Semua Trainer Memiliki Kelebihan Masing-Masing

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Nama saya Debora, bekerja sebagai Hrd Manager di  sebuah perusahaan asing bidang cleaning service untuk gedung bertingkat . Saya ingin bertanya, apa kriteria terbaik dalam memilih trainer dari luar perusahaan. Sebagai informasi, perusahaan kami selalu mengadakan training, bisa 5 kali dalam sebulan. Terima kasih atas kesediaan bapak Djajendra untuk menjawab. Debora – Jakarta.

Djajendra Menjawab

Dear Debora,

Masalah kriteria trainer sangat ditentukan oleh kebutuhan perusahaan Anda pada hal apa yang ingin diajarkan kepada para karyawan perusahaan Anda. Menurut saya semua trainer atau pembicara memiliki kelebihan masing-masing. Artinya, Anda boleh mengundang siapa saja ke kantor Anda untuk memberikan persepsi dan pandangan terbaru buat keberhasilan perusahaan Anda. Semakin banyak pembicara dan trainer dari berbagai latar belakang yang Anda undang, maka para karyawan Anda akan semakin kaya dengan wawasan dan pengetahuan. Sekian dan terima kasih. Semoga Anda bersama perusahaan Anda selalu cemerlang.

Untuk konsultasi dengan Djajendra kirimkan pertanyaan Anda ke E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Bekerja Untuk Dua Pekerjaan Dengan Gaji Untuk Satu Pekerjaan

“Saya Selalu Bekerja Dengan Senang Hati Dan Merasa Bahagia Diberikan Kepercayaan Yang Besar.” – Djajendra

Selamat Pagi Pak DJAJENDRA.

Saya Siska Aguistina, bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Saya ditunjuk bos  menjadi tim yang mengurus pembelian. Saya bekerja untuk dua pekerjaan dengan gaji untuk satu pekerjaan. Banyak teman yang mengatakan bahwa saya bodoh, dan mau saja bekerja untuk dua pekerjaan dengan satu gaji. Apa yang harus saya lakukan,  mohon saran dari bapak hal apa yang terbaik yang harus saya lakukan? Siska Aguistina, Medan.

Djajendra Menjawab.

Membaca pertanyaan Anda, saya jadi teringat dengan diri saya beberapa puluh tahun yang lalu. Saya akan merasa sangat bangga dan bahagia bila bos saya memberikan banyak pekerjaan. Saya selalu bekerja dengan sangat senang hati dan merasa bahagia diberikan kepercayaan yang besar. Saya tidak pernah bekerja mengkalkulasikan pengabdian dan kontribusi saya dengan uang.

Saran saya, abaikan semua kata-kata negatif dari teman-teman Anda itu, dan mulai sekarang rancanglah beberapa strategi untuk masa depan Anda yang lebih cemerlang, termasuk mengerjakan pekerjaan apa saja di kantor Anda, dengan perasaan tulus dan ikhlas untuk pengabdian dan kontribusi Anda buat kejayaan perusahaan Anda. Berikan sebanyak mungkin kemampuan Anda, dan yakinlah bahwa diri Anda akan bertumbuh menjadi semakin cerdas dan kaya dengan berbagai pengetahuan praktis.

Anda harus menjadi pribadi yang seimbang. Anda harus bekerja keras untuk meningkatkan karir Anda ke puncak prestasi,untuk itu Anda harus sadar dengan kemampuan dan kelemahan Anda. Pastikan Anda bertindak efektif untuk membuat kemampuan Anda menjadi lebih cemerlang, dan belajar lebih keras untuk menghapus semua kelemahan Anda.

Saya doakan semoga Siska selalu menjadi yang terbaik di semua aspek kehidupan Siska.  Sekian dan terima kasih untuk pertanyaan Siska yang luar biasa.

Untuk konsultasi dengan Djajendra, kirimkan pertanyaan Anda ke E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Sikap Yang Harus Dilakukan Pimpinan Menghadapi Pegawai Yang Lebih Tua

1. Bagaimana sikap yang harus dilakukan atasan pada pegawai yang lebih tua, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Setiap perusahaan biasanya memiliki code of conduct atau kode etik yang diantaranya mengatur cara memelihara lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, pelecehan, perbuatan asusila, ancaman, tekanan, dan kekerasan. Artinya, sikap atasan tidak boleh bertentangan dengan kode etik perusahaan, dan atasan harus membangun sikap profesional untuk  memaksimalkan hubungan pribadi dengan setiap pegawai tanpa melihat usia. Jadi, seharusnya tidak boleh ada sikap yang berbeda dari atasan terhadap pegawai yang lebih tua.

2. Apakah atasan perlu membeda-bedakan perlakuan pada pegawai yang lebih tua dan lebih muda, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Atasan tidak perlu membeda-bedakan perlakuan pada pegawai hanya oleh alasan usia. Banyak pegawai dari sisi usia sudah tua, tapi dari sisi intelektual dan emosional masih sangat labil. Dan banyak juga pegawai dari sisi usia masih muda, tapi dari sisi intelektual dan emosional sudah sangat stabil dan dewasa. Dari pengalaman saya bekerja di berbagai perusahaan, saya menyerap bahwa para atasan hanya akan menghormati atau memberikan perhatian lebih kepada pegawai yang cerdas secara intelektual dan emosional, berintegritas, setia, rajin, pekerja keras, beretika, sopan, dan berdedikasi kepada pekerjaan, atasan, dan perusahaan. Jadi, tidak pernah saya melihat di tempat kerja ada atasan bersikap berbeda hanya oleh alasan usia.

3. Yang dikatakan ‘tua’ itu apakah hanya terkait dengan umur pegawai, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Yang dikatakan ‘tua’ biasanya pasti berhubungan dengan umur pegawai, sedangkan pegawai dengan kecerdasan intelektual dan emosional biasanya akan dikatakan dewasa atau matang secara kepribadian.

4. Apakah benar, atasan yang lebih muda cenderung lebih segan terhadap bawahan yang lebih tua, jelaskan?– Herman, Koran SINDO

Djajendra Menjawab

Sebuah tempat kerja pasti akan dikelola dengan aturan, kebijakan, etika, moralitas, dan komunikasi yang saling bersinergi.  Artinya, setiap orang harus bekerja dengan saling menghormati dan saling mengontrol diri untuk tidak menyakitkan siapa pun. Perasaan  segan  seharusnya tidak boleh merusak profesionalisme dan etika bisnis di tempat kerja. Dari pengalaman saya bekerja dan memberi konsultasi kepada perusahaan – perusahaan, saya jarang sekali menemukan kasus di mana atasan yang lebih muda menjadi lebih segan terhadap pegawai yang lebih tua. Setahu saya, lingkungan tempat kerja akan lebih memberikan perhatian kepada pegawai – pegawai yang berkontribusi secara maksimal buat perusahaan, serta yang memiliki sikap, perilaku, emosional, dan kepintaraan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.  Jadi, tidak pernah umur atau pun usia menjadikan seorang pegawai mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Untuk konsultasi kirim E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com

Cash Flow Harian Bermasalah

Pertanyaan?

Dear Bapak Djajendra,

Bagaimana cara mengelola cash flow yang baik. Selama ini saya selalu gagal untuk mengatur pembayaran. Padahal pemasukan dari penjualan cukup untuk melakukan pembayaran. Persoalannya, begitu menerima uang, saya langsung memutarnya kembali ke bisnis, sehingga uang untuk biaya rutin selalu berjalan tidak normal. Bagaimana cara saya melakukan pemulihan terhadap cash flow harian saya? Terima kasih, Ratna, Jakarta.

Djajendra Menjawab

Dear Ratna,

Setelah membaca email Anda, saya berpendapat bahwa Anda terlalu ambisius di dalam perputaran bisnis Anda, sampai-sampai Anda lupa bahwa setiap hari pasti akan ada kebutuhan uang tunai untuk membiayai operasional bisnis Anda. Sifat ambisius Anda ini sebenarnya baik, sekarang tinggal disiplin dan tanggung jawab Anda untuk mengalokasikan uang buat kebutuhan biaya rutin bisnis Anda. Intinya, persoalan Anda ini sesungguhnya bukanlah persoalan cash flow, tapi persoalan pengendalian diri. Saran saya sebaiknya Anda lebih menahan diri untuk tidak menggunakan semua uang di dalam perputaran bisnis. Bila Anda mampu menahan diri, maka cash flow harian Anda pasti akan menjadi normal kembali.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Anda Menuai Apa Yang Anda Tabur

“Aku Tidak Tahu Apa Takdir Anda Nantinya, Tapi Satu Hal Yang Aku Tahu. Satu-Satunya Di Antara Anda Yang Akan Benar-Benar Bahagia Adalah Anda Yang Akan Mencari Dan Menemukan Cara Untuk Melayani.” – Dr Albert Schweitzer

Pertanyaan?

Dear Pak Djajendra,

Nama saya Rony, sudah 2 x saya mengikuti training bapak Djajendra. Saya baru mendapatkan promosi untuk memimpin cabang di Jambi. Saya ingin memimpin dengan baik dan melayani perusahaan secara profesional. Saya tidak ingin kehilangan kesempatan baik ini untuk  berprestasi. Mohon tips-tips dari bapak untuk memperkuat semangat saya. Terima kasih. Rony, Pekan Baru.

Djajendra Menjawab!

Dear Rony,

Pertama, saya ucapkan selamat untuk promosi yang Anda dapatkan, semoga Anda selalu sukses dan terus – menerus menciptakan prestasi dan kinerja terbaik.

Untuk memimpin dengan baik, Anda harus melayani organisasi dan setiap stakeholders dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Artinya, kualitas seorang pemimpin terletak pada kemampuan teknis untuk mengelola organisasi, ditambah kualitas untuk memberikan pelayanan melalui hati nurani dengan kekuatan empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan tanggung jawab.

Berikut tips untuk kepemimpinan Anda di cabang Jambi:

  1. Pahami karakter orang – orang di kantor Anda dengan baik, lalu layani mereka dengan cinta dan penuh tanggung jawab.
  2. Pimpinlah dengan perasaan sabar dalam pengendalian diri yang baik.
  3. Jadilah pemimpin yang memberi perhatian, penghargaan, dan dorongan kepada semua bawahan Anda.
  4. Jadilah diri sendiri dan dapatkan  kehormatan melalui sifat baik Anda.
  5. Perlakukan setiap orang di tempat kerja sebagai orang-orang penting yang menjadi inti kekuatan organisasi Anda di cabang.
  6. Jadilah pemimpin yang memenuhi harapan dan kebutuhan orang lain dengan tanpa pamrih.
  7. Kuatkan kecerdasan emosional Anda, dan singkirkan sifat dan perilaku yang merugikan diri Anda dan orang lain.

Pemimpin cabang yang baik tidak hanya akan sibuk bekerja keras dengan permainan kekuasaan, tapi dia akan mulai menanam nilai-nilai positif kepada setiap orang di tempat kerja, lalu akan berjuang total untuk mengembangkan, membangun dan mempertahankan reputasi cabang dan perusahaan secara keseluruhan.

Pemimpin yang hebat selalu memahami bahwa dia akan menuai apa yang dia tabur. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu menabur kebaikan agar Anda menjadi pemimpin yang dicintai setiap stakeholders.

Sekian dan terima kasih. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com