melalui nilai-nilai perilaku kerja.

Nilai-nilai perilaku kerja ini akan menjadi etos kerja yang harus diinternalisasikan ke mind set, agar dapat dipatuhi oleh setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan.

Ketika nilai-nilai perilaku kerja dari budaya organisasi sudah dapat diterima oleh karyawan, saat itu proses karakterisasi nilai-nilai ke dalam kepribadian karyawan lebih mudah untuk dilakukan.

Penguasaan materi untuk seorang pembicara atau instruktur  bersifat mutlak. Oleh sebab itu, Anda harus mempersiapkan materi secara sangat serius dan sangat terencana.

Pahami hal-hal yang benar-benar dibutuhkan oleh karyawan, agar motivasi dan perilaku kerja mereka dapat ditingkatkan.

Saran saya, jadilah diri sendiri yang unik, dan jangan pernah meniru gaya mengajar dari siapa pun.

Metode mengajar yang baik adalah membuat peserta berpartisipasi aktif secara interaktif.

Ciptakan kegembiraan dan kesenangan agar suasana hati peserta dapat menyatu dengan program pelatihan yang Anda buat.

Jangan menggurui peserta, tapi ajaklah peserta untuk berkontribusi melalui berbagai cara dan teknik penyampaian materi yang bersifat kreatif dan efektif.

Djajendra

Advertisements

Semua Trainer Memiliki Kelebihan Masing-Masing

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Nama saya Debora, bekerja sebagai Hrd Manager di  sebuah perusahaan asing bidang cleaning service untuk gedung bertingkat . Saya ingin bertanya, apa kriteria terbaik dalam memilih trainer dari luar perusahaan. Sebagai informasi, perusahaan kami selalu mengadakan training, bisa 5 kali dalam sebulan. Terima kasih atas kesediaan bapak Djajendra untuk menjawab. Debora – Jakarta.

Djajendra Menjawab

Dear Debora,

Masalah kriteria trainer sangat ditentukan oleh kebutuhan perusahaan Anda pada hal apa yang ingin diajarkan kepada para karyawan perusahaan Anda. Menurut saya semua trainer atau pembicara memiliki kelebihan masing-masing. Artinya, Anda boleh mengundang siapa saja ke kantor Anda untuk memberikan persepsi dan pandangan terbaru buat keberhasilan perusahaan Anda. Semakin banyak pembicara dan trainer dari berbagai latar belakang yang Anda undang, maka para karyawan Anda akan semakin kaya dengan wawasan dan pengetahuan. Sekian dan terima kasih. Semoga Anda bersama perusahaan Anda selalu cemerlang.

Untuk konsultasi dengan Djajendra kirimkan pertanyaan Anda ke E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Training Yang Paling Tepat Buat Karyawan Dalam Situasi Krisis

”Berlatihlah Setiap Hari Untuk Membuat Kualitas Diri Tetap Dalam Kondisi Prima.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth. Bapak Djajendra,

Kami sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 3000 orang. Dalam setahun rata-rata kami melakukan inhouse training bisa lebih dari 30 x. Sekarang ini perusahaan melakukan kebijakan ikat pinggang, dan kami harus menyesuaikan budget dengan lebih efisien di semua bidang. Termasuk untuk pengeluaran biaya training. Pertanyaannya, jenis-jenis training apa yang paling tepat buat karyawan dalam situasi krisis seperti sekarang ini? Adakah saran dari bapak djajendra? Terima kasih. Astried, Surabaya.

Djajendra Menjawab!

Dear Astried,

Di masa krisis seperti sekarang ini sangat penting buat perusahaan untuk menjaga semangat, produktifitas, kreatifitas, dan kebersamaan dari setiap orang di perusahaan untuk berjuang dan bekerja keras mengatasi krisis yang ada.

Budget yang ketat tidak boleh menghalangi program pelatihan yang telah dimiliki perusahaan. Sebab, setiap program pelatihan pasti telah direncanakan untuk meningkatkan kualitas dan potensi karyawan buat menghadapi masa depan organisasi dan bisnis yang lebih cemerlang.

Setiap program training yang dibuat harus mampu merubah mind set karyawan untuk mau menjadi lebih antusias dalam melayani perusahaan dan customer.

Tentang jenis-jenis training yang paling tepat buat karyawan pada masa krisis seperti sekarang ini, adalah jenis training yang didisain untuk menolong para karyawan menjadi lebih fokus dan produktif terhadap pekerjaan, membangun mind set karyawan untuk menjadi lebih baik dalam melayani customer, menjaga keseimbangan diri dalam menghadapi tekanan kerja di perusahaan, membangun rasa percaya diri terhadap keterampilan dan kompetensi yang dimiliki saat ini, dan kesadaran untuk mengeksplorasi semua potensi tidur dalam diri menjadi aset yang berharga buat perusahaan dan diri sendiri.

Perusahaan juga harus bisa mengidentifikasi tentang siapa-siapa saja atau unit kerja mana saja yang paling perlu untuk fokus dan menjadi lebih produktif dalam melayani customer dan perusahaan. Setelah diidentifikasi, perusahaan harus memprioritaskan orang-orang atau unit kerja tersebut untuk diberikan porsi training yang lebih banyak. Training yang tepat sasaran pasti akan memberikan dampak langsung buat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada customer dan shareholder. Termasuk mengatasi ancaman krisis menjadi peluang yang menguntungkan.

Sekian dulu, Astried. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kecerdasan Emosional Untuk Punishment And Award

”Emosi Itu Tidak Berbentuk Dan Tidak Berukuran, Emosi Itu Sesuatu Yang Tercipta Dari Persepsi Indra. Jadi, Konsep Punishment And Award Mungkin Cocok Untuk Soal Disiplin Dan Tanggung Jawab, Tetapi Belum Tentu Cocok Untuk Urusan Kecerdasan Emosional.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Bagaimana cara kita mendoktrin emosi karyawan, agar karyawan patuh pada punishment and award yang diterapkan perusahaan? Terima kasih, Rustam-Medan.

Djajendra Menjawab!

Emosi itu sesuatu yang tercipta dari persepsi indra. Bila emosi karyawan melihat punishment dan award sebagai sesuatu yang menguntungkan, sudah pasti Anda akan sukses mendoktrin emosi karyawan untuk patuh pada ketentuan punishment and award. Tetapi, bila karyawan merasa aturan punishment and award itu merugikan, maka pekerjaan doktrin Anda hanya menjadi sia-sia tanpa hasil. Artinya, Anda boleh-boleh saja mendoktrin emosi baik kepada mind set karyawan. Tetapi yang perlu Anda ingat, persoalan emosi adalah persoalan perasaan, dan persoalan perasaan sifatnya sangatlah pribadi dan individualis. Diperlukan integritas yang sangat tinggi dari perusahaan untuk bisa menyentuh level emosi karyawan. Bila perusahaan hanya sekedar mendoktrin tanpa integritas yang tinggi terhadap kemajuan karier si karyawan, maka iming-iming dan hukuman tidak akan bekerja dalam emosi. Jadi, konsep punishment and award mungkin cocok untuk soal disiplin dan tanggung jawab, belum tentu cocok untuk urusan mempengaruhi emosi.

Sekian dan terima kasih.

Tanggung Jawab Karyawan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Pasar

“Risiko Datang Dari Ketidaktahuan Akan Apa Yang Anda Lakukan.” – Warren Buffett

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Nama saya Anita, saya bekerja sebagai manager hrd di sebuah pabrik di cikarang – Jawa Barat. Pertanyaan saya, apa saja tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar? Terima kasih atas perhatiannya.

Djajendra Menjawab!

Setiap karyawan pasti memiliki job diskripsi yang menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab mereka kepada perusahaan. Sepanjang karyawan mampu bekerja optimal sesuai tugas dan tanggung jawab, maka karyawan tersebut dapat dikatakan telah bertanggungjawab dan berprestasi.

Persoalan ketidakpastian pasar adalah persoalan bisnis. Jadi, tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar adalah memahami keadaan bisnis perusahaan dengan sabar, serta ikut membantu pimpinan perusahaan untuk melakukan perubahan dan menemukan solusi buat survive. Sekian dan terima kasih.

Pekerjaan Di Luar Job Desk

Tanya?

Bagaimana menghadapi pekerjaan di luar job desk?

Djajendra Menjawab!

Cara menghadapi pekerjaan di luar job desk.

1.Pastikan pekerjaan itu tidak bertentangan dengan aturan kantor.
2.Katakan “Tidak” dengan sikap profesional bila pekerjaan itu mengancam karier Anda.
3.Kendalikan kehidupan Anda di kantor dengan praktik kerja yang sehat dan profesional.
4.Bertindaklah secara profesional meskipun Anda harus mengerjakan pekerjaan di luar job desk Anda.

Anda Bukan Seorang Penjilat, Tapi Seorang Profesional Sejati

Tanya?

Yth Bapak Djajendra,

Saya suka merasa sedih memikirkan teman-teman kantor yang sering menggosipkan saya sebagai tukang cari muka atau sebagai seorang penjilat. Padahal saya hanya belajar bersikap profesional untuk melayani perusahaan dan atasan secara memuaskan. Saya suka stres gara-gara digosipkan seperti ini, apa saran pak Djajendra untuk saya. Sekian dulu ya pak dan terimakasih banyak atas bantuannya.
from: Iman Sjahputra, Manager HRD & GE di sebuah pabrik di wilayah Karawang Barat.

Djajendra Menjawab !

Anda sesungguhnya bukanlah seorang penjilat, tapi Anda seorang profesional sejati yang berupaya memanfaatkan semua potensi untuk meraih sukses. Anda tidak perlu stres oleh gosip dan gunjingan orang lain.
Saya selalu berpendapat bahwa istilah penjilat dan cari muka, adalah istilah dari orang-orang yang putus asa, yang tidak mampu berkompetisi secara sehat dengan Anda. Lebih baik menjadi seorang penjilat yang kreatif, produktif, dan efektif daripada menjadi orang yang malas, suka bergunjing, dan tidak bekerja maksimal. Walaupun Anda jadi bahan gosip di antara teman kerja, Anda sebaiknya tidak berkecil hati dan kecewa. Yang penting Anda harus selalu berpikir dan bertindak dengan nilai-nilai profesionalisme yang tinggi dan jangan merugikan siapa pun. Anda harus menunjukkan kualitas diri Anda sebagai pribadi yang merangkul setiap teman kerja Anda. Selamat bekerja dan raih semua impian dengan nilai-nilai kebaikan. Jangan lupa untuk tetap bersemangat.