5 Kesalahan Fatal Dari Pimpinan HRD

“Saat Seseorang Menutup Diri Untuk Belajar Dari Orang Lain, Saat Itu Dirinya Akan Kehilangan Masa Depan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Saya adalah pemilik perusahaan packaging di wilayah Jawa Barat. Saya memiliki ide-ide besar untuk membangun bisnis saya. Persoalan saya adalah unit kerja HRD selalu tidak mampu mendukung ide-ide saya dengan cara mempersiapkan kualitas SDM yang saya butuhkan. Pertanyaan saya adalah langkah apa yang harus saya lakukan?

Hormat saya,
JR

Djajendra Menjawab!

Banyak sekali pimpinan dan pemilik perusahaan yang mengeluh karena ketidaksiapan unit kerja HRD dalam mendukung perkembangan bisnis dengan kualitas SDM yang lebih tangguh. Meski pimpinan dan pemilik perusahaan sudah maksimal memperhatikan kebutuhan unit kerja HRD nya, tetapi apa daya, team HRD nya tetap berjalan ditempat tanpa kreatifitas lebih.

Saat unit kerja HRD hanya mampu bekerja dengan kemampuan standar atau cenderung statis, maka kualitas kerja SDM juga akan bersikap statis dan standar, pimpinan puncak akan kelelahan memikirkan rendahnya semangat dan motivasi karyawan, atau pemilik perusahaan selalu takut melangkah lebih jauh karena takut bisnisnya tidak didukung dengan kualitas SDM yang andal. Lantas, kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada lima kesalahan fatal yang selalu ada di unit kerja HRD.

1. Pimpinan HRD yang kaku dan Tidak berwawasan.

Saat unit kerja HRD dipimpin oleh pribadi tanpa wawasan, maka apa pun niat baik pimpinan puncak, pasti akan terhambat oleh sifat kekakuan dari pimpinan HRD. Jadi, pililah pribadi yang berwawasan luas, bukan pribadi yang berwawasan sempit.

2. Jangan Berpikir HRD Itu Cost Centre.

Saat unit kerja HRD dilihat manajemen sebagai cost centre, sehingga pimpinan HRD yang diangkat biasanya adalah orang-orang yang tidak terpakai di unit kerja lain. Akibatnya, kinerja HRD juga tidak akan terpakai dalam rencana tingkat tinggi perusahaan.

3. Program Pengembangan SDM Yang Salah Arah.

Saat pimpinan HRD tidak mampu memahami arah perkembangan bisnis perusahaan, maka ia pasti akan membuat program pengembangan SDM yang salah arah. Jadi, pastikan bahwa pimpinan unit kerja HRD yang Anda tempatkan adalah pribadi yang cerdas membaca perkembangan bisnis, dan semua rencana masa depan perusahaan.

4. Pimpinan HRD Bersikap Menutup Diri.

Saat pimpinan HRD berperilaku memahami segala hal, dan selalu menutup pintu pikirannya untuk menerima pengetahuan baru dari orang lain. Bila hal ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera mengganti pimpinan HRD Anda. Sebab, saat pimpinan HRD menutup pintu pikirannya untuk menerima pengetahuan baru, saat itu ide-ide besar Anda untuk mengembangkan bisnis pasti sulit berkembang.

5. Pimpinan HRD Berjurus Katak Terbang.

Saat pimpinan HRD bekerja dengan jurus katak terbang, yaitu keatas melapor sambil melobi sang majikan, kebawah memerintah sambil menendang dan mengancam bawahan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya Anda sebagai pemimpin atau pun pemilik perusahaan harus segera mencari pimpinan HRD yang tidak berjurus katak terbang.

Sekian dan terima kasih