Budaya Kerja Nepotisme

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana cara kita menghadapi budaya kerja di perusahaan yang mengagung-agungkan kehebatan sesama alumnus? Apakah etis bila manajemen mengutamakan merekrut karyawan baru dari universitas tertentu dengan fanatisme tinggi? Bagaimana hal ini hubungannya dengan good governance? Terima kasih. Dandi Wayudi, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Dandi Wayudi,

Manajemen yang berkualitas tidak akan merekrut atau pun mempromosikan karyawan atas dasar nepotisme. Manajemen yang kuat pasti bekerja sepenuhnya dengan menggunakan sistem yang konsisten dengan prinsip-prinsip good corporate governance. Manajemen yang profesional pasti mengutamakan kompetensi, kualitas, karakter, dan potensi seseorang untuk dijadikan sebagai sumber daya perusahaan yang kuat dan solid. Dan tidak mungkin mengkerdilkan dirinya dengan hanya mempercayai sesama kelompok atau alumnus.

Ketika Anda menghadapi budaya kerja yang mengagung-agungkan kehebatan sesama alumnus, maka Anda harus bersikap lebih professional dalam semua aspek pekerjaan Anda. Lalu, tetap berpikir positif dan berprasangka baik, tanpa mengkerdilkan kebesaran perusahaan Anda. Apa pun budaya kerja perusahaan Anda, tetaplah bekerja dengan sepenuh hati untuk berkontribusi secara total.

Etis atau tidak etisnya sebuah rekrutmen sangat tergantung kepada profesionalisme dan kebutuhan manajemen. Mungkin saja pihak manajemen merasa keunggulan yang dimiliki alumnus universitas tertentu itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Jadi, semuanya akan menjadi etis bila rekrutmen itu dilakukan melalui prinsip-prinsip good corporate governance. Budaya nepotisme pastinya tidak sesuai dengan nilai-nilai dari good corporate governance. Jika sebuah perusahaan dijalankan secara profesional berdasarkan nilai-nilai good governance, maka perusahaan akan terjaga dari berbagai praktik manajemen yang tidak sehat. Perusahaan yang kuat hanya dihasilkan dengan cara menegakkan sistem, prosedur, peraturan, etika, dan kebijakan dengan penuh tanggung jawab;  mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang adil dan jujur; menciptakan transparansi di setiap keputusan strategis; memanfaatkan kekuatan sumber daya secara efektif, produktif, kreatif dan efisien; dan menciptakan pelayanan perusahaan yang berorientasi untuk memuaskan stakeholder. Sekian dulu ya, Dandi Wayudi. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik Murakamil, Palembang.

Djajendra menjawab!

Dear Taufik Murakamil,

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, etika, dan code of conduct kepada setiap orang di kantor.

Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidak boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.

Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan  berprestasi tinggi. Dan terapkan hukuman tegas kepada  karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dulu ya, Taufik Murakamil, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Motivasi Tidak Sekedar Cukup Dengan Slogan Dan Kata-Kata Yang Penuh Inspirasi

”Motivasi Itu Butuh Kesadaran Total Dari Jiwa, Raga, Dan Pikiran Untuk Bertindak Penuh Semangat Secara Berulang-Ulang, Tanpa Merasa Tindakan Itu Sebagai Beban.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bpk Djajendra,

Saya bekerja sebagai manajer produksi di sebuah pabrik textile di Bandung. Cara kerja saya adalah memotivasi staf untuk bekerja lebih produktif, tetapi hasilnya staf tidak selalu mau bekerja dengan motivasi untuk lebih produktif. Pertanyaan saya, motivasi seperti apa yang harus saya berikan untuk meningkatkan etos kerja yang lebih produktif? Mohon pencerahan? Terima kasih! – Herwid W- Bandung

Djajendra Menjawab!

Dear Herwid W,

Memotivasi orang lain tidak sekedar cukup dengan slogan dan kata-kata yang penuh inspirasi, dibutuhkan juga sikap tegas, disiplin, tindakan, dan persepsi yang se-visi, se-misi, se-nilai dalam meraih sebuah tujuan.

Dalam kasus Herwid bersama staf, nyata sekali Herwid sudah menggunakan gaya manajemen yang selalu memotivasi. Persoalannya, gaya manajemen yang selalu memotivasi ini, apakah hanya sekedar sebatas kata-kata dan slogan hebat yang penuh inspirasi, atau juga telah diikuti dengan tindakan-tindakan yang adil, jujur, terbuka, penuh tanggung jawab dalam komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dalam hal untuk meningkatkan etos kerja yang lebih produktif, Herwid harus membuat kebijakan yang jelas, strategi yang terarah pada sasaran kerja, sistem kerja yang sesuai visi dan nilai, mind set staf yang positif untuk bekerja secara profesional, dan kesiapan perusahaan untuk menjawab semua tantangan perubahan.

Memotivasi staf berarti Herwid harus membangkitkan antusias, gairah, semangat, rasa percaya diri, dan keyakinan diri para staf, untuk secara proaktif bekerja cerdas dalam visi yang jelas untuk meningkatkan produktifitas. Sekian dulu, ya, Herwid. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menanamkan Etos Kerja Kepada Karyawan

”Etos Kerja Itu Bukan Sekedar Sebuah Budaya Kerja, Tapi Merupakan Pekerjaan Mental Untuk Menjadi Lebih Berkinerja.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bpk Djajendra,

Kami adalah perusahaan jasa boga (UKM), sekarang ini manajemen perusahaan kami kelola sendiri dengan di bantu sekitar 60 karyawan, dan 40% dari karyawan masih punya hubungan keluarga. Yang ingin kami tanyakan, bagaimana cara menanamkan etos kerja yang berkinerja tinggi kepada karyawan? Terima kasih. D Kesuma – Solo

Djajendra Menjawab!

Yth D Kesuma – Solo,

Etos kerja berkinerja tinggi artinya karyawan memiliki kompetensi dan komitmen untuk bekerja total dengan cara merencanakan, mengorganisir, memecahkan masalah, dan berkomunikasi kepada manajemen secara profesional. Selanjutnya untuk membangun etos kerja yang berkinerja tinggi. Pertama, perusahaan harus dikelola dengan visi, misi, dan nilai yang jelas; dengan dukungan SOP yang sederhana dan tepat sasaran. Kedua, mind set karyawan harus di isi etika dan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja dengan tujuan meningkatkan kepuasan pelanggan. Ketiga, walaupun 40% dari karyawan masih memiliki hubungan keluarga, tetapi manajemen perusahaan harus di jalankan dengan panduan etika bisnis, code of conduct, prinsip good corporate governance yang profesional dan dinamis. Keempat, pastikan manajemen mengutamakan kompetensi dan komitmen dari karyawan untuk bekerja dengan kinerja tinggi.

Usaha jasa boga membutuhkan kreatifitas dan pelayanan berkualitas tinggi. Untuk itu, pastikan Anda mampu mentransformasikan nilai-nilai pelayanan berlandaskan sikap baik dan niat baik. Termasuk, maksimalkan semua upaya untuk membangun kesadaran karyawan, agar karyawan mampu menciptakan sebuah etos kerja yang bervisi untuk mendapatkan dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Sebab, kinerja tinggi hanya akan dihasilkan saat perusahaan memiliki banyak pelanggan dengan keuntungan maksimal. Sekian dulu,ya, D Kesuma. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Formula Sukses Ada Dalam Semangat Hidup

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa, “The real Success Formula is: Human Capital (what you know) X Social Capital (who you know and who knows you) X Reputation (who trusts you).” Menurut bapak apakah formula ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari? Terima kasih – Haris, Kemayoran.

Djajendra Menjawab!

Dear Haris,

Menurut saya sukses itu sesuatu yang relatif dan sangat sulit untuk dibuatkan sebuah formula yang pasti. Sebab, kebutuhan setiap orang untuk membuat dirinya nyaman, bahagia, sejahtera, sehat, dan damai adalah berbeda. Tentang formula di atas adalah cocok jika sukses itu dianggap dari sisi bisnis, uang dan karier kerja, tetapi tidak akan cocok jika Anda ingin membangun kehidupan yang seimbang di antara jiwa, raga, dan pikiran.

Kesimpulannya, rumus Success = Human Capital X Social Capital X Reputation, dapat Anda implementasikan hanya untuk urusan nyari uang dan karier kerja Anda, tapi tidak dalam urusan mencari kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, dan keseimbangan hidup. Sekian dulu, ya, Haris. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Salesmen Mempengaruhi Melalui Media

”Sesungguhnya Visi Sebuah Iklan Adalah Mempengaruhi Mind Set Siapa Pun Agar Mereka Berkata ” Yes” Kepada Produk Yang Anda Tawarkan.” Djajendra

Pertanyaan?

Dear Bpk Djajendra,

Kenapa Sih Sebagian Orang Begitu Gampang Terpengaruh Pada Iklan, Sedangkan Sebagian Lagi Sangat Sulit Untuk Dipengaruhi Melalui Iklan. Apa Solusinya? Thanks, Adi S

Djajendra menjawab!

Iklan yang hebat mampu merasuk ke dalam mind set orang untuk berkata ”Yes” kepada produk Anda. Lalu, dengan cepat dan mudah mempengaruhi orang-orang untuk membeli produk Anda.

Media iklan seperti radio, handphone dan TV saat ini telah dimiliki oleh mayoritas masyarakat, ketiga media ini telah sampai ke daerah-daerah terpencil. Artinya, setiap hari para salesmen mampu hadir kehadapan masyarakat melalui media-media tersebut untuk membangun mind set konsumtif dan mempengaruhi masyarakat untuk menjadi pelanggannya.

Orang-orang yang sulit dipengaruhi oleh iklan biasanya hanya ada dua alasan. Pertama, mungkin orang-orang itu tidak punya duit untuk membeli walaupun mereka sebenarnya telah dipengaruhi oleh iklan Anda. Kedua, mungkin keyakinan dan filosofi hidup mereka sangat kuat sehingga tidak mempan oleh pengaruh apa pun, termasuk pengaruh dari iklan Anda.

Solusinya? Untuk membuat seratus percent orang-orang terpengaruh dengan iklan Anda adalah mustahil. Tetapi iklan Anda yang sederhana dan yang mudah dicerna oleh logika dan akal sehat akan mampu menghipnotis dan mempengaruhi masyarakat, sehingga kedua alasan di atas bisa lebih di minimalkan. Sesungguhnya visi sebuah iklan adalah mempengaruhi mind set siapa pun agar mereka berkata ” Yes” kepada produk yang Anda tawarkan tersebut.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Persiapan Untuk Mencari Pekerjaan

”Bekerja Dengan Baik Artinya Bekerja Dengan Mencapai Target Dan Memenuhi Standar Kerja.”- Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan pencari kerja agar mudah mendapatkan pekerjaan yang disukai? Mohon tips dan triknya, pak. Terima kasih, Vinna Dema

Djajendra Menjawab!

Dear Vinna Dema,

Setiap pencari kerja wajib mempersiapkan diri dengan pengetahuan, wawasan, emosi, mental, dan fisik yang sesuai dengan kualifikasi dari pekerjaan yang disukai tersebut. Dan juga memahami apakah pekerjaan tersebut bisa menjadi jembatan emas buat karir Anda di masa depan? Jangan sampai setelah bekerja beberapa tahun Anda mulai jenuh dan bosan dengan pekerjaan tersebut.

Langkah selanjutnya, buat perencanaan yang baik untuk mencari peluang dan kesempatan kerja yang tersedia di pasar kerja. Anda bisa memonitor lowongan kerja di surat kabar, majalah, internet, teman, headhunter, keluarga, atau pun melakukan hubungan langsung dengan perusahaan yang Anda sukai. Bila Anda belum memiliki pengalaman kerja. Saran saya, terimalah pekerjaan apa pun sepanjang pekerjaan itu baik dan tidak merugikan reputasi Anda, yang penting Anda tidak boleh membohongi kemampuan diri sendiri. Pelajari jenis-jenis pekerjaan yang ada lowongannya. Pelajari juga karakter dan reputasi dari perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut. Jika Anda yakin terhadap jenis pekerjaan yang Anda sukai, dan jika Anda yakin pada kebaikan perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut, maka tidak ada alasan buat Anda untuk tidak melamar pekerjaan tersebut. Buat surat lamaran kerja yang baik dan jelas tentang kompetensi dan karakter kerja yang Anda miliki. Lalu, kirim surat lamaran tersebut ke bagian yang tepat di perusahaan yang Anda sukai, kemudian siapkan diri Anda untuk menghadapi setiap tahapan proses masuk kerja: seperti test, interview, dan masa orientasi kerja.

Jangan lupa untuk melakukan penilaian atas kepantasan diri Anda terhadap sebuah pekerjaan. Lakukan penilaian terhadap karakter dan kompetensi diri Anda secara jujur oleh Anda sendiri. Pahami jenis kerja dan karakter kerja yang sesuai dengan hati nurani Anda. Pahami pengalaman-pengalaman masa lalu Anda yang terkait dengan pekerjaan dan pendidikan Anda. Pahami semua keterbatasan dan kelebihan yang Anda miliki. Pahami secara baik tugas dan kualifikasi dari pekerjaan tersebut sebelum Anda memutuskan untuk melakoninya.

Anda harus memiliki mind set bahwa apapun jenis pekerjaan yang Anda terima, Anda wajib bekerja dengan konsisten tanpa terpengaruh oleh suasana hati, lingkungan kerja, lingkungan rumah, kondisi cuaca, kondisi tubuh. Jadi, mind set Anda itu tidak boleh memiliki alasan – alasan untuk tidak bekerja secara optimal atau pun suka menunda-nunda pekerjaan. Sekian dulu ya, Vinna Dema. Thanks, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Toko Fashion

“Miliki Mimpi Setinggi Langit Dan Jangan Ragu Untuk Memulai Langkah Pertama Dalam Mewujudkan Semua Mimpi Anda.” – Djajendra

Pertanyaan?

Siang, saya berusia 25 tahun sekarang saya bekerja pada sebuah perusaaan jasa selama 3 tahun sebagai staff  tiketing di sebuah tour and travel.

saya ingin mempunyai sebuah usaha sendiri sebagai wiraswasta tapi saya masih bingung, saya tertarik untuk mempunyai toko fashion tapi saya bingung untuk pengambilan barang2nya, saya minta saran dari bapak sekiranya bisa membantui saya .

terima kasih. – Cahaya Miochan

Djajendra Menjawab!

Dear Cahaya Miochan,

Perasaan ingin dan tertarik untuk memiliki toko fashion adalah langkah awal yang baik, tapi Anda juga harus membangun perasaan cinta, dan tidak sekedar berhenti pada perasaan ingin dan tertarik.

Selanjutnya, semangat Anda untuk memiliki usaha sendiri harus diikuti dengan rencana-rencana kecil yang terfokus kepada upaya untuk menghadirkan toko fashion Anda yang sesuai dengan harapan Anda.

Bayangkan dalam imajinasi Anda tentang bentuk dan model toko fashion yang ingin Anda miliki. Lalu, mulailah berdagang di dalam imajinasi Anda. Setelah Anda merasa menguasai dan siap berdagang, cobalah berdagang tanpa membuka toko. Anda bisa membeli barang-barang yang ingin Anda tawarkan, lalu coba jualan dulu dengan orang-orang disekitar Anda. Dan, terus perbesar jaringan target pasar Anda. Bila Anda merasa cocok dengan bisnis fashion,  berani mengambil risiko, dan berani hidup tanpa gaji tetap. Silakan rencanakan sebuah toko fashion yang sesuai dengan keberanian Anda dalam mengambil besarnya risiko.

Saran saya, coba berdagang kecil-kecil an dulu sambil tetap menekuni pekerjaan sekarang, fokuskan pada margin jual beli. Artinya, belajarlah untuk belanja dengan harga yang murah, lalu ambil untung sedikit dan jual dulu dengan orang di sekitar Anda. Mungkin Anda bisa memulai belanja di pasar tanah abang, jatinegara, manggadua, dan lain sebagainya. Setelah Anda sukses berbelanja dengan murah di pasar-pasar yang saya sebut di atas, mulailah mencari informasi tentang sumber utama pemasok barang-barang dagangan tersebut ke pasar-pasar di atas, lalu temui para pemasok itu, dan gunakan kecerdasan bernegosiasi Anda untuk membeli barang dagangan dengan harga murah. Dan pikirkan rencana toko fashion Anda. Apakah Anda mau membuka toko grosir di pusat perbelanjaan, toko ritel di pinggiran kota, atau di mal. Semua itu terserah Anda, sebab kreativitas dan kerja keras Anda yang selaras dengan getaran hati untuk mendapatkan sukses besar melalui toko fashion pasti akan mewujudkan  sukses Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Dengan Self Image Yang Unik

“Image Pemimpin Itu Terbentuk Dari Cara Dia Bekerja, Yaitu Saat Dia Mampu Mematahkan Rantai-Rantai Kesulitan, Lalu Menciptakan Harapan Untuk Mewujudkan Impian Banyak Orang Menjadi Nyata.” – Djajendra

Yth bapak Djajendra,

Terima kasih untuk tulisan-tulisan bapak yang cukup memberi inspirasi buat saya. Nama saya Irwandi yusup, status saya sekarang masih sebagai mahasiswa. Menurut bapak, bagaimana cara pemimpin membangun image? Langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk memiliki self image yang unik? Terima kasih, salam sejahtera dari NAD.

Djajendra Menjawab!

Dear Irwandi yusup,

Pemimpin berarti memiliki keunikan atau pun memiliki ide-ide yang hebat untuk diikuti oleh orang-orang lain. Pemimpin berarti memiliki kemampuan bertindak untuk mewujudkan semua ide-ide hebat itu menjadi sesuatu yang nyata. Pemimpin berarti memiliki visi yang terang untuk melihat ide-ide yang dia miliki buat masa depan yang lebih baik.

Cara pemimpin membangun image adalah melalui ide-idenya yang orisinal, lalu bekerja keras dan membuat keputusan untuk membuat semua ide-ide orisinal tersebut menjadi kebenaran di dalam kehidupan siapa pun, dan tidak hanya terbatas pada kehidupan pemimpin, tapi menyebar kepada kehidupan setiap orang, di mana pun orang-orang itu berada.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun self image yang unik. Pertama, yakinkan diri Anda bahwa Anda adalah seorang pemimpin yang memiliki visi untuk didengarkan dan diikuti oleh orang-orang lain. Kedua, Miliki keberanian dan daya tahan diri dalam menjadikan diri Anda sebagai pemimpin yang didengarkan dan diikuti. Ketiga, ciptakan karakter diri yang menguatkan nilai-nilai kepemimpinan yang Anda perjuangkan. Keempat, tampil dengan gaya, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan yang membuat diri Anda selalu dikagumi. Kelima,  jadilah pemimpin yang selalu konsisten dengan sikap, ucapan, dan tindakan. Ingat, image pemimpin lebih banyak berhubungan dengan sikap daripada jabatan atau pun posisi. Sekian dulu ya Irwandi yusup. Terima kasih dan salam sejahtera.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Anda Pengusaha Hebat

“Bila Anda Suka Meratapi Kekurangan Diri, Bila Anda Suka Mengasiani Diri, Anda Sesungguhnya Sedang Menggiring Diri Anda Ke Dalam Jurang Kehidupan Yang Lebih Dalam. Oleh Karena Itu, Mulai Hari Ini Fokuskan Hidup Anda Kepada Semua Potensi Hebat Diri Anda.” – Djajendra

Pertanyaan?

Salam Bahagia Bapak Djajendra, perkenalkan nama saya Dodi, saya adalah pengusaha export sepatu ke berbagai negara di asia. Awalnya  usaha saya lancar dengan kualitas produk terbaik, tapi akhir-akhir ini  usaha saya banyak saingan. Sepertinya saya sudah tidak mampu berkompetisi melawan kekuatan modal besar dengan mesin sepatu berteknologi tinggi. Saya ini bermodalkan semangat dan kerja keras, tapi semangat dan kerja keras saja ternyata belum cukup, dan belum bisa menandingi kekuatan modal dan teknologi. Mohon pencerahan dari bapak, bagaimana saya harus bersikap. Terima kasih dan have a nice day. From Dodi, Bandung.

Djajendra Menjawab!

Dodi yang luar biasa. E-mail Anda kepada saya menceritakan dua hal. Pertama, Anda adalah pribadi hebat yang mau berjuang untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Yang kedua, Anda adalah pribadi peragu yang suka mengasiani diri. Saya dapat menangkap semangat Anda yang luar biasa. Kalimat-kalimat Anda di E-mail yang saya terima itu memperlihatkan Anda adalah seorang pejuang sejati yang selalu mampu bangkit dan meraih sukses dalam setiap keadaan. Intinya, perasaan kawatir Anda terhadap modal dan teknologi tinggi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan usaha Anda, tapi hal itu harus menjadi alasan yang menguatkan tekad dan antusiasme Anda buat menjadi yang terbaik. Saran saya buat Anda yang luar biasa ini adalah bangkit dan bergeraklah ke arah sukses yang lebih tinggi.  Jadikan hari ini lebih hebat dibandingkan hari kemarin, dan jadikan hari esok Anda lebih..lebih hebat lagi dari hari ini. Percayalah bahwa Anda adalah seorang pengusaha hebat dan berpotensi menguasai pangsa pasar yang lebih luas. Jadi, mulai sekarang bersikaplah untuk mendidik dan mengembangkan diri Anda buat sukses yang tak terbatas. Mulai sekarang jangan pernah sekalipun bersikap mengasiani diri sendiri dengan alasan apapun. Anda adalah pemenang, dan seorang pemenang adalah seorang pekerja keras dengan disiplin diri yang kokoh dan tak tergoncangkan oleh kesulitan dan kekurangan apapun. Selamat berjuang Dodi. Have a great day!

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com