BERCITA-CITA MENJADI MOTIVATOR

“Setiap Inci Perjalanan Hidup Harus Dilengkapi Dengan Motivasi Untuk Sukses .” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Nama saya Moldi, bekerja dibagian SDM sebuah perusahaan swasta di Bogor, saya bercita-cita menjadi motivator. Apa saja syarat untuk menjadi motivator dan kapan seorang motivator dikatakan berhasil memotivasi? Terima kasih atas jawabannya.

Djajendra Menajwab

Yth Moldi,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Syarat untuk menjadi motivator adalah mampu menyemangati diri sendiri sebelum menyemangati orang lain. Dan mampu membuat orang lain termotivasi melalui ucapan, pikiran, tulisan, sikap, perilaku, dan gaya hidup.

Kapan seorang motivator dikatakan berhasil memotivasi? Motivator dikatakan berhasil memotivasi yaitu saat motivator mampu meyakinkan logika, akal sehat, persepsi, asumsi, keyakinan, dan kepercayaan seseorang.

Demikian jawaban dari saya, dan saya doakan cita-cita Moldi menjadi motivator segera menjadi kenyataan. Terima kasih.

Salam,

Djajendra

BEKERJA DENGAN FLEXITIME

“Bekerja Tanpa Terikat Oleh Peraturan Absensi Hanya Dapat Dilakukan Melalui Kesadaran Dan Manajemen Diri Untuk Hasil Kerja Berkualitas Unggul.” – Djajendra

Yth  Bapak Djajendra,

Salam sukses Pak Djajendra! Tuntutan kerja di perusahaan kami adalah kreativitas dan mengharuskan karyawan untuk berinovasi dengan hal-hal baru yang unik. Oleh alasan tersebut, karyawan kami mengharapkan kebijakan bebas absen dengan konsep flexitime. Sebab, pekerjaan kreatif tidak hanya dikerjakan sebatas jam kantor, tapi juga di rumah. Mohon saran dan pendapat pak Djajendra? Terima kasih, Alienty.

DJAJENDRA MENJAWAB

Yth Alienty,

Salam sukses Alienty, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Bila tuntutan kerja di perusahaan Anda adalah kreativitas dan inovasi, maka seharusnya permintaan karyawan Anda tersebut dapat dipenuhi. Sepanjang semua yang dikerjakan dapat diukur secara kualitatif dan kuantitaf  sesuai target yang diberikan, maka masalah cara kerja dengan flexitime tidak akan berpengaruh terhadap hasil akhir yang Anda harapkan.

Hal terpenting yang harus diatur dalam konsep kerja flexitime adalah standar, etika, dan integritas terhadap pekerjaan dan perusahaan. Biasanya, diperlukan kesadaran diri yang tinggi dari karyawan untuk bekerja melalui manajemen diri yang berkualitas agar dapat berproduktivitas secara optimal, walau tidak berada di jam kerja kantor. Di samping itu, perusahaan harus mengawasi komitmen karyawan  dalam menjalankan semua perencanaan terhadap pekerjaan untuk menghasilkan inovasi-inovasi sesuai harapan. Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat untuk keberhasilan bisnis Anda. Terima kasih.

Salam,

Djajendra

KEPERCAYAAN BERARTI KEYAKINAN PADA INTEGRITAS SESEORANG

Yth. Bapak Djajendra,

Perkenalkan nama saya Regowo Ellyandi, saya bekerja jauh dari Indonesia, tepatnya di Mexico City. Bagaimana cara membangun kepercayaan (Trust) dalam hubungan dengan orang lain? Sekian dan terima kasih.

Djajendra Menjawab

Yth. Regowo Ellyandi,

Terima kasih atas pertanyaan Anda yang luar biasa. Kepercayaan atau trust biasanya muncul dari perasaan yakin terhadap integritas seseorang.  Ketika Anda mempercayai seseorang pastinya Anda telah memiliki keyakinan terhadap integritas dan kemampuan dari orang yang Anda percaya tersebut. Tetapi, Ketika orang percaya pada Anda dan Anda curiga terhadap orang tersebut, maka hubungan Anda dengan orang tersebut jauh dari kepercayaan (Trust), atau sebaliknya. Dalam hubungan kepercayaan (trust) tanpa kualitas integritas akan selalu ada perasaan curiga dan salah menafsirkan maksud seseorang. Oleh karena itu, satu-satunya cara terbaik dalam membangun kepercayaan (Trust) dalam hubungan dengan orang lain adalah dengan meningkatkan kualitas integritas diri sendiri di semua aspek kehidupan. Demikian jawaban dari saya semoga memberikan manfaat untuk kemajuan Anda.

Sekian dan terima kasih.

Salam,

Djajendra

DJAJENDRA MENJAWAB LEADERSHIP

“Pemimpin Tidak Boleh Merasa Takut Walau Dirinya Harus Menyeberangi Sungai Dan Jurang Yang Terisi Monster Menyeramkan.” – Djajendra

Tanya: “Kualitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?”

Djajendra Menjawab: ” Kualitas untuk menjadi pemimpin yang diakui dan dipercaya oleh banyak orang.”

Tanya: “Apa tugas terpenting dari pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Tugas terpenting dari pemimpin adalah membawa keberuntungan untuk semua kehidupan, serta mewujudkan janji dan mimpi dalam realitas yang dinikmati oleh semua orang.”

Tanya: “ Dari mana pemimpin memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memimpin?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman yang hampir membuatnya kalah.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah orang-orang yang dia pimpin?”

Djajendra Menjawab: “Saat pemimpin berani melakukan semua hal yang dia ucapkan untuk menghilangkan rasa takut dari pengikutnya.”

Tanya:”Kualitas moral seperti apa yang harus dimiliki oleh pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Kualitas moral yang mencintai keragaman dan perbedaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”

Tanya: “ Bolehkah kepemimpinan berhenti sedetik untuk beristirahat?”

Djajendra Menjawab: “Kepemimpinan tidak boleh berhenti sedetik pun, karena energi kepemimpinan harus terus hadir untuk menjaga keseimbangan dari sebuah peran dan fungsi.”

Tanya: “Bagaimana pemimpin bekerja?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin bekerja di tempat terbuka yang terang dan dapat dilihat oleh semua orang.”

Tanya: “Apakah pemimpin wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada?”

Djajendra Menjawab: “Jelas, pemimpin harus mematuhi aturan. Tapi, kalau aturan itu menghilangkan kesenangan dan keadilan untuk orang banyak, maka aturan itu harus diperbaiki demi kebahagiaan banyak orang.”

Tanya: ”Apakah pemimpin bertanggung jawab terhadap perbedaan yang pro konflik?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin ada untuk mengakhiri mindset yang melihat perbedaan sebagai bencana, setidaknya pemimpin harus dapat membantu orang-orang untuk hidup dengan aman dalam keanekaragaman.”

Tanya: “Seperti apa peran pemimpin dalam membangun pola hubungan positif di organisasi?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin harus menjadi energi untuk menghasilkan hubungan yang menghormati kapasitas masing-masing pihak melalui tugas, fungsi, peran, dan posisi.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus bersikap berani dan kapan harus bersikap takut?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin harus selalu bersikap berani saat mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan janji dan komitmen. Pemimpin tidak boleh merasa takut walau dirinya harus menyeberangi sungai dan jurang yang terisi monster menyeramkan.”

Tanya: “ Apakah pemimpin bertanggungjawab terhadap perubahan?”

Djajendra Menjawab: “ Jelas! Pemimpin harus bertanggung jawab untuk memimpin melalui perubahan. Sebab, kehidupan adalah sebuah pertumbuhan melalui perubahan yang tertata dan terkelola dengan bijak.”

Tanya: “ Pemimpin juga manusia yang tidak sempurna, apakah pemimpin boleh bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran?”

Djajendra Menjawab: “Betul, pemimpin juga adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu belajar dan menjaga diri dengan totalitas untuk tidak bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

STRES MENGHADAPI PERILAKU BOS YANG NGOTOT DAN TINGGI HATI

“Menghadapi Perilaku Bos Yang Ngotot Dan Tinggi Hati Diperlukan Perilaku Anak Buah Yang Sabar Dan Tenang .” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Nama saya DML, saya sedang stres menghadapi perilaku bos yang terlalu ngotot dan bersikap tinggi hati terhadap keinginannya. Bos saya sering sekali mengabaikan aturan dan kebijakan kantor yang ada. Karyawan pada bingung, bos tidak suka niatnya dihalangi, dan karyawan juga tidak berani ngelawan bos. Menurut pak Djajendra, bagaimana kami seharusnya bersikap terhadap bos kami? terima kasih.

Djajendra Menjawab

Dear DML, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Pertama, perilaku bos yang ngotot dan tinggi hati adalah persoalan ketidakcerdasan emosional. Oleh karena itu, selesaikan persoalan ngotot dan tinggi hati melalui cara mencerdaskan emosional, yaitu dimulai dari mencerdaskan emosional diri Anda. Sebab, Anda yang berperasaan bahwa bos Anda itu ngotot dan tinggi hati. Hal ini berarti, Anda telah menggunakan pikiran negatif Anda untuk melihat perilaku bos Anda. Saran saya, cobalah mulai berpikir positif tentang perilaku bos Anda. Kedua, bila bos Anda sering mengabaikan aturan dan kebijakan kantor, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam menjalankan perintah bos Anda. Pastikan semua pekerjaan yang Anda lakukan sesuai dengan aturan dan kebijakan kantor, dan selalu lengkapi pekerjaan Anda dengan kertas kerja dan administrasi yang rapi dan teliti. Sebab, bos yang suka mengabaikan aturan dan kebijakan adalah bos yang berpotensi membawa risiko ke dalam organisasi. Kerjakan tugas dan tanggung jawab melalui budaya kerja yang sesuai dengan panduan etika bisnis dan etika kerja. Sekian dulu jawaban dari saya, semoga jawabannya bermanfaat. Terima kasih, Djajendra.

MEMOTIVASI KOMITMEN KARYAWAN FRONT LINE UNTUK PELAYANAN PRIMA

“Komitmen Adalah Janji Kepada Diri Sendiri Untuk Mematuhi Semua Pikiran Dan Perasaan Terhadap Sebuah Tanggung Jawab.” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Nama saya Aldo, saya ingin bertanya. Bagaimana cara yang baik untuk memotivasi komitmen karyawan front line agar mereka konsisten dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Sekian dulu pertanyaannya. Terima kasih.

Djajendra Menjawab

Dear Aldo,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda yang luar biasa. Cara terbaik untuk memotivasi komitmen karyawan adalah dengan menginternalisasikan nilai-nilai yang ada di dalam komitmen tersebut ke dalam kebiasaan kerja  atau perilaku kerja sehari-hari dari karyawan front line. Untuk itu, secara rutin lakukan pelatihan untuk membangun dan memelihara kesadaran karyawan front line terhadap komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Selanjutnya, pastikan bahwa nilai-nilai pelayanan prima yang diinginkan dalam komitmen tersebut telah terbentuk melalui suatu sistem pelayanan yang mengikat setiap front line untuk bertanggung jawab. Kemudian, arahkan setiap karyawan front line dan backline untuk bekerja total menciptakan pelayanan perusahaan dengan berorientasikan kepada pelayanan prima.

Sekian dulu jawaban dari saya, semoga Anda selalu mendapatkan keberhasilan di semua kerja keras Anda.

Salam,

Djajendra

Anda Menuai Apa Yang Anda Tabur

“Aku Tidak Tahu Apa Takdir Anda Nantinya, Tapi Satu Hal Yang Aku Tahu. Satu-Satunya Di Antara Anda Yang Akan Benar-Benar Bahagia Adalah Anda Yang Akan Mencari Dan Menemukan Cara Untuk Melayani.” – Dr Albert Schweitzer

Pertanyaan?

Dear Pak Djajendra,

Nama saya Rony, sudah 2 x saya mengikuti training bapak Djajendra. Saya baru mendapatkan promosi untuk memimpin cabang di Jambi. Saya ingin memimpin dengan baik dan melayani perusahaan secara profesional. Saya tidak ingin kehilangan kesempatan baik ini untuk  berprestasi. Mohon tips-tips dari bapak untuk memperkuat semangat saya. Terima kasih. Rony, Pekan Baru.

Djajendra Menjawab!

Dear Rony,

Pertama, saya ucapkan selamat untuk promosi yang Anda dapatkan, semoga Anda selalu sukses dan terus – menerus menciptakan prestasi dan kinerja terbaik.

Untuk memimpin dengan baik, Anda harus melayani organisasi dan setiap stakeholders dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Artinya, kualitas seorang pemimpin terletak pada kemampuan teknis untuk mengelola organisasi, ditambah kualitas untuk memberikan pelayanan melalui hati nurani dengan kekuatan empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan tanggung jawab.

Berikut tips untuk kepemimpinan Anda di cabang Jambi:

  1. Pahami karakter orang – orang di kantor Anda dengan baik, lalu layani mereka dengan cinta dan penuh tanggung jawab.
  2. Pimpinlah dengan perasaan sabar dalam pengendalian diri yang baik.
  3. Jadilah pemimpin yang memberi perhatian, penghargaan, dan dorongan kepada semua bawahan Anda.
  4. Jadilah diri sendiri dan dapatkan  kehormatan melalui sifat baik Anda.
  5. Perlakukan setiap orang di tempat kerja sebagai orang-orang penting yang menjadi inti kekuatan organisasi Anda di cabang.
  6. Jadilah pemimpin yang memenuhi harapan dan kebutuhan orang lain dengan tanpa pamrih.
  7. Kuatkan kecerdasan emosional Anda, dan singkirkan sifat dan perilaku yang merugikan diri Anda dan orang lain.

Pemimpin cabang yang baik tidak hanya akan sibuk bekerja keras dengan permainan kekuasaan, tapi dia akan mulai menanam nilai-nilai positif kepada setiap orang di tempat kerja, lalu akan berjuang total untuk mengembangkan, membangun dan mempertahankan reputasi cabang dan perusahaan secara keseluruhan.

Pemimpin yang hebat selalu memahami bahwa dia akan menuai apa yang dia tabur. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu menabur kebaikan agar Anda menjadi pemimpin yang dicintai setiap stakeholders.

Sekian dan terima kasih. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com