Corporate Culture Yang Andal

“ Tanpa Corporate Culture Perusahaan Akan Berada Dalam Ketidakpastian; Tanpa Sistem Perusahaan Akan Berada Dalam Kekacauan; Tanpa Aturan, Prosedur, Dan Kebijakan Perusahaan Akan Kehilangan Reputasi.” – Djajendra

Pertanyaan?

Dear Pak Djajendra,

Apa yang harus dilakukan ketika pemilik perusahaan tidak begitu peduli pada corporate culture dan system? Saat kami para professional mengajukan untuk membangun system dan corporate culture yang kuat. Dia hanya peduli pada bisnis, dan berkata “Sorry, Business Is Business…. Business Is Not Corporate Culture!” Thanks, Anita – Semarang

Djajendra Menjawab!

Dear Anita,

Saya sangat setuju bahwa business is business, but a good business depends on a good corporate culture or a good organizational culture.

Peran dan fungsi corporate culture adalah untuk menyatukan setiap orang di dalam perusahaan kepada satu visi yang jelas. Sebab, setiap pribadi pada umumnya memiliki home culture masing-masing. Dan, di dalam perusahaan bila home culture masing-masing ini dibiarkan tumbuh dan berkembang, maka yang akan terjadi adalah konflik dan perbedaan persepsi secara terus-menerus. Jelas, hal ini akan menguras energi perusahaan dan menghambat perusahaan untuk tumbuh menjadi besar. Oleh karena itu, perusahaan wajib membangun corporate culture yang sesuai dengan misi dan visi perusahaan, agar perusahaan mampu beroperasional secara pasti dan konsisten untuk masa depan yang lebih cerah. Sekian dulu, ya, Anita. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Lean Six Sigma Meningkatkan Kinerja Dan Keuntungan?

”Temukan Apa Yang Orang Inginkan Dan Bangunlah Itu Bagi Mereka.” – Walt Disney

Pertanyaan?

Dear Pak Djajendra,

Saya mau nanya, apakah perusahaan yang di jalankan dengan model bisnis Lean Six Sigma bisa meningkatkan kinerja dan keuntungan? Mohon pencerahannya, terima kasih. Judika, Jakarta.

Djajendra menjawab!

Dear Judika,

Sesungguhnya konsep Lean Six Sigma hanya berbeda tipis dengan konsep Total Quality Management. Di mana, konsep Lean Six Sigma ini digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas perusahaan di semua aspek.

Jadi, saat Anda mengimplementasikan konsep Lean Six Sigma di perusahaan Anda, Anda harus fokus untuk memenuhi semua kebutuhan internal perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder. Di sini, Anda harus memiliki komitmen untuk mendengarkan dan memenuhi semua harapan dan kebutuhan dari karyawan, pelanggan, pemilik saham, dan kebutuhan bisnis itu sendiri.

Memang telah banyak kisah sukses yang diceritakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional besar dengan konsep Lean Six Sigma. Persoalannya, saat-saat krisis seperti sekarang ini, tidak semua perusahaan multinasional itu mampu menghasilkan kinerja dan keuntungan. Mungkin dalam kondisi dan situasi ekonomi yang sehat, konsep Lean Six Sigma mampu menjadi sistem yang memberikan kinerja dan keuntungan buat perusahaan.

Saya percaya, Lean Six Sigma merupakan sebuah konsep atau pun sistem manajemen yang sangat baik. Persoalannya, kinerja dan keuntungan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kehebatan sebuah model bisnis, konsep bisnis, atau pun oleh sebuah sistem manajemen yang hebat. Kinerja dan keuntungan perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai situasi dan kondisi bisnis, ekonomi, dan pasar. Sekian dulu ya, Judika, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Membuat Bisnis Tumbuh Semakin Cepat

”Bisnis Yang Unggul Muncul Dari Pengetahuan Bahwa Penjualan Dan Profit Harus Selalu Dihasilkan Dengan Maksimal.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana cara kita menciptakan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis kita? Hal-hal apa saja yang diperlukan untuk membuat bisnis tumbuh semakin cepat? Mohon pencerahaannya, terima kasih, Aldi Hansen, Pontianak – Kalimantan Barat.

Djajendra Menjawab!

Dear Aldi Hansen

Cara menciptakan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik, sangat tergantung kepada kemampuan Anda untuk menerapkan startegi bisnis, yang mampu menjawab semua kebutuhan pasar melalui tindakan operasional sehari-hari yang efektif.

Fokuskan bisnis Anda untuk memperkuat pelayanan kepada segment customer andalan Anda, lalu siapkan inovasi-inovasi baru yang kreatif untuk mengantisipasi strategi kompetitor Anda.

Jangan asyik bermain sendiri, sekali-kali Anda perlu mengintip kekuatan dan strategi para pesaing Anda.

hal-hal yang Anda butuhkan untuk membuat bisnis tumbuh semakin cepat.

  1. Fokuskan semua kekuatan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendapatkan profit.
  2. Pertumbuhan yang sangat cepat selalu membutuhkan tambahan modal, strategi, dan inovasi yang tepat sasaran.
  3. Perhatikan gerakan, taktik, dan strategi para pesaing Anda dipasar. Jangan berdiam diri saat produk dan jasa pesaing Anda menjadi lebih diterima pasar daripada produk Anda.
  4. Ciptakan struktur organisasi dan gaya manajemen yang fleksible untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari.
  5. Secara rutin lakukan perbaikan pada semua jalur distribusi bisnis Anda.
  6. Pastikan setiap orang diperusahaan bekerja dengan semangat dan motivasi yang tinggi.

Sekian dulu Aldi Hansen. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Anda Adalah Apa Yang Anda Pikirkan

“Siapa Yang Ingin Membaca Masa Depan, Harus Membalik Halamannya Di Masa Lalu.” –  Andre Malraux

Pertanyaan?

Pak, saya seorang pengagguran berumur 27 tahun dan belum pernah kerja. Semua teman dan saudara saya kerja karena nepotisme. Kedua orang tua saya sudah meninggal. Kakak – kakak saya sudah ninggalin saya karena mereka ngaggap cari kerja mudah sekali karena mereka nepotisme. Tabungan saya tinggal 5 juta itu untuk seumur hidup. Sebenarnya saya takut mati kelaparan. Bapak ada ide ngak supaya saya bisa bertahan hidup? Mungkin bapak punya pengalaman berharga. From: Dido

Djajendra Menjawab!

Anda dilahirkan untuk menjadi orang sukses, untuk menjadi orang seperti yang ada dalam impian dan harapan Anda. Tetapi, kalau saya baca surat Anda di atas. Saya sangat sedih, karena mental Anda sangat miskin, mind set Anda sangat sempit, akal Anda sangat dangkal. Anda benar-benar telah terperangkap di dalam sikap pesimistis Anda. Uang lima juta Anda itu adalah uang besar yang berpotensi untuk Anda lipatgandakan menjadi 5 trilyun. Tetapi, semua itu sangat tergantung kepada mind set Anda untuk berjuang dan bertindak dengan cara-cara luar biasa, yang mampu meminimalkan risiko untuk melipatgandakan uang yang Anda miliki sekarang.

Ide saya agar Anda dapat bertahan hidup adalah mulai mencari kerja, walaupun harus dengan cara nepotisme. Menurut saya, lebih baik nepotisme daripada membiarkan diri Anda menjadi tidak berharga. Jadi, mulailah dengan sikap percaya diri dan jangan berpikiran negatif kepada semua hal yang memungkinkan Anda mendapatkan pekerjaan.

Pengalaman berharga saya sangat banyak, tapi saya selalu hidup dalam sikap optimisme dan kerja keras. Sejak kecil saya telah dididik oleh kedua orang tua saya untuk selalu berjuang bangkit dan melihat cahaya sukses dalam situasi seperti apa pun. Dan saya selalu percaya bahwa bila mau berjuang total bersama pekerjaan yang kita cintai, maka segala kemudahan hidup pasti akan menjadi milik kita.

Hidup ini hanya sekali, jadi jangan sia-siakan kehidupan Anda dengan sikap dan perilaku yang pesimistis. Bangkitlah dan tunjukan kepada kehidupan ini bahwa Anda adalah pribadi terbaik yang pernah dimiliki bumi ini. Hidupkan cahaya sukses di batin terdalam Anda, lalu ciptakan visi yang terang dan jelas, ciptakan misi yang sederhana dan gampang untuk dicapai, rancanglah strategi yang tepat sasaran, miliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan hal yang terlihat di visi Anda.

Hanya Anda seorang yang mampu membuat diri Anda menjadi berharga dan cemerlang. Untuk menjadi pribadi berharga Anda harus menjadi pribadi produktif yang tetap menciptakan nilai tambah buat kehidupan diri Anda sendiri dan orang lain.

Segala kerja keras Anda yang tanpa henti pasti akan menghasilkan hal-hal terbaik buat hidup Anda. Mulailah bergerak, jangan diam duduk dalam sikap apatis dan pesimistis, berpikirlah bahwa di luar sana ada jutaan peluang tersedia buat Anda, untuk meraih kehidupan seperti yang Anda inginkan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Trust Your Intuition

”Intuisi Itu Sesungguhnya Emosi Positif Yang Terlatih Secara Sempurna Sehingga Dia Mampu Menjadi Emosi Batin Yang Baik Dan Sekaligus Menjadi Cahaya Penunjuk Arah Kehidupan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Selamat Pagi Bapak Djajendra,

Seberapa pentingkah peran intuisi dalam hidup kita? Apakah intuisi itu suara hati yang benar atau kebenarannya hanya bersifat kebetulan saja? Mohon pencerahannya. Terima kasih – Lilis, Bandung

Djajendra Menjawab!

Dear Lilis,

Saya pribadi selalu memanfaatkan Intuisi sebagai alat bantu diri saya dalam memutuskan hal-hal yang paling sulit dalam hidup ini. Saya juga sangat percaya bahwa intuisi itu adalah suara hati yang mampu menuntun diri siapa pun untuk menghasilkan solusi-solusi yang sesuai dengan hati nurani.

Saran saya, sebaiknya Anda terus – menerus melatih intuisi Anda, agar intuisi Anda mampu menjadi alat yang paling jujur untuk membantu perjalanan hidup Anda.

Intuisi itu letaknya di dalam jiwa yang paling dalam; di dalam jiwa yang paling jujur. Dan, intuisi itu sesungguhnya emosi positif yang terlatih secara sempurna sehingga dia mampu menjadi emosi batin yang baik dan sekaligus menjadi cahaya penunjuk arah kehidupan.

Menjawab pertanyaan Anda tentang seberapa pentingkah peran intuisi dalam hidup kita? Jawaban saya adalah sangat penting. Bila Anda memiliki intuisi yang hebat, maka Anda akan mampu memimpin diri sendiri untuk menjawab semua tantangan hidup Anda dengan sempurna.

Menjawab pertanyaan Anda tentang apakah intuisi itu suara hati yang benar atau kebenarannya hanya bersifat kebetulan saja? Jawaban saya adalah intuisi Anda sama dengan suara hati yang paling benar, bukan bersifat kebetulan benar.

Sekian dulu, Lilis. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemenang Tidak Pernah Menyerah Dan Orang Yang Menyerah Tidak Pernah Menang.

”Seorang Juara Itu Lahir Dari Kepastian Latihan Penuh Disiplin, Dan Dari Keyakinan Untuk Menciptakan Sang Juara Di Dalam Diri.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Nama saya Visnu dan saya adalah seorang atlit. Sehari-hari saya sangat disiplin dalam berlatih fisik, teknik, dan teori. Saya sering sekali merasa kurang yakin dan percaya untuk memenangkan kejuaraan. Apakah ada hal yang salah dengan diri saya? Bagaimana caranya agar saya bisa memiliki mental juara? Terima kasih, Visnu, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Visnu,

Perasaan kurang yakin dan tidak percaya diri untuk memenangkan kejuaraan adalah awal dari perjalanan kegagalan Anda. Artinya, sejak awal Anda memutuskan dan mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan, walaupun Anda terus berlatih dan tidak berhenti berusaha, tapi benih kegagalan telah menguasai semua kawasan pikiran dan perasaan Anda.

Kemenangan itu ada bukan hanya dari latihan dan disiplin, tapi juga dari keyakinan dan kepercayaan diri untuk secara bersungguh-sungguh mewujudkan seorang juara di dalam diri Anda.  Bila mulai saat ini Anda mampu mempercayai kehebatan diri Anda dalam sikap rendah hati, maka semua keraguan Anda kepada kehebatan potensi juara diri Anda akan terhapus. Jangan ragu untuk berlatih melalui teknik visualisasi atau pun imajinasi, biasanya latihan melalui teknik visualisasi mampu menembus batas-batas logika, dan keterampilan Anda bisa menjadi lebih unik. Jadi, sekarang ini bangkit dari ketidakpercayaan diri Anda, lalu  berjuang untuk menjadikan diri Anda juara.  Jangan sekali-kali meremehkan latihan dan kerja keras Anda di dalam perjalanan Anda menuju juara. Ingat, pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang. Sekian dulu ya, Visnu, saya doakan Anda selalu menjadi juara sejati di dalam setiap kompetisi. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Baik Dengan Keputusan Buruk

“Jika Hati Bos Sudah Menjadi Emas, Tinggal Kecerdasan Para Anak Buah Untuk Membuat Hati Emas Itu Berkilau.” – Djajendra

Pertanyaan?

Dear Bapak Djajendra,

Apa yang harus dilakukan, ketika bos kami yang baik hati dan sangat pemurah ini, selalu membuat keputusan-keputusan bisnis yang salah? Jujur saja, bos kami pribadinya emas, tapi manajemennya kacau balau. Mohon pencerahannya! Terima kasih, Dodi Krisnawawi, Surakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Dodi Krisnawawi,

Bukan sebuah jaminan bahwa seorang pemimpin cerdas tidak membuat keputusan-keputusan yang salah. Apalagi, bila si bos masih menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang salah, maka pasti banyak keputusan si bos akan terlihat kacau balau.  Oleh karena itu, perusahaan harus dijalankan dengan cara-cara profesional yang didukung dengan sistem, kebijakan, prosedur, aturan, rencana, etika, pengawasan, kepemimpinan, dan karyawan yang andal dan kreatif. Jadi, perusahaan tidak boleh tergantung kepada figur si bos.

Sah-sah saja bila si bos berani untuk membuat keputusan bisnis yang penuh dengan risiko. Sebab, Bisnis itu bukan satu tambah satu sama dengan dua, tapi bisnis itu adalah keberanian untuk mengambil risiko melalui logika bisnis yang berdasarkan pada intuisi si bos. Jadi, cobalah berpikir positif terhadap semua keputusan si bos. Yang penting perusahaan harus dijalankan secara profesional dengan dukungan prinsip-prinsip manajemen berbasis good corporate governance dan manajemen risiko. Selanjutnya, manfaatkan hati emas si bos untuk membangun kinerja bisnis yang hebat. Sekian dulu ya, Dodi Krisnawawi. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Budaya Kerja Nepotisme

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana cara kita menghadapi budaya kerja di perusahaan yang mengagung-agungkan kehebatan sesama alumnus? Apakah etis bila manajemen mengutamakan merekrut karyawan baru dari universitas tertentu dengan fanatisme tinggi? Bagaimana hal ini hubungannya dengan good governance? Terima kasih. Dandi Wayudi, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Dandi Wayudi,

Manajemen yang berkualitas tidak akan merekrut atau pun mempromosikan karyawan atas dasar nepotisme. Manajemen yang kuat pasti bekerja sepenuhnya dengan menggunakan sistem yang konsisten dengan prinsip-prinsip good corporate governance. Manajemen yang profesional pasti mengutamakan kompetensi, kualitas, karakter, dan potensi seseorang untuk dijadikan sebagai sumber daya perusahaan yang kuat dan solid. Dan tidak mungkin mengkerdilkan dirinya dengan hanya mempercayai sesama kelompok atau alumnus.

Ketika Anda menghadapi budaya kerja yang mengagung-agungkan kehebatan sesama alumnus, maka Anda harus bersikap lebih professional dalam semua aspek pekerjaan Anda. Lalu, tetap berpikir positif dan berprasangka baik, tanpa mengkerdilkan kebesaran perusahaan Anda. Apa pun budaya kerja perusahaan Anda, tetaplah bekerja dengan sepenuh hati untuk berkontribusi secara total.

Etis atau tidak etisnya sebuah rekrutmen sangat tergantung kepada profesionalisme dan kebutuhan manajemen. Mungkin saja pihak manajemen merasa keunggulan yang dimiliki alumnus universitas tertentu itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Jadi, semuanya akan menjadi etis bila rekrutmen itu dilakukan melalui prinsip-prinsip good corporate governance. Budaya nepotisme pastinya tidak sesuai dengan nilai-nilai dari good corporate governance. Jika sebuah perusahaan dijalankan secara profesional berdasarkan nilai-nilai good governance, maka perusahaan akan terjaga dari berbagai praktik manajemen yang tidak sehat. Perusahaan yang kuat hanya dihasilkan dengan cara menegakkan sistem, prosedur, peraturan, etika, dan kebijakan dengan penuh tanggung jawab;  mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang adil dan jujur; menciptakan transparansi di setiap keputusan strategis; memanfaatkan kekuatan sumber daya secara efektif, produktif, kreatif dan efisien; dan menciptakan pelayanan perusahaan yang berorientasi untuk memuaskan stakeholder. Sekian dulu ya, Dandi Wayudi. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik Murakamil, Palembang.

Djajendra menjawab!

Dear Taufik Murakamil,

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, etika, dan code of conduct kepada setiap orang di kantor.

Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidak boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.

Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan  berprestasi tinggi. Dan terapkan hukuman tegas kepada  karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dulu ya, Taufik Murakamil, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Motivasi Tidak Sekedar Cukup Dengan Slogan Dan Kata-Kata Yang Penuh Inspirasi

”Motivasi Itu Butuh Kesadaran Total Dari Jiwa, Raga, Dan Pikiran Untuk Bertindak Penuh Semangat Secara Berulang-Ulang, Tanpa Merasa Tindakan Itu Sebagai Beban.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Dear Bpk Djajendra,

Saya bekerja sebagai manajer produksi di sebuah pabrik textile di Bandung. Cara kerja saya adalah memotivasi staf untuk bekerja lebih produktif, tetapi hasilnya staf tidak selalu mau bekerja dengan motivasi untuk lebih produktif. Pertanyaan saya, motivasi seperti apa yang harus saya berikan untuk meningkatkan etos kerja yang lebih produktif? Mohon pencerahan? Terima kasih! – Herwid W- Bandung

Djajendra Menjawab!

Dear Herwid W,

Memotivasi orang lain tidak sekedar cukup dengan slogan dan kata-kata yang penuh inspirasi, dibutuhkan juga sikap tegas, disiplin, tindakan, dan persepsi yang se-visi, se-misi, se-nilai dalam meraih sebuah tujuan.

Dalam kasus Herwid bersama staf, nyata sekali Herwid sudah menggunakan gaya manajemen yang selalu memotivasi. Persoalannya, gaya manajemen yang selalu memotivasi ini, apakah hanya sekedar sebatas kata-kata dan slogan hebat yang penuh inspirasi, atau juga telah diikuti dengan tindakan-tindakan yang adil, jujur, terbuka, penuh tanggung jawab dalam komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dalam hal untuk meningkatkan etos kerja yang lebih produktif, Herwid harus membuat kebijakan yang jelas, strategi yang terarah pada sasaran kerja, sistem kerja yang sesuai visi dan nilai, mind set staf yang positif untuk bekerja secara profesional, dan kesiapan perusahaan untuk menjawab semua tantangan perubahan.

Memotivasi staf berarti Herwid harus membangkitkan antusias, gairah, semangat, rasa percaya diri, dan keyakinan diri para staf, untuk secara proaktif bekerja cerdas dalam visi yang jelas untuk meningkatkan produktifitas. Sekian dulu, ya, Herwid. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com