CARA AGAR KARYAWAN MAU BEKERJA DENGAN JUJUR DAN SEPENUH HATI

”Sikap Profesionalisme Para Karyawan Di Perusahaan Sangat Tergantung Kepada Budaya Perusahaan. Semakin Kuat Budaya Perusahaan Mengendalikan Semua Aktifitas Karyawan, Semakin Profesional Para Karyawan Bekerja.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Salam sukses bapak! Nama saya Dillan, sudah 3 tahun ini saya menekuni sebuah usaha kecil dari rumah. Saya mau bertanya, bagaimana caranya agar karyawan mau bekerja dengan jujur dan sepenuh hati? Apa saja yang harus kami lakukan untuk meningkatkan kualitas karyawan? Mohon saran dan pencerahaannya pak. Terima kasih. Dillan, Cempaka Putih, Jakarta.

Djajendra Menjawab.

Dear Dillan,

Perusahaan yang baik pastinya akan menyiapkan peraturan kerja, SOP, peraturan karyawan, etika kerja, rencana kerja, dan tata tertib kerja perusahaan. Di mana, semua hal di atas itu harus dilebur ke dalam sebuah budaya perusahaan yang kuat.

Dari budaya perusahaan yang kuat ini, perusahaan tinggal membentuk karakter kerja karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bila karakter kerja karyawan sudah terbentuk, maka perusahaan akan sangat mudah untuk menjalankan sebuah etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan.

Bila perusahaan sudah mampu menjalankan etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan, maka secara otomatis para karyawan akan bekerja dengan lebih jujur dan lebih sepenuh hati. Sebab, semua perilaku kerja karyawan akan terawasi secara otomatis melalui etos kerja, yang juga merupakan nilai-nilai luhur dari budaya perusahaan buat mengoperasionalkan perusahaan secara profesional.

Untuk meningkatkan kualitas karyawan, perusahaan harus secara terus-menerus melakukan pelatihan dan pengembangan mutu karyawan di semua fungsi dan peran kerja mereka. Jadi, perusahaan tidak boleh berhenti untuk mendidik para karyawan, agar para karyawan bisa bekerja sesuai harapan perusahaan. Beri karyawan Anda kejelasan dan kesederhanaan di semua aspek kerja perusahaan, agar karyawan Anda mampu mengikuti visi dan misi perusahaan secara baik. Sekian dulu ya, Dillan. Have a great day!

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Nama saya DML, saya sedang stres menghadapi perilaku bos yang terlalu ngotot dan bersikap tinggi hati terhadap keinginannya. Bos saya sering sekali mengabaikan aturan dan kebijakan kantor yang ada. Karyawan pada bingung, bos tidak suka niatnya dihalangi, dan karyawan juga tidak berani ngelawan bos. Menurut pak Djajendra, bagaimana kami seharusnya bersikap terhadap bos kami? terima kasih.

Djajendra Menjawab

Dear DML, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Pertama, perilaku bos yang ngotot dan tinggi hati adalah persoalan ketidakcerdasan emosional. Oleh karena itu, selesaikan persoalan ngotot dan tinggi hati melalui cara mencerdaskan emosional, yaitu dimulai dari mencerdaskan emosional diri Anda. Sebab, Anda yang berperasaan bahwa bos Anda itu ngotot dan tinggi hati. Hal ini berarti, Anda telah menggunakan pikiran negatif Anda untuk melihat perilaku bos Anda. Saran saya, cobalah mulai berpikir positif tentang perilaku bos Anda. Kedua, bila bos Anda sering mengabaikan aturan dan kebijakan kantor, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam menjalankan perintah bos Anda. Pastikan semua pekerjaan yang Anda lakukan sesuai dengan aturan dan kebijakan kantor, dan selalu lengkapi pekerjaan Anda dengan kertas kerja dan administrasi yang rapi dan teliti. Sebab, bos yang suka mengabaikan aturan dan kebijakan adalah bos yang berpotensi membawa risiko ke dalam organisasi. Kerjakan tugas dan tanggung jawab melalui budaya kerja yang sesuai dengan panduan etika bisnis dan etika kerja. Sekian dulu jawaban dari saya, semoga jawabannya bermanfaat. Terima kasih, Djajendra.