MENGHADAPI REKAN KERJA YANG IRI HATI

DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Pertanyaan

Karirku di kantor sangat baik dan bos sangat mempercayaiku, tetapi banyak rekan-rekan yang iri hati dan menjadi musuh dalam selimut. Bagaimana cara menghadapi mereka?

Djajendra Menjawab

Cara terbaik menghadapi musuh adalah menjadikan mereka teman. Sadarlah bahwa iri hati rekan-rekan Anda merupakan bentuk perhatian mereka kepada Anda. Jadi, jangan terlalu ambil pusing untuk urusan-urusan perasaan orang lain terhadap Anda. Teruslah berkarya dan berkontribusilah dengan profesional di tempat kerja, rangkul semua orang dan teruskan kesuksesan Anda dengan bijak dan etis.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Advertisements

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Nama saya DML, saya sedang stres menghadapi perilaku bos yang terlalu ngotot dan bersikap tinggi hati terhadap keinginannya. Bos saya sering sekali mengabaikan aturan dan kebijakan kantor yang ada. Karyawan pada bingung, bos tidak suka niatnya dihalangi, dan karyawan juga tidak berani ngelawan bos. Menurut pak Djajendra, bagaimana kami seharusnya bersikap terhadap bos kami? terima kasih.

Djajendra Menjawab

Dear DML, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Pertama, perilaku bos yang ngotot dan tinggi hati adalah persoalan ketidakcerdasan emosional. Oleh karena itu, selesaikan persoalan ngotot dan tinggi hati melalui cara mencerdaskan emosional, yaitu dimulai dari mencerdaskan emosional diri Anda. Sebab, Anda yang berperasaan bahwa bos Anda itu ngotot dan tinggi hati. Hal ini berarti, Anda telah menggunakan pikiran negatif Anda untuk melihat perilaku bos Anda. Saran saya, cobalah mulai berpikir positif tentang perilaku bos Anda. Kedua, bila bos Anda sering mengabaikan aturan dan kebijakan kantor, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam menjalankan perintah bos Anda. Pastikan semua pekerjaan yang Anda lakukan sesuai dengan aturan dan kebijakan kantor, dan selalu lengkapi pekerjaan Anda dengan kertas kerja dan administrasi yang rapi dan teliti. Sebab, bos yang suka mengabaikan aturan dan kebijakan adalah bos yang berpotensi membawa risiko ke dalam organisasi. Kerjakan tugas dan tanggung jawab melalui budaya kerja yang sesuai dengan panduan etika bisnis dan etika kerja. Sekian dulu jawaban dari saya, semoga jawabannya bermanfaat. Terima kasih, Djajendra.

Bekerja Untuk Dua Pekerjaan Dengan Gaji Untuk Satu Pekerjaan

“Saya Selalu Bekerja Dengan Senang Hati Dan Merasa Bahagia Diberikan Kepercayaan Yang Besar.” – Djajendra

Selamat Pagi Pak DJAJENDRA.

Saya Siska Aguistina, bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Saya ditunjuk bos  menjadi tim yang mengurus pembelian. Saya bekerja untuk dua pekerjaan dengan gaji untuk satu pekerjaan. Banyak teman yang mengatakan bahwa saya bodoh, dan mau saja bekerja untuk dua pekerjaan dengan satu gaji. Apa yang harus saya lakukan,  mohon saran dari bapak hal apa yang terbaik yang harus saya lakukan? Siska Aguistina, Medan.

Djajendra Menjawab.

Membaca pertanyaan Anda, saya jadi teringat dengan diri saya beberapa puluh tahun yang lalu. Saya akan merasa sangat bangga dan bahagia bila bos saya memberikan banyak pekerjaan. Saya selalu bekerja dengan sangat senang hati dan merasa bahagia diberikan kepercayaan yang besar. Saya tidak pernah bekerja mengkalkulasikan pengabdian dan kontribusi saya dengan uang.

Saran saya, abaikan semua kata-kata negatif dari teman-teman Anda itu, dan mulai sekarang rancanglah beberapa strategi untuk masa depan Anda yang lebih cemerlang, termasuk mengerjakan pekerjaan apa saja di kantor Anda, dengan perasaan tulus dan ikhlas untuk pengabdian dan kontribusi Anda buat kejayaan perusahaan Anda. Berikan sebanyak mungkin kemampuan Anda, dan yakinlah bahwa diri Anda akan bertumbuh menjadi semakin cerdas dan kaya dengan berbagai pengetahuan praktis.

Anda harus menjadi pribadi yang seimbang. Anda harus bekerja keras untuk meningkatkan karir Anda ke puncak prestasi,untuk itu Anda harus sadar dengan kemampuan dan kelemahan Anda. Pastikan Anda bertindak efektif untuk membuat kemampuan Anda menjadi lebih cemerlang, dan belajar lebih keras untuk menghapus semua kelemahan Anda.

Saya doakan semoga Siska selalu menjadi yang terbaik di semua aspek kehidupan Siska.  Sekian dan terima kasih untuk pertanyaan Siska yang luar biasa.

Untuk konsultasi dengan Djajendra, kirimkan pertanyaan Anda ke E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Sikap Yang Harus Dilakukan Pimpinan Menghadapi Pegawai Yang Lebih Tua

1. Bagaimana sikap yang harus dilakukan atasan pada pegawai yang lebih tua, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Setiap perusahaan biasanya memiliki code of conduct atau kode etik yang diantaranya mengatur cara memelihara lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, pelecehan, perbuatan asusila, ancaman, tekanan, dan kekerasan. Artinya, sikap atasan tidak boleh bertentangan dengan kode etik perusahaan, dan atasan harus membangun sikap profesional untuk  memaksimalkan hubungan pribadi dengan setiap pegawai tanpa melihat usia. Jadi, seharusnya tidak boleh ada sikap yang berbeda dari atasan terhadap pegawai yang lebih tua.

2. Apakah atasan perlu membeda-bedakan perlakuan pada pegawai yang lebih tua dan lebih muda, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Atasan tidak perlu membeda-bedakan perlakuan pada pegawai hanya oleh alasan usia. Banyak pegawai dari sisi usia sudah tua, tapi dari sisi intelektual dan emosional masih sangat labil. Dan banyak juga pegawai dari sisi usia masih muda, tapi dari sisi intelektual dan emosional sudah sangat stabil dan dewasa. Dari pengalaman saya bekerja di berbagai perusahaan, saya menyerap bahwa para atasan hanya akan menghormati atau memberikan perhatian lebih kepada pegawai yang cerdas secara intelektual dan emosional, berintegritas, setia, rajin, pekerja keras, beretika, sopan, dan berdedikasi kepada pekerjaan, atasan, dan perusahaan. Jadi, tidak pernah saya melihat di tempat kerja ada atasan bersikap berbeda hanya oleh alasan usia.

3. Yang dikatakan ‘tua’ itu apakah hanya terkait dengan umur pegawai, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Yang dikatakan ‘tua’ biasanya pasti berhubungan dengan umur pegawai, sedangkan pegawai dengan kecerdasan intelektual dan emosional biasanya akan dikatakan dewasa atau matang secara kepribadian.

4. Apakah benar, atasan yang lebih muda cenderung lebih segan terhadap bawahan yang lebih tua, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Sebuah tempat kerja pasti akan dikelola dengan aturan, kebijakan, etika, moralitas, dan komunikasi yang saling bersinergi.  Artinya, setiap orang harus bekerja dengan saling menghormati dan saling mengontrol diri untuk tidak menyakitkan siapa pun. Perasaan  segan  seharusnya tidak boleh merusak profesionalisme dan etika bisnis di tempat kerja. Dari pengalaman saya bekerja dan memberi konsultasi kepada perusahaan – perusahaan, saya jarang sekali menemukan kasus di mana atasan yang lebih muda menjadi lebih segan terhadap pegawai yang lebih tua. Setahu saya, lingkungan tempat kerja akan lebih memberikan perhatian kepada pegawai – pegawai yang berkontribusi secara maksimal buat perusahaan, serta yang memiliki sikap, perilaku, emosional, dan kepintaraan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.  Jadi, tidak pernah umur atau pun usia menjadikan seorang pegawai mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Untuk konsultasi kirim E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Katakan “Tidak” Kepada Si Bos!

“Setiap Bentuk Perintah Dari Bos, Seberapapun Tidak Etisnya Perintah Itu, Umumnya Akan Dipatuhi Oleh Anak Buahnya. Sebab, Bos Memiliki Kekuasaan Untuk Menentukan Perjalanan Karier Para Anak Buah.” – Djajendra

Pertanyaan?

Seringkali bos memberikan tugas tambahan diluar kemampuan kita. Sangat sulit untuk menolaknya dengan alasan dia adalah bos dan belum lagi sedikit omelan yang mungkin dilayangkan jika kita menolaknya. Bagaimana untuk kita bisa mengatakan “tidak” kepada si bos? -Majalah Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Perlu dipahami bahwa dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya etika kerja. Etika kerja ini mengatur tentang perilaku kerja yang baik, di sini ada nilai-nilai moral dan nilai-nilai kepantasan. Jika si bos melanggar etika kerja yang ada di kantor, maka sewajarnya bagian yang mengawasi perilaku kerja mengingatkan kepada si bos tentang dampak negatif buat kemajuan organisasi akibat dilalaikannya etika kerja tersebut. Jadi, untuk Anda yang menjadi korban kesewenang-wenangan si bos, maka segeralah berlindung dibawah payung proteksi etika kerja. Dan katakan ”TIDAK” kepada si bos.

Bila di organisasi Anda belum dibuatkan panduan etika kerja atau code of conduct, artinya organisasi Anda belum menjalankan the best corporate practices melalui prinsip-prinsip good corporate governance yang baik, yang berarti belum menjadi organisasi yang profesional.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kumpulan Tanya Jawab Djajendra Untuk Majalah Cosmopolitan

”Setiap Kenyataan Yang Kita Hadapi Tidaklah Sepenting Sikap Kita Terhadapnya, Karena Sikap Itulah Yang Menentukan Kesuksesan Atau Kegagalan Kita.” – Dr. Norman Vincent Peale

Pertanyaan ?

1. How to make an effective communication if we dealing with outdoor activity. seperti pekerjaan polisi, pilot, fotografer, reporter sekalipun. bagaimana membangun komunikasi yang efektif dengan atasan, peraturan kantor, publik yang terlibat langsung sedangkan kita diharuskan menghabiskan banyak waktu diluar kantor?

Djajendra Menjawab!

Perkembangan teknologi telepon dan internet saat ini seharusnya mampu mendukung komunikasi yang efektif dengan atasan, termasuk mematuhi peraturan kantor secara jujur. Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan yang aktifitasnya berada di lapangan, telah menggunakan keunggulan teknologi untuk melakukan komunikasi dan pengawasan terhadap orang-orangnya di lapangan. Jadi, saatnya membangun mind set cara kerja baru dengan dukungan teknologi komunikasi yang efektif, agar atasan dan bawahan dapat membangun sinergi yang kuat dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab.

Pertanyaan ?

2. Bagaimana menyiasati kinerja kita di kantor untuk menghindari konflik dengan rekan sekantor? apabila sudah terjadi konflik dengan rekan kerja sekantor bagaimana kita harus menyikapinya agar tetap bersikap profesional tanpa harus menjadi beban?

Djajendra Menjawab!

Konflik muncul karena kita tidak mampu bersikap baik kepada orang lain. Untuk itu, kita harus melatih pikiran positif untuk melihat orang lain dari sudut pandang positif, kita harus melatih emosi baik untuk merasakan sikap orang lain sebagai hal yang wajar dan positif. Bila sudah terjadi konflik, sebaiknya kita kembali ke dalam diri kita sendiri untuk memperkuat semua sikap baik dari diri kita, lalu pimpinlah diri sendiri untuk secara ikhlas dan tulus memaafkan teman-teman konflik kita. Kendalikan ego dan nafsu diri sendiri. Jadilah pribadi baik hati yang selalu menjauh dari situasi konflik.

Pertanyaan ?

3. Ketika kita mempunyai ide yang bisa dibilang cemerlang, dan rekan kerja semua sudah sangat menyetujui ide tersebut akan tetapi ketika kita menyampaikannya kepada si bos, si bos menolak ide kita. Semua karyawan sangat menyesali keputusan si bos, karna baik mereka ataupun saya sekalipun menganggap ide ini sangat cemerlang dan berguna untuk perusahaan. apa yang harus dilakukan?

Djajendra Menjawab!

Bersyukurlah saat Anda semua memiliki ide-ide cemerlang untuk memajukan perusahaan Anda. Dan saya yakin si bos juga di dalam hatinya pasti salut sama Anda semua. Tetapi, Anda semua perlu berbesar hati dan berpikiran positif untuk tidak memaksa kehendak agar ide-ide Anda diterima oleh si bos. Pahami persepsi si bos tentang ide-ide cemerlang tersebut, sebab mungkin saja saat ini ide-ide tersebut belum saatnya untuk diterapkan di kantor Anda. Jadi, tetaplah bekerja dengan motivasi tinggi, miliki sikap sabar, dan kembangkan diri Anda untuk menjadi pribadi yang berpikir positif dan beremosi baik.

Pertanyaan ?

4. kiat-kiat atau tips yang bisa dilakukan untuk membangkitkan mood bekerja ditengah setumpuk masalah pribadi yang mengganggu pikiran.

Djajendra Menjawab!

Saat setumpuk masalah pribadi mengganggu pikiran, maka fokuskan pikiran Anda kepada hal-hal yang membahagiakan hati. Ingat, mood yang baik tercipta dari tubuh yang sehat, pikiran positif yang dinamis, dan emosi diri yang baik.

Berikut tips untuk meningkatkan mood positif:

1. Saat mood kacau, bayangkan hal-hal terindah dalam hidup Anda. Lalu, tersenyum dan tertawalah bersama kehidupan Anda yang unik dan lucu.

2. Bacalah buku atau tulisan yang mampu memberikan energi positif ke dalam diri Anda.

3. Ciptakan kondisi yang membuat diri Anda rileks, bersikap baik, dan bersyukur dengan realitas hari ini.

4. Kembangkan mind set untuk menjadi sabar, konsisten, fokus, dan memotivasi diri sendiri dengan rasa syukur. Lalu, fokuskan diri untuk meningkatkan kualitas emosi baik dan pikiran positif.

Catatan: Tanya-Jawab ini di buat untuk Majalah Cosmopolitan

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mengatasi Kendala Jenjang Karir Di Perusahaan

“Perilaku Kerja Perusahaan Yang Hanya Difokuskan Pada Angka-Angka, Tanpa Sikap Untuk Memberdayakan, Menyemangati, Menggugah, Dan Memberi Penghargaan Kepada Para Karyawan, Akan Menjadi Tidak Efektif.” – Djajendra

Tanya?

Yth, Bp. Djajendra

Salam kenal….Terima kasih atas artikel-artikel corporate wisdom dari  bapak. Dalam kesempatan ini saya ingin solusi dari bapak mengenai problem  yang terjadi dilingkungan kerja kami, yaitu antara engineer dengan crew mesin atau operator. Technician rata2 lulusan diploma dengan masa kerja 5  tahunan dan atau SMK dengan masa kerja 9 tahun keatas, sedang operator  rata-rata lulusan SMK fresh sampai paling lama 5 tahunan. Seiring dengan  pertumbuhan/expansi perusahaan kami bekerja yang jadi kendala mengenai  jenjang karir dikarenakan banyaknya Operator mendapat promosi menjadi  Foreman/ unit head dimana ini setara dengan senior technician atau engineer dan rata-rata gaji technician/engineer setara bahkan ada yang  kalah dengan operator. Padahal dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas.  Untuk itu mohon masukkan dan solusi dari bapak mengenai hal ini sehingga  para technicia/ engineer tidak mengalami demotivasi yang pada akhirnya  akan mempengaruhi kinerja karyawan. Kalau diengineering tidak ada jejang  karir struktural bagaimana mencari solusinya.

Sekian terima kasih atas perhatian Bapak.

Salam, Noor Hidayat.

Djajendra Menjawab!

Yth. Bp.  Noor Hidayat.

Salam Bahagia.

Problem yang terjadi dilingkungan kerja adalah hal yang wajar selama problem itu bisa diselesaikan dengan bijaksana dan profesional. Dalam kasus lingkungan kerja Anda, problem antara engineer dengan crew mesin atau operator terjadi disebabkan oleh ketidakkonsisten manajemen dalam menjalankan prinsip-prinsip kerja yang berlandaskan asas keadilan, keterbukaan, kejujuran, dan pertanggungjawaban.

Ketidakkonsisten manajemen dapat dibuktikan dari sikap manajemen, dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas. Tetapi, sekarang pekerjaan itu diisi oleh para operator yang secara pendidikan dan pengalaman masih dibawah technician.

Sikap tidak konsisten ini akan berdampak negatif buat pemberdayaan dan pengembangan kualitas karyawan dalam pencapaian kinerja perusahaan yang maksimal. Dan bila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, perusahaan akan kehilangan momentum untuk membangun etos kerja yang hebat, untuk menjadikan setiap karyawan bekerja dengan kualitas prima di perusahaan.

Saran saya, secepatnya persoalan ini diatasi dengan cara membuat konsep jenjang karir dan konsep penggajian yang didasarkan pada hal-hal yang bersifat konsisten. Selanjutnya sikap konsisten ini harus diperlihatkan perusahaan melalui peraturan, kebijakan, etika, dan perilaku manajemen yang adil, jujur, terbuka, realistis, bersikap profesional, berempati, dan bersahabat dengan semua karyawan.

Manajemen harus segera memperbaiki hal-hal yang membuat para technician / engineer merasa tidak adil; perusahaan harus segera menghapus perilaku manajemen yang tidak adil dan tidak jelas; lalu, menciptakan perilaku manajemen yang efektif dan yang dicintai oleh setiap karyawan.

Pertumbuhan atau ekspansi bisnis perusahaan harus diikuti juga dengan penajaman pada kekuatan perilaku dan budaya kerja karyawan yang sesuai dengan strategi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang baik pasti memiliki sistem yang jelas untuk pemberdayaan dan pengembangan semua unsur dari kekuatan sumber daya manusianya. Jadi, kalau diengineering tidak ada jejang karir struktural, solusinya adalah perusahaan wajib membuat peta perjalanan karir para technician / engineer sehingga ada jenjang karir buat mereka di struktur organisasi perusahaan.

Saat para technician / engineer memahami jenjang karir mereka di perusahaan, mereka akan bekerja dengan harapan dan semangat yang lebih tinggi. Mereka juga akan merasa bahagia bisa bekerja bersama perusahaan yang memperhatikan karir dan masa depan mereka.

Semoga Anda bisa menyelesaikan semua persoalan kantor Anda dengan bijaksana. Sekian dan terima kasih.