Menabung Dulu, Baru Belanja

”Impian Adalah Visi Kreatif Anda Tentang Hidup Anda Di Masa Depan. Anda Harus Menerobos Keluar Dari Zona Nyaman Anda Dan Menjadi Nyaman Dengan Keasingan Dan Ketidaktahuan.” – Denis Waitley

Tanya?

Yth, Bp. Djajendra,

Terima Kasih buat artikel-artikel Bapak, saya banyak mendapatkan motivasi dan ilmu leadership..

Saya ingin sharing dengan Bapak mengenai “Bagaimana cara mengelola keuangan pribadi dengan baik” , hal ini yang sedang ingin dibagikan ke karyawan yang ada ditempat saya bekerja , agar para karyawan tidak terjebak dengan bunga bank, baik kartu kredit maupun KTA. Terima kasih ya Pak…

Best Regards,

Ruth Vivi Suryana

Djajendra Menjawab!

Yth, Ibu. Ruth Vivi Suryana,

Kemampuan untuk mengendalikan diri agar tidak tergoda kepada benda-benda yang bersifat konsumtif, adalah sebuah keharusan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Untuk itu, kembangkan mind set untuk menjalani pola hidup sederhana yang berkecukupan.

Siapa pun pasti memiliki keinginan untuk memiliki rumah, mobil, dan barang-barang lainnya. Tetapi, pribadi yang bijak pasti tahu diri untuk tidak memaksa kehendak dalam memenuhi barang-barang tersebut dengan uang pinjaman berbunga tinggi.

Pribadi yang ingin hidup bahagia pasti tidak akan mau hidupnya digadaikan untuk melayani pola hidup cari hutang nunggak hutang. Dia akan selalu bertindak menabung dulu baru kemudian membeli barang-barang yang dia inginkan.

Bila sudah terjebak dengan pinjaman berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari ini, maka sebagian dari hidup pasti akan dijalani dengan stres untuk melayani hutang. Perlu diingat bahwa suka ngutang itu akan menciptakan penderitaan dan kehilangan kemerdekaan untuk hidup bebas. Hasilnya, produktifitas, kualitas kerja, rasa bahagia, kesehatan, dan pengembangan diri akan menghalami hambatan dan gangguan. Jika hal ini terjadi kepada karyawan, maka perusahaan dan karyawan akan sama-sama kehilangan energi untuk meraih kinerja secara optimal.

Berikut tips untuk pengelolaan keuangan pribadi yang sehat.

  • Pengelolaan keuangan pribadi yang baik harus dimulai dari mind set rasa syukur terhadap jumlah penghasilan yang diterima saat ini. Jadi, jangan pernah mengeluh dengan penghasilan yang didapatkan sekarang ini. Miliki rasa syukur dan rasa cukup untuk membiayai hidup tanpa perlu berutang kepada siapa pun.
  • Jangan pernah sekali pun tergoda untuk membeli barang-barang konsumtif dengan pinjaman yang berbunga tinggi. Ingat! Pinjaman berbunga tinggi akan mengurangi kekayaan Anda di masa depan. Jadi, bersabarlah dan tabunglah di instrumen investasi yang kebal terhadap inflasi.
  • Hal yang paling bijak dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah melakukan pengeluaran tidak melebihi 75% dari total penghasilan, dan sisanya sebesar 25% di tabung dalam bentuk logam mulia emas. Kalau di tabung di bank, bila bunga yang diterima kecil, maka nilai uang dari tahun ke tahun akan mengecil oleh inflasi. Jadi, pilihlah emas, tanah, atau rumah sebagai tempat investasi yang baik. hindari untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting. Untuk kebutuhan uang tunai dalam hal membiayai rutinitas kehidupan, simpan maksimal untuk tiga bulan.
  • Kembangkan potensi diri secara optimal agar mampu meraih karir yang lebih tinggi. Dengan karir yang lebih tinggi pasti akan ada penghasilan yang lebih besar dari pada saat ini. Dan, Anda memiliki kesempatan untuk menabung lebih banyak.
  • Untuk mengatasi kebutuhan uang tak terduga usahakan membentuk koperasi simpan pinjam karyawan di kantor. Atau juga bisa membentuk kelompok arisan di kantor. Manfaatkan fungsi koperasi dan arisan tersebut secara bijak hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat.
  • Berhati-hatilah untuk berinvestasi dalam portofolio berisiko tinggi, seperti reksadana, saham, obligasi, dan sejenisnya. Berpikirlah lebih cerdas dan jangan tergoda kepada iming-iming cepat kaya.
  • Jangan pernah ragu untuk menabung uang tunai Anda ke dalam usaha riel atau jasa yang Anda kuasai secara profesional. Jadi, lakukan investasi di sektor usaha riel atau jasa yang Anda kuasai tersebut. Lalu, yakinlah bahwa usaha riel dan jasa yang Anda kuasai secara profesional tersebut akan menjadi sumber penghasilan terbesar untuk pengelolaan keuangan pribadi Anda.

Sekian dulu, ya, Ibu Ruth Vivi Suryana. Have a great day.

Pelayanan Konsumen Tidak Hanya Terfokus Sebatas Ukuran Kualitas Pelayanan

”Fungsi Total Quality Service Tidak Harus Sekedar Memberi Rasa Puas Dan Nyaman Kepada Konsumen, Tapi Harus Menjadi Lebih Luas Kepada Upaya Membangun Loyalitas Konsumen.” – Djajendra

Pertanyaan?

Saya Endrik, bekerja sebagai service manager di sebuah hotel. Saya mendapat tugas dari GM untuk menyiapkan total quality service di lingkungan hotel kami. Saya mohon saran dari bapak djajendra. Terima kasih, Endrik-Bandung.

Djajendra Menjawab!

Membangun fondasi total quality service memerlukan Standard Operating Procedure pelayanan hotel yang pro kepada kebutuhan dan harapan para tamu hotel; memerlukan kebijakan dan aturan yang memenuhi harapan dan kebutuhan setiap karyawan hotel. Artinya, sebelum Anda memulai tugas dari GM, pastikan bahwa  manajemen hotel telah memiliki sistem,sop, etika bisnis, dan code of conduct di internal manajemen hotel.  Setelah semuanya lengkap, barulah Anda bisa mengimplementasikan total quality service di hotel Anda.

Total quality service hanya merupakan salah satu aspek dari pelayanan hotel kepada para tamu. Setiap karyawan hotel juga pasti telah memahami pekerjaannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamunya. Termasuk, masyarakat umum telah memiliki pengetahuan bahwa sebuah hotel dibangun berlandaskan pada pelayanan para tamu secara fleksible, santun, dan penuh hormat. Oleh karena itu, pelayanan hotel yang sekedar terfokus untuk memberikan rasa puas dan nyaman kepada para tamu sudah menjadi hal yang sangat standar di bisnis perhotelan. Sebab, semua hotel melakukan hal ini.

Saran saya buat Anda. Pertama, kembangkanlah fungsi total quality service dari sekedar memberi rasa puas dan nyaman kepada para tamu hotel Anda, menjadi lebih luas kepada upaya membangun rasa loyalitas para tamu kepada pelayanan sempurna yang di berikan hotel Anda. Kedua, dengarlah para tamu Anda secara bijak dan berikan kepada mereka rasa bahagia dan damai saat mereka di hotel Anda. Sekian dulu ya, Endrik, have a great day!