Manager HRD Adalah Sebuah Jabatan Yang Membutuhkan ‘SURVIVAL SKILLS’.

“Permainan Kehidupan Adalah Permainan Bumerang. Cepat Atau Lambat, Pikiran, Tindakan, Dan Kata-Kata Kita Akan Kembali Kepada Kita, Dengan Sangat Akurat.” – Florence Shinn

Dear Bapak Djajendra,

Ini adalah tahun pertama saya sebagai Manager HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. Persiapan-persiapan seperti apa saja yang harus saya lakukan agar pekerjaan saya disukai oleh bos dan anak buah? Mohon pencerahannya, terima kasih. Dewi, Jakarta.

Dear Dewi,

Djajendra Menjawab!

Manager HRD adalah sebuah jabatan yang membutuhkan ‘Survival Skills’, yaitu Anda harus terampil untuk mengamankan diri Anda dari kepentingan bos dan juga terampil mengamankan diri Anda dari kepentingan para karyawan. Ingat! Selalu akan ada dua kepentingan ini yang saling berseberangan dengan persepsi masing-masing. Oleh karena itu, Anda sebagai Manager HRD harus bersikap bijaksana dan profesional. Kalau Anda gagal menjadi pribadi yang cerdik dan bijak Anda akan terpaksa harus memilih membantu siapa. Jika Anda memilih membantu kepentingan bos, Anda akan dimusuhi oleh karyawan, atau sebaliknya jika Anda memilih membantu kepentingan para karyawan, Anda bisa di phk oleh bos. Jadi, pintar-pintarlah menjalankan peran dan fungsi kerja Anda sebagai Manager HRD Perusahaan. Bukan menjadi Manager HRD si bos atau si karyawan, tapi Anda bekerja untuk kepentingan kesuksesan seluruh kekuatan sumber daya manusia perusahaan tanpa terkecuali.

Berikut tips buat Anda!

1.Pastikan Anda Bekerja Dengan Kekuatan Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Anda.

2.Pastikan Dalam Situasi Apa Pun Diri Anda Selalu Terkendali Bersama Sikap Baik.

3.Sosialisasikan Semua Tata Tertib, Aturan, SOP Perusahaan Kepada Setiap Karyawan Dan Pimpinan.

4.Jangan Pernah Membicarakan Kejelekan Siapa Pun Di Kantor.

5.Jangan Hanya Memperhatikan Kepentingan Karier Diri Sendiri Dan Mengabaikan Urusan Karier Karyawan.

6.Jangan Membuat Keputusan Yang Tidak Konsisten Dan Berubah-Ubah.

7.Pastikan Job Diskripsi Dari Setiap Pimpinan Dan Karyawan Di Buat Dengan Jelas Dan Terukur Antara Tugas, Tanggung Jawab, Dan Kewajiban.

8.Pastikan Setiap Karyawan Mengetahui Dengan Jelas Tentang Sasaran Kerja Yang Harus Mereka Capai Setiap Hari.

9.Pastikan Semua Karyawan Dan Pimpinan Dari Berbagai Unit Kerja Selalu Bekerja Sama Untuk Tujuan Perusahaan.

10.Pastikan Perusahaan Menyiapkan Dukungan, Pelatihan, Coaching, Dan Pengembangan Untuk Membantu Para Karyawan Dan Pimpinan Mencapai Target Yang Diinginkan Perusahaan.

Sekian dan Terima Kasih

Advertisements

Saat Perusahaan Tidak Menepati Janjinya Kepada Karyawan

“Jangan Biarkan Masa Depan Anda Diperangkap Oleh Janji-Janji Manis, Tapi Mulailah Pendakian Menuju Sukses Tertinggi Dengan Kekuatan, Keberanian, Keyakinan, Dan Kemampuan Diri Anda Sendiri.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Saya telah mengabdi kepada perusahaan lebih dari lima belas tahun. Selama ini saya disiapkan untuk menjadi pimpinan, tapi kenyataannya perusahaan merekrut orang baru untuk mengisi posisi yang pernah dijanjikan kepada saya. Jelas saya sangat kecewa, pengabdian saya selama ini menjadi sia-sia. Apakah etis kalau saya mencari pekerjaan baru? Mohon sarannya pak djajendra. Terima kasih. Amirudin.

Djajendra Menjawab!

Ketika Anda merasa bahwa Anda telah mempersiapkan diri Anda secara sempurna untuk menerima jabatan yang dijanjikan perusahaan kepada Anda. Dan, pada akhirnya perusahaan ingkar janji terhadap Anda, sangat wajar bila Anda merasa kecewa. Pengabdian Anda kepada perusahaan merupakan bentuk loyalitas yang pantas untuk dibanggakan. Anda harus yakin, percaya diri, dan memiliki keberanian untuk menentukan pilihan karier Anda ke depan. Jangan biarkan perjalanan karier kerja Anda diperangkap oleh janji-janji manis dari pihak manapun. Jika Anda yakin telah bekerja secara profesional dan melakukan hal-hal terbaik buat perusahaan Anda, tidak ada namanya Anda kalah atau pun gagal bersama perusahaan Anda saat ini. Anda sebenarnya telah melakukan kewajiban Anda secara maksimal, hanya saja faktor keberuntungan belum berpihak kepada Anda. Saya sangat yakin bahwa pengabdian Anda kepada perusahaan Anda selama ini tidak pernah menjadi sia-sia. Anda telah melakukan sebuah upaya keras untuk meraih jabatan yang lebih tinggi di perusahaan Anda, dan tidak selalu sebuah upaya keras itu akan menghasilkan apa yang kita inginkan. Sangatlah etis kalau Anda mau mencari pekerjaan baru untuk memenuhi harapan hidup Anda. Jadi, jangan takut untuk melakukan tindakan besar buat masa depan Anda yang lebih cemerlang. Sekian dan terima kasih.

Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Pertanyaan?

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik.

Djajendra menjawab!

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, dan etika kerja kepada setiap orang di kantor.
Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidaklah boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.
Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan berprestasi tinggi. Dan, terapkan hukuman tegas kepada karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dan terima kasih.

Bagaimana Mengatakan “Tidak” Kepada Si Bos?

“Setiap Bentuk Perintah Dari Bos, Seberapapun Tidak Etisnya Perintah Itu, Umumnya Akan Dipatuhi Oleh Anak Buahnya. Sebab, Bos Memiliki Kekuasaan Untuk Menentukan Perjalanan Karier Para Anak Buah.” – Djajendra

Pertanyaan?

Seringkali bos memberikan tugas tambahan diluar kemampuan kita. Sangat sulit untuk menolaknya dengan alasan dia adalah bos dan belum lagi sedikit omelan yang mungkin dilayangkan jika kita menolaknya. Bagaimana untuk kita bisa mengatakan “tidak” kepada si bos? Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Perlu dipahami bahwa di dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya etika kerja. Etika kerja ini mengatur tentang perilaku kerja yang baik, di sini ada nilai-nilai moral dan nilai-nilai kepantasan. Jika si bos melanggar etika kerja yang ada di kantor, maka sewajarnya bagian yang mengawasi perilaku kerja mengingatkan kepada si bos tentang dampak negatif buat kemajuan organisasi akibat dilalaikannya etika kerja tersebut. Jadi, untuk Anda yang menjadi korban kesewenang-wenangan si bos, maka segeralah berlindung dibawah payung proteksi etika kerja. Dan katakan ”TIDAK” kepada si bos.
Bila di organisasi Anda belum dibuatkan panduan etika kerja, artinya organisasi Anda belum menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance yang baik, yang berarti belum menjadi organisasi yang profesional.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com