Supervisor Harus Mengontrol Dan Memotivasi Pekerjaan Staf

”Seorang Supervisor Yang Cerdas Pasti Tahu Untuk Tidak Membebankan Masalah Pada Staf-Stafnya, Tapi Bersatupadu Bersama Staf-Staf Untuk Mendapatkan Solusi Terhebat.” – Djajendra

Pertanyaan?

Saya baru-baru ini mendapatkan promosi jabatan sebagai supervisor di bagian produksi. Sebelumnya saya hanyalah staf biasa yang tidak pernah punya pengalaman memimpin. Langkah awal seperti apa yang harus saya lakukan, agar saya bisa menjalankan pekerjaan saya dengan efektif? Terima kasih, Juliana-Bekasi.

Djajendra Menjawab!

Kehadiran seorang supervisor harus bisa mengontrol dan memotivasi semua pekerjaan yang dilakukan staf. Langkah awal Anda adalah merangkul semua staf dengan sikap baik, dan kemudian membuat mereka bersedia untuk bekerja lebih efektif dan produktif. Lakukan pendekatan yang membuat para staf lebih percaya diri, dan mau proaktif untuk menghasilkan kinerja yang hebat buat perusahaan. Anda harus menjadi pemimpin dan sekaligus sahabat yang peduli pada karier dan masa depan staf Anda. Saya percaya Anda telah memiliki pengalaman yang cukup banyak sebagai staf, tinggal empati dan sikap baik Anda yang perlu Anda tunjukkan pada staf-staf Anda. Sekian dulu, ya, Juliana! Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kantor Baru ?

Pertanyaan ?

Bagaimana cara beradaptasi yang baik, supaya kesan pertama kita bisa bagus di kantor yang baru. Baik di mata bos atau antar kolega? -Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Kantor baru berarti perubahan! Dan, Anda akan bertemu dengan kolega baru, bos baru, sistem baru, prosedur baru, kebijakan baru, dan relasi baru. Intinya, Anda harus banyak belajar tentang seluk beluk kantor baru Anda. Untuk itu tampilah dengan kesan pertama dalam sikap profesional yang low profile, serta merangkul setiap orang dengan senyum dan sikap baik Anda. Bersikaplah tenang dan jangan menunjukkan ambisi yang berlebihan. Jangan sok pintar, jangan mengkritik, atau menyalahkan orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Katakan “Tidak” Kepada Si Bos!

“Setiap Bentuk Perintah Dari Bos, Seberapapun Tidak Etisnya Perintah Itu, Umumnya Akan Dipatuhi Oleh Anak Buahnya. Sebab, Bos Memiliki Kekuasaan Untuk Menentukan Perjalanan Karier Para Anak Buah.” – Djajendra

Pertanyaan?

Seringkali bos memberikan tugas tambahan diluar kemampuan kita. Sangat sulit untuk menolaknya dengan alasan dia adalah bos dan belum lagi sedikit omelan yang mungkin dilayangkan jika kita menolaknya. Bagaimana untuk kita bisa mengatakan “tidak” kepada si bos? -Majalah Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Perlu dipahami bahwa dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya etika kerja. Etika kerja ini mengatur tentang perilaku kerja yang baik, di sini ada nilai-nilai moral dan nilai-nilai kepantasan. Jika si bos melanggar etika kerja yang ada di kantor, maka sewajarnya bagian yang mengawasi perilaku kerja mengingatkan kepada si bos tentang dampak negatif buat kemajuan organisasi akibat dilalaikannya etika kerja tersebut. Jadi, untuk Anda yang menjadi korban kesewenang-wenangan si bos, maka segeralah berlindung dibawah payung proteksi etika kerja. Dan katakan ”TIDAK” kepada si bos.

Bila di organisasi Anda belum dibuatkan panduan etika kerja atau code of conduct, artinya organisasi Anda belum menjalankan the best corporate practices melalui prinsip-prinsip good corporate governance yang baik, yang berarti belum menjadi organisasi yang profesional.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Berpikirlah Kaya Dan Belanjakan Uang Dengan Bijak

”Sering Kali Hanya Dalam Ukuran Detik Seseorang Mendapatkan Kekayaan, Tapi Perlu Menjalani Proses Bertahun-Tahun Untuk Mendapatkan Kesempatan Dalam Ukuran Detik Itu.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Saya seorang karyawan dengan penghasilan 10 jutaan per bulan. Gaji yang saya terima ini sangat pas-pas an dengan pengeluaran saya. Saya selalu cemas memikirkan masa depan saya, sebab sampai hari ini angka tabungan saya nol besar. Rumah juga masih ngontrak, mobil juga masih leasing. Apakah saya bisa menjadi orang kaya? Mohon pencerahannya. Terima kasih, Ade S, Jakarta.

Djajendra menjawab!

Dear Ade S,

Menjadi kaya raya adalah urusan takdir, yang penting Anda harus memiliki harapan dan percaya diri dalam kerja keras untuk menjadi kaya. Artinya, mulai sekarang singkirkan rasa cemas Anda dan lakoni hari-hari Anda dengan gaya hidup yang peduli pada hari esok yang lebih cemerlang. Menjadi kaya raya itu memang urusan takdir, tapi takdir hanya dapat diketahui pada nafas terakhir kehidupan. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Anda untuk berjuang total, tanpa pernah mengenal kata menyerah dalam semangat menuju kekayaan. Salah satu jalan menuju kekayaan adalah dengan melakukan investasi di bidang usaha yang Anda pahami. Jika Anda tidak mengerti bidang usaha apa pun, sebaiknya investasikan uang Anda ke dalam pengembangan  keterampilan diri Anda untuk menunjang karier kerja Anda di masa depan, lakukan juga investasi dalam emas dan tanah. Pastikan penghasilan Anda yang 10 juta itu tidak semuanya habis untuk dikonsumsi. Berkomitmenlah untuk menyisikan sebagian dari uang gaji Anda untuk investasi. Berusahalah untuk tetap bersikap konsisten dalam menjaga perasaan kaya dalam diri Anda. Singkirkan rasa cemas Anda tentang menjadi orang kaya. Fokuskan pikiran dan konsentrasikan energi Anda kepada setiap proses untuk meningkatkan potensi diri Anda menuju sumber kekayaan. Sekian dulu ya, Ade S. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Sensitivitas Dan Sensibilitas Untuk Menyingkirkan Risiko

“Tim Manajemen Yang Solid Adalah Tim Manajemen Yang Memahami Semua Seluk Beluk Bisnis Perusahaan, Serta Memiliki Sensitivitas Dan Sensibilitas Tinggi Untuk Menyingkirkan Semua Risiko Berbahaya, Dengan Cara Mengetahui Risiko Pada Saat Yang Tepat Dengan Solusi Yang Penuh Tanggung Jawab.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Apa saja cara terefektif dalam menerapkan manajemen risiko, dan dari mana sumber risiko berbahaya itu berasal? Apakah mungkin melalui manajemen risiko perusahaan bisa terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi? Terima kasih, Yesty-Bekasi.

Djajendra Menjawab!

Dear Yesty,

Tidak ada rencana tanpa risiko, tidak ada tindakan tanpa risiko. Sebab, risiko adalah sesuatu yang selalu melekat di dalam setiap gerak dan langkah perusahaan. Jadi, risiko itu seperti sebuah bayang-bayang yang akan terus mengikuti semua perjuangan perusahaan menuju puncak sukses.

Cara terefektif dalam menerapkan manajemen risiko, adalah saat manajemen tahu dan paham tentang semua yang dilakukan bersama perusahaan secara benar, jujur, dan penuh tanggung jawab. Dan perusahaan juga harus memahami bahwa sumber utama risiko berbahaya itu berasal dari ketidaktahuan manajemen bersama segenap kekuatan sumber daya terhadap rencana, tindakan, dan pengendaliannya.

Melalui pengelolaan manajemen risiko yang kreatif perusahaan pasti dapat menjinakan semua bencana yang dihasilkan dari risiko-risiko liar yang berbahaya, dan perusahaan pasti terhindar dari berbagai bencana krisis ekonomi. Sekian dulu, ya, Yesty. Have a nice day.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mendoktrin Pikiran Bawahan ?

Pemimpin Bijak Akan Memasuki Pikiran Bawahannya Dengan Niat Baik Untuk Memotivasi Dan Menginspirasi Semua Potensi Hebat Bawahan. Dan, Tidak Sekedar Mendoktrin Buat Keuntungan Pribadi Pemimpin.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bpk Djajendra,

Nama saya Aprilla, bekerja sebagai pimpinan unit di sebuah perusahaan di Jakarta. Pertanyaan saya, etiskah kalau saya mendoktrin pikiran staf-staf saya untuk menjadi lebih loyal pada diri saya? Terima kasih atas jawabannya.

Djajendra Menjawab!

Dear Aprilla,

Seharusnya seorang pemimpin memasuki pikiran bawahannya dengan motivasi dan inspirasi yang mencerahkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Jika, Anda mendoktrin pikiran staf-staf Anda untuk menjadi lebih loyal kepada diri Anda, menurut saya sah-sah saja, yang penting semua doktrin Anda tersebut harus difokuskan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja unit kerja yang Anda pimpin, termasuk juga meningkatkan kompetensi dan kualitas kerja dari staf-staf Anda. Kesimpulannya, Anda berhak mendoktrin staf-staf Anda sebatas membangun kinerja dan kualitas dari para staf Anda. Dan Anda tidak boleh mendoktrin staf-staf Anda untuk membentuk kelompok di dalam perusahaan, yang bertujuan memamerkan kekuasaan Anda kepada unit kerja atau pimpinan lainnya. Sekian dulu ya, Aprilla. The Winner Always Have A Wise Way!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Rajin Mempelajari ESQ, Tapi Masih Stress?

“Manusia Bukanlah Malaikat, Manusia Tetaplah Manusia Yang Tidak Pernah Sempurna. Oleh Karena Itu, Setiap Hari Adalah Hari Perubahan Menuju Kepada Sumber Kebaikan. Hari Perubahan Yang Harus Dijalani Melalui Latihan Dan Pembelajaran Secara Terus-Menerus, Untuk Menjadikan Diri Anda Seperti Yang Anda Harapkan.” -Djajendra

Pertanyaan?

Dear Bapa Djajendra,

Saya seorang pribadi yang sangat temperemental dan mudah merasa tersinggung oleh hal-hal kecil. Saya sangat menyadari kekurangan saya itu, dan dalam tiga tahun terakhir saya sangat rajin mempelajari ESQ, baik melalui seminar maupun buku. Masalahnya, sampai hari ini saya belum mampu mengimplementasikan konsep ESQ itu ke dalam hidup saya. Saya masih sering merasa stress, marah, bosan, dan suka merasa tidak berguna dalam hidup ini. Pertanyaan saya, apakah tanpa kecerdasan emosional daya saing diri saya akan menjadi lebih rendah dalam kompetisi mencari karier yang lebih tinggi? Terima kasih – Jeffry, Metro Lampung.

Djajendra Menjawab!

Dear Jeffry,

Saya sangat salut kepada Anda, sebab Anda mampu memahami diri Anda dengan sangat baik. Ingat! Manusia bukanlah malaikat, manusia tetaplah manusia yang tidak pernah sempurna. ESQ adalah kombinasi antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, Anda sudah di arah yang benar untuk menekuni kedua pengetahuan tersebut. Saat ini Anda hanya perlu untuk menjadi lebih sabar dan lebih percaya diri, agar konsep ESQ dapat lebih menginternal ke dalam jati diri Anda.

Stress, marah, bosan, malas, rajin, senang, sedih, tertawa, sinis, menangis, bangga, baik, merasa tak berguna, merupakan sifat-sifat manusia yang sangat manusiawi. Jadi, Anda hanya perlu memiliki kendali diri yang kuat berfondasikan pengetahuan ESQ yang sehat, agar Anda mampu mengurangi efek negatif dari sifat-sifat buruk yang ada dalam diri Anda, yang mungkin saja berpotensi mengurangi daya saing Anda dalam mencapai karier dan prestasi kerja yang lebih baik. Sekian dulu, ya, Jeffry! Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Berkembang Melalui Perubahan

“Perubahan Terhadap Sikap Dan Perilaku Diri Sendiri Dimulai Dari Sikap Mental. Bila Sikap Mental Dilatih Dan Dibiasakan Untuk Menjalani Pola Kehidupan Seperti Yang Diinginkan, Maka Sikap Dan Perilaku Yang Diinginkan Akan Menjadi Kenyataan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra, saya selalu berencana merubah sikap dan perilaku saya untuk sukses, karena saya merasa sikap dan perilaku saya saat ini tidak mengarahkan saya ke sukses. Mohon bapak memberikan pencerahan dan ide-ide agar saya bisa melakukan perubahan-perubahan yang perlu terhadap diri saya. Atas pencerahan dan jawaban yang bapak berikan, saya mengucapkan banyak terimakasih. Linda, Bandung.

Djajendra Menjawab:

Dear Linda, perubahan adalah sesuatu yang abadi yang selalu harus dilakukan agar diri Anda tidak berada di ruang dan persepsi sempit kehidupan.

Linda, Anda adalah apa yang Anda pikirkan, rasakan, dan lakukan. Artinya, jika Anda menginginkan sebuah perilaku kehidupan baru yang mendorong Anda ke arah sukses, maka Anda wajib memikirkan, merasakan, dan melakukan hal-hal yang membawa Anda kepada tujuan akhir dari sukses Anda tersebut.

Perubahan selalu dimulai dari niat Anda untuk menyesuaikan pola kehidupan baru yang Anda inginkan. Oleh karena itu, pastikan Anda secara total mendedikasikan hidup Anda untuk hal-hal yang Anda inginkan dan harapkan. Jangan pernah membiarkan diri Anda berada dalam keragu-raguan. Jadilah pribadi tegas, lugas, dan bertindak, untuk sebuah perubahan yang Anda inginkan.

Seperti pesan moral Napoleon Hill dalam bukunya yang berjudul Create Your Own Miracles.” Sifat manusia yang paling tidak disukai Tuhan adalah rasa puas diri, sikap menunda-nunda, rasa takut, dan kekurangan yang dibuat sendiri. Orang yang memupuk sifat-sifat itu akan mendapat hukuman berat.”

Sepertinya, pesan moral Napoleon Hill tersebut perlu Anda renungkan, dan menjadikannya sebagai alat untuk interospeksi dalam melakukan perubahan-perubahan seperti yang Anda inginkan. Selamat mencoba Linda, terima kasih, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Training Yang Paling Tepat Buat Karyawan Dalam Situasi Krisis

”Berlatihlah Setiap Hari Untuk Membuat Kualitas Diri Tetap Dalam Kondisi Prima.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth. Bapak Djajendra,

Kami sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 3000 orang. Dalam setahun rata-rata kami melakukan inhouse training bisa lebih dari 30 x. Sekarang ini perusahaan melakukan kebijakan ikat pinggang, dan kami harus menyesuaikan budget dengan lebih efisien di semua bidang. Termasuk untuk pengeluaran biaya training. Pertanyaannya, jenis-jenis training apa yang paling tepat buat karyawan dalam situasi krisis seperti sekarang ini? Adakah saran dari bapak djajendra? Terima kasih. Astried, Surabaya.

Djajendra Menjawab!

Dear Astried,

Di masa krisis seperti sekarang ini sangat penting buat perusahaan untuk menjaga semangat, produktifitas, kreatifitas, dan kebersamaan dari setiap orang di perusahaan untuk berjuang dan bekerja keras mengatasi krisis yang ada.

Budget yang ketat tidak boleh menghalangi program pelatihan yang telah dimiliki perusahaan. Sebab, setiap program pelatihan pasti telah direncanakan untuk meningkatkan kualitas dan potensi karyawan buat menghadapi masa depan organisasi dan bisnis yang lebih cemerlang.

Setiap program training yang dibuat harus mampu merubah mind set karyawan untuk mau menjadi lebih antusias dalam melayani perusahaan dan customer.

Tentang jenis-jenis training yang paling tepat buat karyawan pada masa krisis seperti sekarang ini, adalah jenis training yang didisain untuk menolong para karyawan menjadi lebih fokus dan produktif terhadap pekerjaan, membangun mind set karyawan untuk menjadi lebih baik dalam melayani customer, menjaga keseimbangan diri dalam menghadapi tekanan kerja di perusahaan, membangun rasa percaya diri terhadap keterampilan dan kompetensi yang dimiliki saat ini, dan kesadaran untuk mengeksplorasi semua potensi tidur dalam diri menjadi aset yang berharga buat perusahaan dan diri sendiri.

Perusahaan juga harus bisa mengidentifikasi tentang siapa-siapa saja atau unit kerja mana saja yang paling perlu untuk fokus dan menjadi lebih produktif dalam melayani customer dan perusahaan. Setelah diidentifikasi, perusahaan harus memprioritaskan orang-orang atau unit kerja tersebut untuk diberikan porsi training yang lebih banyak. Training yang tepat sasaran pasti akan memberikan dampak langsung buat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada customer dan shareholder. Termasuk mengatasi ancaman krisis menjadi peluang yang menguntungkan.

Sekian dulu, Astried. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com