Apakah Keterampilan Memanipulasi Emosi Diri Sendiri Bisa Dikategorikan Sebagai Kecerdasan Emosional?

“Memanipulasi Emosi Diri Sendiri Hanya Akan Membuat Anda Mengecil, Sementara Upaya Mencerdaskan Emosi Baik Akan Memaksa Potensi Sukses Diri Anda Tumbuh Lebih Besar Daripada Sebelumnya.” – Djajendra


Dear Bapak Djajendra,

Pertama saya mengucapkan terima kasih, saya telah banyak belajar tentang emotional intelligence dari tulisan-tulisan yang anda posting. Saya aktif di kelas akting, salah satu yang saya pelajari adalah melakukan latihan emosi. Teknik latihan emosi di kelas akting merupakan memanipulasi emosi diri sendiri. Pertanyaan saya, apakah keterampilan memanipulasi emosi diri sendiri ini bisa dikategorikan sebagai kecerdasan emosional? Langkah apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan perasaan bahagia yang sesungguhnya? Terima kasih, RR.Widia.

Djajendra Menjawab!

Dear RR.Widia,

Latihan emosi yang Anda lakukan di kelas akting merupakan sebuah latihan seni untuk kepentingan seni pertunjukan. Kehidupan manusia bersama realitas emosi dirinya sangatlah tidak sederhana untuk bisa diuraikan dalam sebuah skenario seni akting. Praktik memanipulasi emosi diri sendiri tidaklah sama dengan kecerdasan emosional. Perlu Anda pahami bahwa realitas hidup manusia adalah sebuah proses perjalanan hidup yang membutuhkan emosi positif untuk mengatasi setiap tantangan hidup. Sedangkan untuk mendapatkan perasaan bahagia yang sesungguhnya, Anda harus menghapus semua potensi emosi negatif diri Anda sampai keakar-akarnya secara total dan jujur.
Bila Anda tekun melatih emosi positif Anda, maka daya tahan mental diri Anda akan menjadi sangat tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kehidupan seperti apa pun. Oleh karena itu, tanamlah benih emosi baik ke dalam diri Anda; keluarkan segera semua benih emosi negatif dari gen Anda; pastikan Anda mampu untuk memahami, mengidentifikasi, dan mengontrol perasaan Anda sendiri secara bijaksana. Sekian dulu ya, RR.Widia, have a nice day!