Mendoktrin Pikiran Bawahan ?

Pemimpin Bijak Akan Memasuki Pikiran Bawahannya Dengan Niat Baik Untuk Memotivasi Dan Menginspirasi Semua Potensi Hebat Bawahan. Dan, Tidak Sekedar Mendoktrin Buat Keuntungan Pribadi Pemimpin.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bpk Djajendra,

Nama saya Aprilla, bekerja sebagai pimpinan unit di sebuah perusahaan di Jakarta. Pertanyaan saya, etiskah kalau saya mendoktrin pikiran staf-staf saya untuk menjadi lebih loyal pada diri saya? Terima kasih atas jawabannya.

Djajendra Menjawab!

Dear Aprilla,

Seharusnya seorang pemimpin memasuki pikiran bawahannya dengan motivasi dan inspirasi yang mencerahkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Jika, Anda mendoktrin pikiran staf-staf Anda untuk menjadi lebih loyal kepada diri Anda, menurut saya sah-sah saja, yang penting semua doktrin Anda tersebut harus difokuskan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja unit kerja yang Anda pimpin, termasuk juga meningkatkan kompetensi dan kualitas kerja dari staf-staf Anda. Kesimpulannya, Anda berhak mendoktrin staf-staf Anda sebatas membangun kinerja dan kualitas dari para staf Anda. Dan Anda tidak boleh mendoktrin staf-staf Anda untuk membentuk kelompok di dalam perusahaan, yang bertujuan memamerkan kekuasaan Anda kepada unit kerja atau pimpinan lainnya. Sekian dulu ya, Aprilla. The Winner Always Have A Wise Way!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com