RENUNGAN KEMERDEKAAN RI KE 67 – 17 AGUSTUS 2012

RENUNGAN KEMERDEKAAN RI KE 67 – 17 AGUSTUS 2012

“Kemerdekaan Bukan Sebatas Kehidupan Normatif, Tapi Kekuatan Adaptif Untuk Menjadikan Warga Bangsa Produktif Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Dan Cita-Cita Kemerdekaan.” ~ Djajendra

Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang normatif dan seterusnya sekedar dijadikan slogan dalam kehidupan. Kemerdekaan adalah jejak perjuangan dari apa yang dicita-citakan untuk seluruh warga bangsa, dan jejak perjuangan tersebut harus menjadi semangat dalam memproduktifkan makna kemerdekaan ke dalam kepastian sosial, kepastian kemanusiaan, kepastian hukum, dan kepastian toleransi terhadap perbedaan dan keragaman. Semua hal normatif dalam kemerdekaan haruslah menjadi adaptif terhadap realitas kehidupan sehari-hari dari seluruh warga negara. Kemerdekaan tidak akan berarti selama dia dibiarkan dalam batas normatif. Kemerdekaan adalah jembatan yang menghubungkan warga bangsa untuk membangun cita-cita kemerdekaan dengan sepenuh hati dalam budaya integritas. Kemerdekaan harus diisi dengan kecerdasan warga bangsa, dari perbedaan dan keragaman, untuk mengekspresikan semua cita-cita kemerdekaan ke wujud produktifitas warga bangsa.

Kemerdekaan harus menjadi produktif agar cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan kepada semua warga bangsa. Bila kemerdekaan terus dipelihara dalam kekuatan normatif, dan tidak diinternalisasikan kepada warga bangsa untuk beradaptif, maka kemerdekaan hanya akan menjadi hal yang tidak produktif  buat warga bangsa. Kemerdekaan hanya akan berkembang dalam budaya bangsa yang menjunjung tinggi integritas, keterbukaan, tanggung jawab, keadilan, kesetaraan, perbedaan, keragaman, dan kecintaan pada nilai-nilai kemerdekaan. Kemerdekaan haruslah menjadi iklim buat masing-masing orang untuk menjalani cara hidup dengan kesadaran diri dan kasih sayang, dan melakukan sebanyak mungkin perilaku baik, agar tidak ada satu orang pun yang hak dan rasa merdekanya menjadi tidak merdeka. Kemerdekaan berarti setiap keragaman dan perbedaan melebur dalam satu gelombang emosi untuk menegakkan cita-cita, nilai-nilai, simbol-simbol, motivasi, dan harapan dari kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan adalah milik dan hak setiap warga bangsa tanpa perbedaan, walaupun kehidupan masing-masing warga bangsa ada dalam perbedaan dan keragaman. Bila ada yang merasa lebih berhak, maka kemerdekaan akan lenyap dengan sendirinya, dan digantikan penjajahan baru dalam berbagai wujud untuk menciptakan warga bangsa yang tidak merdeka.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67.  17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2012

Djajendra