Kekuatan Good Governance Pasti Kalah Oleh Nafsu Spekulasi

“Siapa Pun Dapat Menjalankan Bisnis Untuk Mencari Untung Sebanyak-Banyaknya, Tetapi Dibutuhkan Orang Yang Sabar, Dan Yang Cerdas Menghitung Risiko Dalam Menyelamatkan Perusahaan Dari Badai Krisis Ekonomi.” – Djajendra


Pertanyaan?

Dear Djajendra,

Banyak perusahaan yang telah menjalankan good governance dan risk management dengan baik, hasilnya mereka juga babak belur saat krisis ekonomi menghancurkan usaha mereka. Pertanyaan saya, di mana letak kehebatan dari good governance dan risk management dalam menyelamatkan perusahaan dari krisis ekonomi? Terima kasih, wilopo – Semarang

Djajendra Menjawab!

Dear wilopo,

Apa yang Anda katakan benar, bahwa banyak perusahaan yang secara formal telah menjalankan good governance dan risk management, tapi takluk oleh badai krisis ekonomi. Persoalannya, good governance itu sering sekali hanya menjadi tulisan-tulisan indah di atas kertas, tapi tidak dimanfaatkan secara jujur dan penuh kesadaran untuk mengelola semua potensi risiko sejak dini. Kalau saja sebuah perusahaan sejak dini mengelola, mengawasi, dan mengatasi semua benih risiko dengan penuh tanggung jawab, maka perusahaan itu pasti mampu berdiri tegar dan kokoh dalam menghadapi badai krisis ekonomi, dan berarti juga telah menjalankan good governance secara baik. Sayangnya, sering sekali manajemen dan pebisnis tidak mampu menjinakan nafsu spekulasi, dan terpaksa mengabaikan prinsip good governance. Jadi, kehancuran sebuah perusahaan oleh krisis ekonomi selalu disebabkan oleh kalahnya kekuatan good governance oleh nafsu spekulasi dari  pengelola perusahaan. Sekian dulu, ya, wilopo. Have a great day!