Mendoktrin Pikiran Bawahan ?

Pemimpin Bijak Akan Memasuki Pikiran Bawahannya Dengan Niat Baik Untuk Memotivasi Dan Menginspirasi Semua Potensi Hebat Bawahan. Dan, Tidak Sekedar Mendoktrin Buat Keuntungan Pribadi Pemimpin.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bpk Djajendra,

Nama saya Aprilla, bekerja sebagai pimpinan unit di sebuah perusahaan di Jakarta. Pertanyaan saya, etiskah kalau saya mendoktrin pikiran staf-staf saya untuk menjadi lebih loyal pada diri saya? Terima kasih atas jawabannya.

Djajendra Menjawab!

Dear Aprilla,

Seharusnya seorang pemimpin memasuki pikiran bawahannya dengan motivasi dan inspirasi yang mencerahkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Jika, Anda mendoktrin pikiran staf-staf Anda untuk menjadi lebih loyal kepada diri Anda, menurut saya sah-sah saja, yang penting semua doktrin Anda tersebut harus difokuskan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja unit kerja yang Anda pimpin, termasuk juga meningkatkan kompetensi dan kualitas kerja dari staf-staf Anda. Kesimpulannya, Anda berhak mendoktrin staf-staf Anda sebatas membangun kinerja dan kualitas dari para staf Anda. Dan Anda tidak boleh mendoktrin staf-staf Anda untuk membentuk kelompok di dalam perusahaan, yang bertujuan memamerkan kekuasaan Anda kepada unit kerja atau pimpinan lainnya. Sekian dulu ya, Aprilla. The Winner Always Have A Wise Way!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Facebook Mengganggu Etos Kerja?

“Facebook Adalah Alat Komunikasi, Bila Dimanfaatkan Secara Cerdas Dan Penuh Tanggung Jawab, Facebook Akan Menjadikan Anda Sukses Menjalin Hubungan Dengan Orang Lain.” – Djajendra

Pertanyaan?

Saya mau sharing, sekarang ini facebook telah mengganggu etos kerja  di kantor kami. Kehadiran blackberry phone yang memudahkan setiap orang chating melalui facebook dimana saja dan kapan saja telah membuat kinerja pekerja turun. Dampak dari facebook dan BB ini sangat terasa, dan merusak etos kerja yang kami miliki . Mohon pencerahannya. Terima kasih. Dinda

Djajendra Menjawab!

Sesungguhnya facebook dan blackberry adalah alat-alat komunikasi yang bila digunakan secara cerdas akan mampu menjadikan Anda sukses menjalin hubungan dengan orang lain. Persoalannya, sering sekali para pengguna facebook melalui blackberry ini tidak mampu mengendalikan diri, dan terus-menerus keasyikan untuk melayani setiap chating dan  percakapan, yang sebenarnya akan mengurangi efektifitas kerja di kantor.

Saat jam kantor, seharusnya pimpinan dan karyawan tidak main chating – chating an, tapi fokus untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Jelas, untuk semua ini diperlukan disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Perusahaan harus secara tegas memberikan pencerahan, dan memastikan bahwa setiap pimpinan dan karyawan hanya menggunakan fasilitas blackberry dan facebook  buat kepentingan kantor, di saat jam kantor. Tetapi, bila sudah di luar jam kantor, maka setiap orang boleh chating-chating an dengan siapa pun.

Sekian dan terima kasih.

www.djajendra-motivator.com

Dampak Yel-Yel Motivasi Terhadap Kinerja Dan Etos Kerja Perusahaan

”Yel-Yel Motivasi Tidak Hanya Sekedar Meneriakkan Kata-Kata Kosong, Tapi Merupakan Teriakan Tanda Siaga Satu Untuk Mewujudkan Komitmen Dan Target Kerja.” – djajendra

Tanya?

Yth Bpk Djajendra,

Sejauh mana dampak yel-yel motivasi terhadap kinerja dan etos kerja perusahaan? Dan, apa saja yang harus dilakukan perusahaan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi ? mohon pencerahannya. Selvi

Djajendra Menjawab!

Motivasi adalah sebuah keinginan, obsesi, atau harapan yang di dukung dengan energi, semangat, gairah, percaya diri, antusias, dan kerja cerdas dalam meraih sebuah target yang ditentukan. Sedangkan yel-yel motivasi tujuannya untuk membangkitkan energi diri agar bekerja dan bertindak dengan lebih bersemangat.

Motivasi yang keluar dari hati terdalam Anda ditambah dengan semangat dari yel-yel yang Anda teriakan atau ucapkan, akan berdampak positif untuk memacu diri Anda agar mampu berkinerja hebat bersama etos kerja yang cemerlang.

Hal-hal yang harus dilakukan perusahaan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi sebagai berikut:

1. Membangun visi, misi, nilai, dan budaya kerja yang jelas dan mudah untuk dijalankan

2. Memiliki sistem, prosedur, kebijakan, dan strategi yang mudah untuk dijalankan

3. Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, motivasi, dan karakter SDM untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi.

4. Membangun harapan, kesejahteraan, dan kebahagiaan  SDM

5. Menjadikan perusahaan sebagai tempat yang menyenangkan.

Sekian dan terima kasih

Tanggung Jawab Karyawan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Pasar

“Risiko Datang Dari Ketidaktahuan Akan Apa Yang Anda Lakukan.” – Warren Buffett

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Nama saya Anita, saya bekerja sebagai manager hrd di sebuah pabrik di cikarang – Jawa Barat. Pertanyaan saya, apa saja tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar? Terima kasih atas perhatiannya.

Djajendra Menjawab!

Setiap karyawan pasti memiliki job diskripsi yang menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab mereka kepada perusahaan. Sepanjang karyawan mampu bekerja optimal sesuai tugas dan tanggung jawab, maka karyawan tersebut dapat dikatakan telah bertanggungjawab dan berprestasi.

Persoalan ketidakpastian pasar adalah persoalan bisnis. Jadi, tanggung jawab karyawan dalam menghadapi ketidakpastian pasar adalah memahami keadaan bisnis perusahaan dengan sabar, serta ikut membantu pimpinan perusahaan untuk melakukan perubahan dan menemukan solusi buat survive. Sekian dan terima kasih.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Strategis Pada Supervisory Level

“Setiap Orang Memiliki Benih Kreatif Di Dalam Logikanya. Dan, Keyakinan-Keyakinan Optimis Akan Memperlancar Kecepatan Pertumbuhan Benih Kreatif Tersebut Menjadi Pohon Sukses Yang Kokoh, Yang Tak Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Pertanyaan ?

DH,
Kami adalah perusahaan garment yang pada saat ini merasakan perlu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan strategis pada supervisory level dan team designer. Untuk itu mohon masukan, pencerahan seperti apa yg kira2 bisa diterapkan pada kelompok ini. Sebagai gambaran rentang usia kelompok ini adalah 30 – 45 tahun, dengan latar belakang pendidikan S1. Terima kasih – TW

Djajendra Menjawab!

Dear TW,

Menurut saya, kelompok supervisory level dan team designer ini, haruslah diberi pencerahan dan motivasi untuk bekerja dengan cara-cara yang efektif dan inovatif , yang terfokus pada titik-titik strategis perusahaan.

Mereka juga harus mampu memimpin diri sendiri dengan motivasi yang tinggi untuk pertumbuhan diri mereka masing-masing. Berarti, mereka harus bisa mendorong diri mereka dan diri orang-orang yang mereka pimpin, untuk melampaui semua hambatan yang membatasi kreativitas dan kinerja mereka.
Pencerahan ini harus terfokus kepada pengembangan mind set peserta untuk mampu menjaga dan merawat jiwa, raga, dan pikiran mereka, agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang memiliki visi, komitmen, ketekunan, keuletan, disiplin, kecerdasan emosional, dan selalu fokus kepada semangat untuk merawat perusahaan agar tetap sehat dan kokoh. Sekian dulu, ya, TW. Have a great day!

Jangan Lawan Atasan Anda

Curhat!

Secara umum kami puas dengan training GCG yang bapak berikan, sekarang kami jadi banyak tahu tentang GCG, tapi kami sangat heran saat bapak  melarang kami melawan atasan yang melakukan bad governance. Hal ini akan membuat atasan kami seperti mendapat angin segar untuk semakin menjadi-jadi melakukan bad governance di perusahaan kami. Terima kasih. – DN.

Djajendra Menjawab !

Saya sangat berterima kasih atas perhatian Anda. Alasan saya melarang Anda melawan atasan, adalah sebuah pesan kepada Anda semua untuk memanfaatkan kekuatan positif dan menghindarkan hal-hal yang merusak hubungan kerja dengan atasan masing-masing. Sebab, bagaimanapun juga para atasan memiliki power yang bisa membuat para bawahan tidak nyaman. Untuk itu, seharusnya Anda semua wajib membangun pikiran positif, untuk meningkatkan profesionalisme masing-masing secara lebih baik.

Secara pribadi saya telah berbicara dengan atasan Anda, dan beliau-beliau menyatakan bahwa semua manajer-manajernya itu adalah aset yang sangat berharga, sehingga perlu dirawat dan diberikan contoh-contoh kepemimpinan yang jujur dan adil dari para atasan. Dan, atasan Anda sangat setuju untuk menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan mengimplementasikan Board Manual, Code of Conduct, dan Pedoman Bisnis Etik secara konsisten.

Bila praktik GCG berjalan secara baik, maka profesionalisme dan kejujuran pasti dapat berdiri ditengah-tengah suasana kerja yang penuh integritas dalam keharmonisan yang sempurna.

Saya sangat berharap Anda mampu memainkan peran positif, untuk menciptakan hal-hal yang strategis dalam mendukung terimplementasinya good corporate governence di perusahaan Anda.

Anda yang cerdik dalam kekuatan emosi positif pasti akan survive dari segala risiko konflik . Biarkan saja orang-orang terlibat dalam permainan politik praktis kantor, yang penting Anda mampu memainkan peran Anda secara cerdas dalam integritas diri yang tinggi melalui pengabdian penuh dedikasi kepada perusahaan.

Saya sangat percaya dan sangat yakin bahwa cara-cara positif yang dilandasi sikap sabar akan menuai hasil terbaik. Bekerjalah dalam suasana damai tanpa terprovokasi oleh hal apapun.
Walaupun atasan kita merupakan orang-orang yang tidak jujur bukanlah berarti kita boleh untuk tidak menghormati mereka. Apalagi anggaran dasar perusahaan menjamin power dari para komisaris dan direksi. Seharusnya secara persuasive, Anda cerdas merangkul dan mempengaruhi para atasan yang tidak jujur itu, untuk menciptakan sistem dan kultur kerja yang adil, jujur, terbuka, dan penuh dengan rasa tanggung jawab.

Sekian dan terima kasih

Bekerja Pada Perusahaan Keluarga

Segala Keinginan Dan Harapan Yang DiKerjakan Dengan Segenap Perhatian, Fokus, Disiplin, Energi, Dan Konsentrasi. Pasti Akan Terwujud Dalam Kehidupan. By. Djajendra.

Pertanyaan ?

Jika kita bekerja pada perusahaan keluarga, bagaimana cara menjaga hubungan antar kolega agar tidak terjadi kesenjangan atau kesalahpahaman? – Cosmopolitan

Djajendra Menjawab !

Perusahaan yang sehat selalu dibangun dengan sistem dan kultur yang profesional dengan cara menjunjung tinggi praktik kerja yang beretika bisnis terbaik; seperti transparan, adil, jujur, dan penuh tanggung jawab, dalam balutan integritas yang tinggi, serta sikap bijak yang menghargai kehebatan dan kerja keras dari orang lain. Di antara sikap bijak kita yang paling penting adalah merawat hubungan kerja yang berintegritas antara kita dengan kolega kita, dengan demikian akan terjadi sebuah proses positif yang menguatkan empati kita pada para kolega. Hubungan dengan integritas yang harmonis akan menghasilkan rasa saling percaya di antara kita dengan kolega kita. Jadi, tidaklah akan terjadi kesenjangan dan kesalahpahaman di antara kita dengan kolega kita, apalagi bila kita selalu berniat tulus untuk bekerja dengan cara-cara yang mengedepankan etika dan moral dalam membangun hubungan yang super hebat di dalam perusahaan kita.

Trick of The Month

4 buah tips singkat. Jika kita bekerja dengan mantan pacar si dia?

• Jangan menciptakan gambaran mantan pacar si dia sebagai monster di dalam imajinasi.

• Bersihkan pikiran dari prasangka buruk.

• Bersikaplah dengan bijak dan bekerjalah secara profesional.

• Berhentilah untuk memikirkan hal-hal yang merugikan karier kerja.

Sekian dan terima kasih.

Ketika Prestasi Karyawan Tidak Di Nilai Secara Adil

“Karyawan Itu Harta Yang Paling Berharga. Dedikasi Dan Kerja Keras Karyawan Merupakan Solusi Terbaik Untuk Mencapai Kesuksesan. Rawatlah Karyawan Dengan Penilaian Atas Prestasi Yang Adil, Jujur, Dan Terbuka.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Saya mau curhat sedikit pak. Kantor saya tidak melakukan penilaian atas prestasi karyawan secara adil dan terbuka. Tidak ada alat ukur keberhasilan yang digunakan untuk menilai performance karyawan. Kenaikan gaji dan penghargaan lainnya diberikan secara sepihak sesuai selera pimpinan. Bagaimana caranya, kami karyawan dapat mengingatkan manajemen untuk menggunakan alat ukur keberhasilan, agar semua penilaian diatur berdasarkan prestasi kerja yang benar. Terima kasih, Yenita.

Djajendra Menjawab!

Ada tiga hal terpenting yang harus dinilai oleh sebuah perusahaan. Pertama, kesadaran setiap karyawan untuk mendedikasikan dirinya dengan hati tertulus terhadap tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan. Kedua, kesadaran perusahaan untuk menciptakan segala kemudahan buat setiap proses operasional perusahaan yang efisien dan efektif. Ketiga, kepedulian perusahaan kepada pengembangan kualitas dan kesejahteraan karyawannya. Intinya, ketiga hal di atas tersebut harus menjadi visi yang menciptakan alat ukur keberhasil karyawan. Selanjutnya, nilai-nilai dari ketiga hal di atas tersebut dituangkan dalam bentuk SOP untuk menilai performance karyawan. Di mana, dalam SOP itu harus ada cara penyusunan target prestasi; cara mengukur prestasi yang sistematis dan akurat; cara mengambil keputusan untuk memberikan penghargaan dan kenaikan gaji, yang sesuai dengan prestasi dan kinerja individu. Yang terpenting SOP tersebut harus mampu mengarahkan setiap karyawan, untuk bekerja dan menunjukkan nilai-nilai kuantitatif yang terfokus kepada nilai tambah ekonomi, efisiensi, dan efektifitas kerja.
Anda harus mengingatkan perusahaan melalui cara-cara komunikasi persuasif, untuk melakukan penilaian atas prestasi karyawan melalui Standard Operating Procedure yang jelas, adil, terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab. Agar setiap karyawan bisa bekerja secara profesional dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta mau mendedikasikan dirinya secara total buat kejayaan perusahaan. Sekian dan terima kasih.

Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Pertanyaan?

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik.

Djajendra menjawab!

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, dan etika kerja kepada setiap orang di kantor.
Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidaklah boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.
Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan berprestasi tinggi. Dan, terapkan hukuman tegas kepada karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dan terima kasih.