Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Strategis Pada Supervisory Level

“Setiap Orang Memiliki Benih Kreatif Di Dalam Logikanya. Dan, Keyakinan-Keyakinan Optimis Akan Memperlancar Kecepatan Pertumbuhan Benih Kreatif Tersebut Menjadi Pohon Sukses Yang Kokoh, Yang Tak Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Pertanyaan ?

DH,
Kami adalah perusahaan garment yang pada saat ini merasakan perlu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan strategis pada supervisory level dan team designer. Untuk itu mohon masukan, pencerahan seperti apa yg kira2 bisa diterapkan pada kelompok ini. Sebagai gambaran rentang usia kelompok ini adalah 30 – 45 tahun, dengan latar belakang pendidikan S1. Terima kasih – TW

Djajendra Menjawab!

Dear TW,

Menurut saya, kelompok supervisory level dan team designer ini, haruslah diberi pencerahan dan motivasi untuk bekerja dengan cara-cara yang efektif dan inovatif , yang terfokus pada titik-titik strategis perusahaan.

Mereka juga harus mampu memimpin diri sendiri dengan motivasi yang tinggi untuk pertumbuhan diri mereka masing-masing. Berarti, mereka harus bisa mendorong diri mereka dan diri orang-orang yang mereka pimpin, untuk melampaui semua hambatan yang membatasi kreativitas dan kinerja mereka.
Pencerahan ini harus terfokus kepada pengembangan mind set peserta untuk mampu menjaga dan merawat jiwa, raga, dan pikiran mereka, agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang memiliki visi, komitmen, ketekunan, keuletan, disiplin, kecerdasan emosional, dan selalu fokus kepada semangat untuk merawat perusahaan agar tetap sehat dan kokoh. Sekian dulu, ya, TW. Have a great day!

Perasaan Dan Pikiran Senasib Mampu Membangun Relasi Dengan Orang Lain

“Saat Dua Hati Yang Terluka Bertemu Dan Kedua Hati Itu Merasa Senasib Dalam Hidupnya, Dan Jika Kedua Hati Itu Berpikir Positif Untuk Saling Melengkapi Dan Saling Peduli Untuk Menghilangkan Luka-Luka Mereka. Lalu Berjuang Untuk Bangkit Bersama Emosional Positif Mereka Masing-Masing, Maka Kedua Hati Itu Akan Menjadi Sahabat Sejati Di Sepanjang Hidup Mereka.” – Djajendra

Wenli Bertanya?

Dear Bapa Djajendra, ada yang mau saya tanyakan pada Bapa Djajendra, ketika kita ingin membangun relasi dengan orang lain kita harus membangun emosi yang menyenangkan dengan orang tersebut. Tetapi, suatu relasi dapat juga di bangun dengan emosi yang tidak menyenangkan. Contoh: ada 2 orang yang secara kebetulan bertemu di tempat pemakaman.
Si Ani bertanya pada si Tina: “mengapa kamu bersedih?”.
Tina: ” Aku baru di tinggal pergi oleh ayahku karena kecelakaan lalu lintas. Lalu Tina balik bertanya: “Kalau kamu mengapa bersedih?’
Ani: “Aku juga baru di tinggal oleh kakak ku karena ia mengidap kanker ganas.” Dan dari pertemuan itulah mereka menjadi sahabat baik karena merasakan hal yang sama, yaitu di tinggal oleh orang yang sangat mereka sayangi. Dari sini dapat kita lihat bahwa suatu relasi dapat juga di bangun dengan emosi yang tidak menyenangkan. Selain itu marah, apakah orang tua tidak boleh marah ketika anaknya pulang terlalu larut malam.
Marah juga termasuk emosi yang tidak Menyenangkan. Bagaimana menurut pendapat Bapa Djajendra mengenai masalah ini? Terima kasih atas perhatian Bapa Djajendra. From Wenli

Djajendra Menjawab!

Dear Wenli,

Dalam kisah Ani dan Tina, mereka mengalami sebuah peristiwa kehilangan orang yang mereka cintai, dan emosi kehilangan mereka itu bisa menyatukan hubungan mereka untuk menjadi sahabat baik. Hal ini bisa terjadi karena perasaan dan pikiran senasib, dan mereka berdua mencoba saling melengkapi untuk menghilangkan luka-luka emosional yang mereka alami, serta mencoba bersatu untuk memperbaiki emosi tidak menyenangkan tersebut menjadi emosi baik. Kalau kita melihat sepintas terlihat bahwa seolah-olah emosi yang tidak menyenangkan itulah yang telah menyatukan Ani dan Tina, padahal sebenarnya perasaan dan pikiran senasib itulah yang menyatukan hubungan Ani dan Tina. Perasaan dan pikiran senasib adalah emosi positif, sebab ada kesadaran untuk saling membantu, saling melengkapi, dan saling peduli.
Apakah orang tua tidak boleh marah ketika anaknya pulang terlalu larut malam? Betul, marah itu emosi negatif dan tidak baik untuk siapa pun, sebab marah hanya akan menciptakan kebencian. Parsoalannya saat anak pulang larut malam tanpa kepentingan untuk hal-hal baik, maka sikap melindungi, cinta dan kasih sayang orang tua berbicara melalui kata-kata tegas yang melarang anaknya untuk pulang larut malam. Jadi, di sini si orang tua tidak marah karena benci, tapi menasehati anaknya dengan kata-kata tegas dan keras, agar anaknya bisa menyadari bahwa perilaku pulang larut malam itu tidak baik untuk dirinya. Jadi, dalam hubungan si orang tua dan anak itu hanyalah sebuah kepedulian dan cinta, yang terpaksa diungkapkan dalam wujud kata-kata tegas dan keras, agar si anak tahu bahwa perilakunya itu tidak baik. Sekian dulu, ya, Wenli. Have a great day.

Bisnis Kopi

“Jika Bisnis Anda Berhasil Meyakinkan Konsumen, Anda Tinggal Menjadi Lebih Kreatif Dan Inovatif, Untuk Memperbesar Pangsa Pasar.” Djajendra

Kepada Yth:

Bapak Djajendra,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas artikel Bapak mengenai judul di atas. Masalah ini erat kaitannya dengan kondisi perusahaan kami beberapa tahun yang lampau.Dalam hal ini saya ingin memfokuskan pada bagian marketing di perusahaan kami. Di mana saat itu perusahaan hanya memposisikan karyawan sebagai operator saja. Tidak ada kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengembangkan ide-ide. Sehingga menyebabkan loyalitas karyawan tipis. Tapi puji Tuhan sejak 2 tahun belakangan ini ada perombakan yang terjadi dalam perusahaan kami. Apalagi dengan training yang Bapak berikan kepada perusahaan kami 2 tahun lalu, ini semakin memicu semngat karyawan. Mereka merasa diperlakukan sebagi bagian dari perusahaan. Sehingga berakibat kinerja meningkat dan loyalitas semakin tumbuh.

Sekali lagi terima kasih, Pak.

Salam

Andojo

Djajendra Menjawab!

Kepada Yth: Bapak AndojoSM

Terima kasih, Pak Andojo! Saya sangat yakin dengan semangat bapak Andojo untuk membesarkan bisnis TRI MANGGOLO DENTO. Anda pasti sukses!

HARUMNYA KOPI TRI MANGGOLO DENTO

Enam puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya tahun 1940, di kota Surabaya berdirilah sebuah usaha dagang bernama Karya Djaja. Sebuah usaha dibidang perkopian, yang didirikan dengan semangat untuk melayani kebutuhan kopi masyarakat Jawa Timur dan Madura. Setelah empat puluh tahun mengabdi di bidang perkopian nasional, UD Karya Djaja melakukan lompatan besar untuk memodernisasi usaha kopinya, dan tepat pada tahun 1980, UD Karya Djaja berubah nama menjadi PT. Tri Manggolo Dento. Menurut pak Andojo SM, salah satu pimpinan Tri Manggolo Dento, kata Tri Manggolo Dento berasal dari bahasa Jawa yang berarti Tiga Kekuatan Dari Dalam Untuk Menuju Sukses. Di mana makna Tri Manggolo Dento ini terwujud di dalam motto perusahaan yang berasas pada tiga hal. Pertama, pada kekuatan entrepreneurship. Kedua, pada kekuatan antusias untuk sukses. Ketiga, pada komitmen untuk memberikan yang terbaik.
Ketiga motto Tri Manggolo Dento itu dijadikan sebagai arah menuju prestasi dan kinerja yang hebat.
Pada saat ini, Tri Manggolo Dento tidak hanya masih setia melayani masyarakat Jawa Timur dan Madura, tapi telah memperluas jaringan usahanya ke semua kota, kabupaten, dan propinsi di Indonesia, dan langkah-langkah Tri Manggolo Dento ke mancanegara pun tak terhentikan lagi.
Kepemimpinan dan manajemen Tri Manggolo Dento yang efektif, efisien, produktif, kreatif, dan bersinergi ini merupakan rahasia dari kekuatan yang menentukan sukses Tri Manggolo Dento.
Dengan kekuatan kepemimpinan dan manajemen yang solid, Tri Manggolo Dento sedang menuju ke singgasana puncak bisnis kopi Nasional.
Perusahaan yang pada awalnya hanya berkonsentrasi untuk melayani wilayah Jawa Timur dan Madura, dengan merek kopi Glatik, yang ketika itu Kopi Glatik merupakan salah satu merek favorit masyarakat Jawa Timur dan Madura, yang sampai saat ini pun nostalgia masyarakat Jawa Timur dan Madura pada Kopi Glatik masih terasa sangat kental.
Dalam perjalanan panjangnya, Tri Manggolo Dento terus melakukan inovasi dan ekspansi, dan pada hari ini produk-produk Tri Manggolo Dento tidak hanya berhenti pada Kopi Glatiknya, tapi terus melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjawab kebutuhan konsumen dan pelanggannya. Walaupun krisis ekonomi yang menciptakan daya beli masyarakat semakin rendah, manajemen Tri Manggolo Dento tetap bersemangat dan berkomitmen untuk melayani semua lapisan masyarakat Indonesia dengan kopi berkualitas terbaik dengan harga termurah, daya beli masyarakat yang terus menurun tidak membuat pihak manajemen frustasi dalam menjalankan bisnis kopi yang telah mereka rintis sejak 1940 itu. Niat baik yang tulus untuk melayani kebutuhan kopi masyarakat Indonesia, telah membuat pihak manajemen Tri Manggolo Dento mengambil langkah-langkah strategis untuk bisa tetap survive bersama konsumen dan pelanggannya.
Pada tahun 2003 manajemen Tri Manggolo Dento memutuskan untuk melakukan penetrasi ulang pasar Jabotabek dan Jabar, yang sebenarnya telah menjadi lumbung kekuatan Tri Manggolo Dento setelah Jawa Timur dan Madura. Produk-produk baru hasil pengkajian dan riset mendalam dari manajemen Tri Manggolo Dento telah melahirkan merek kopi bernama Afdol, kopi Afdol ini sengaja dirancang untuk memberikan kualitas kopi nomor satu dengan harga eceran hanya lima ratus rupiah. Jelas, dengan kualitas Afdol yang mantap dengan harga yang super murah itu, pihak manajemen Tri Manggolo Dento kembali memperlihatkan kekuatan intuisi dan pengalaman mereka dalam memanjakan para konsumen dan pelanggannya. Tidak tanggung-tanggung, pada saat ini tiga rasa kopi dengan harga eceran lima ratus rupiah itu, telah menjadi trend yang sukses dipasaran.
Para kompetitor Tri Manggolo Dento tidak hanya bisa menatap kehebatan Tri Manggolo Dento dalam menyiasati daya beli konsumennya, tapi juga semangat dan daya juang dari pimpinan sampai karyawan Tri Manggolo Dento di garis depan pemasaran benar-benar luar biasa kompak dan tangguh.
Semangat untuk belajar dan melatih kompetensi dari pimpinan dan karyawan telah menjadi prioritas yang diharuskan oleh manajemen perusahaan. Tri Manggolo Dento di hari ini terus berbenah diri untuk menjawab semua kebutuhan konsumen dan pelanggannya dengan sikap terbuka dan mau mendengar kebutuhan konsumen.
Pelatihan pemasaran, manajemen, kepemimpinan, dan praktik-praktik korporasi yang hebat terus dilakukan dalam upaya menciptakan daya tahan sumber daya manusianya yang tangguh di semua situasi dan kondisi, serta mendorong semua pimpinan dan karyawan untuk berkinerja optimal.
Kesadaran manajemen Tri Manggolo Dento untuk melakukan pengembangan kualitas dan kompetensi sumber daya manusianya, telah membuat perusahaan ini semakin percaya diri untuk siap dalam arena globalisasi.
Tri Manggolo Dento adalah salah satu contoh perusahaan yang dijalankan oleh tim manajemen yang efektif, efisien, produktif, dan kreatif. Langkah-langkah Tri Manggolo Dento ini sekiranya dapat menjadi inspirasi buat para pebisnis yang sedang pusing oleh turunnya daya beli masyarakat. Tri Manggolo Dento beruntung memiliki tim manajemen dan karyawan yang setia bersama perusahaannya, untuk menjadikan Tri Manggolo Dento sebagai korporasi masa depan yang super efektif dan efisien.

5 Kesalahan Fatal Dari Pimpinan HRD

“Saat Seseorang Menutup Diri Untuk Belajar Dari Orang Lain, Saat Itu Dirinya Akan Kehilangan Masa Depan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Saya adalah pemilik perusahaan packaging di wilayah Jawa Barat. Saya memiliki ide-ide besar untuk membangun bisnis saya. Persoalan saya adalah unit kerja HRD selalu tidak mampu mendukung ide-ide saya dengan cara mempersiapkan kualitas SDM yang saya butuhkan. Pertanyaan saya adalah langkah apa yang harus saya lakukan?

Hormat saya,
JR

Djajendra Menjawab!

Banyak sekali pimpinan dan pemilik perusahaan yang mengeluh karena ketidaksiapan unit kerja HRD dalam mendukung perkembangan bisnis dengan kualitas SDM yang lebih tangguh. Meski pimpinan dan pemilik perusahaan sudah maksimal memperhatikan kebutuhan unit kerja HRD nya, tetapi apa daya, team HRD nya tetap berjalan ditempat tanpa kreatifitas lebih.

Saat unit kerja HRD hanya mampu bekerja dengan kemampuan standar atau cenderung statis, maka kualitas kerja SDM juga akan bersikap statis dan standar, pimpinan puncak akan kelelahan memikirkan rendahnya semangat dan motivasi karyawan, atau pemilik perusahaan selalu takut melangkah lebih jauh karena takut bisnisnya tidak didukung dengan kualitas SDM yang andal. Lantas, kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada lima kesalahan fatal yang selalu ada di unit kerja HRD.

1. Pimpinan HRD yang kaku dan Tidak berwawasan.

Saat unit kerja HRD dipimpin oleh pribadi tanpa wawasan, maka apa pun niat baik pimpinan puncak, pasti akan terhambat oleh sifat kekakuan dari pimpinan HRD. Jadi, pililah pribadi yang berwawasan luas, bukan pribadi yang berwawasan sempit.

2. Jangan Berpikir HRD Itu Cost Centre.

Saat unit kerja HRD dilihat manajemen sebagai cost centre, sehingga pimpinan HRD yang diangkat biasanya adalah orang-orang yang tidak terpakai di unit kerja lain. Akibatnya, kinerja HRD juga tidak akan terpakai dalam rencana tingkat tinggi perusahaan.

3. Program Pengembangan SDM Yang Salah Arah.

Saat pimpinan HRD tidak mampu memahami arah perkembangan bisnis perusahaan, maka ia pasti akan membuat program pengembangan SDM yang salah arah. Jadi, pastikan bahwa pimpinan unit kerja HRD yang Anda tempatkan adalah pribadi yang cerdas membaca perkembangan bisnis, dan semua rencana masa depan perusahaan.

4. Pimpinan HRD Bersikap Menutup Diri.

Saat pimpinan HRD berperilaku memahami segala hal, dan selalu menutup pintu pikirannya untuk menerima pengetahuan baru dari orang lain. Bila hal ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera mengganti pimpinan HRD Anda. Sebab, saat pimpinan HRD menutup pintu pikirannya untuk menerima pengetahuan baru, saat itu ide-ide besar Anda untuk mengembangkan bisnis pasti sulit berkembang.

5. Pimpinan HRD Berjurus Katak Terbang.

Saat pimpinan HRD bekerja dengan jurus katak terbang, yaitu keatas melapor sambil melobi sang majikan, kebawah memerintah sambil menendang dan mengancam bawahan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya Anda sebagai pemimpin atau pun pemilik perusahaan harus segera mencari pimpinan HRD yang tidak berjurus katak terbang.

Sekian dan terima kasih

Mengatasi Kebosanan Atas Rutinitas Pekerjaan

“Saat Anda Bosan Dengan Rutinitas, Tinggalkan Rutinitas, Dan Pergilah Ketempat Terindah Yang Anda Sukai.”-Djajendra

Pertanyaan ?

Apa saja tip jitu untuk mengatasi kebosanan di satu rutinitas pekerjaan? -Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Berikut ini tips untuk mengatasi kebosanan atas rutinitas pekerjaan.

1.Bersikaplah seolah-olah pekerjaan adalah tujuan hidup.

2.Belajarlah cara-cara baru untuk mengerjakan pekerjaan.

3.Latihlah mental untuk selalu bergairah dengan pekerjaan.

4.Bangunlah mind set positif untuk merasa syukur terhadap pekerjaan yang ada.

5.Tinggalkan rutinitas untuk sementara.

6. kerjakan hal-hal yang menyenangkan hati, apapun itu.

Sekian dan terima kasih

Apakah Anda Merasa Jenuh Dengan Pekerjaan?

“Rasa Jenuh Adalah Sebuah Keadaan Mental Yang Bersifat Sesaat, Dan Dapat Diperbaiki Melalui Latihan Dan Pembelajaran Untuk Memperkuat Rasa Syukur Atas Apa Yang Anda Miliki Saat Ini.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Kalau sudah merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada, haruskah saya bertahan dengan pekerjaan yang sekarang atau lebih baik pindah saja? – Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Rasa jenuh dengan pekerjaan adalah hal yang sangat manusiawi, dan pasti akan dialami oleh siapa pun. Hanya saja ada orang yang sangat tangguh untuk mengatasi rasa jenuh, tapi ada juga orang yang sangat lemah dan tidak kuat menghadapi rasa jenuh. Bila Anda merasa jenuh, cobalah cari hiburan, dan jadilah pribadi yang lebih kreatif dalam melihat pekerjaan Anda.

Selain itu, Anda juga harus memahami bahwa rasa jenuh adalah sebuah keadaan mental yang bersifat sesaat, dan dapat diperbaiki melalui latihan dan pembelajaran untuk memperkuat rasa syukur atas apa yang Anda miliki saat ini. Artinya, penuhi diri Anda dengan perasaan positif dalam melihat semua tugas dan tanggung jawab pekerjaan Anda.

Keputusan untuk bertahan atau pindah kerja haruslah dibuat berdasarkan pilihan terbaik dari suara hati terdalam buat masa depan Anda yang lebih cemerlang.

Jika Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan yang ada saat ini, tidak ada salahnya kalau Anda pindah kerja. Tetapi, jika Anda hanya tergantung pada pekerjaan yang ada saat ini, Anda sebaiknya tidak kehilangan akal sehat untuk memutuskan berhenti dari pekerjaan.

Sekian dan terima kasih.

Bekerja Dalam Perusahaan Keluarga, Sama Artinya Bekerja Dalam Sistem Monarki

“Seorang Profesional Sejati Akan Meletakkan Dirinya Dalam Tujuan Untuk Memberikan Hal-Hal Terbaik Buat Perusahaan, Bukan Pada Ambisi Untuk Mengejar Jabatan.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Sudah lebih dari 8 tahun ini, saya bekerja di sebuah perusahaan property yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Jujur saja, sebagai seorang profesional, saya bekerja keras untuk meraih jabatan direksi, tapi sejauh ini komposisi anggota direksi 90 % diisi oleh pihak keluarga yang masih memiliki hubungan kerabat, dan sisanya 10% menjadi milik orang luar. Pertanyaan saya, apakah kerja keras saya selama ini memiliki potensi untuk mendapatkan posisi direksi? Terima kasih, pak! From Thomas J W, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Thomas JW,

Bekerjalah tanpa pamrih dengan dukungan hati yang tulus, untuk berdedikasi kepada perusahaan yang telah memberikan kehidupan ekonomi dan karier masa depan.
Ingat! Perusahaan keluarga seperti sebuah sistem monarki. Di mana, dalam sistem monarki kekuasaan selalu harus ada di tangan Raja, dan diwarisi secara turun – temurun untuk menjadi warisan keluarga si Raja. Demikan juga dengan perusahaan keluarga, kekuasaan harus berada ditangan si pendiri, dan diwarisi secara turun-temurun untuk menjadi warisan keluarga si pendiri. Artinya, manajemen perusahaan keluarga pasti akan berjalan secara nepotisme. Dan, tujuan utama keberadaan perusahaan keluarga untuk memenuhi kebutuhan kehidupan ekonomi dan self estem si keluarga besar. Jadi, sebagai seorang profesional sejati, Anda harus memperlihatkan sikap pengabdian yang besar kepada pihak keluarga, tanpa perlu terlalu berambisi untuk mengambil porsi keluarga.
Menjawab pertanyaan Anda, apakah kerja keras Anda selama ini memiliki potensi untuk mendapatkan posisi direksi? Jawaban saya, posisi direksi adalah posisi strategis, dan bila pihak keluarga menganggap Anda sebagai pribadi yang pantas untuk berada di posisi strategis itu, maka Anda pasti mendapatkan posisi direksi tersebut. Jadi, teruslah mengabdi dengan hati dan dedikasi yang tinggi, tanpa terlalu berambisi kepada sebuah jabatan. Sekian dulu ya, Thomas JW, have great day!

Pelayanan Service Mobil Dari Rumah Ke Rumah

“Setiap Niat Baik Untuk Memberikan Kemudahan Buat Pelanggan, Pasti Menarik Hal-Hal Luar Biasa Buat Keuntungan Bisnis.” – Djajendra

Pertanyaan?

Yth Bapak Djajendra,

Saya sudah dua tahun ini berusaha di bidang perbengkelan. Bengkel saya ini melayani service motor dan mobil. Sekarang ini saya sedang berencana meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan salah satu rencana saya adalah melakukan service dari rumah ke rumah. Mohon tips nya? Terima kasih. Bagio, Ubud-Bali.

Djajendra Menjawab!

Dear Bagio,

Perilaku pemasaran di masa depan akan lebih kearah pelayanan individu, yaitu,  pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan selera individu. Pelayanan seperti ini hanya bisa terwujud saat produsen dan konsumen mampu berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa yang sesuai selera dan kebutuhan pribadi si konsumen.
Rencana Anda untuk meningkatkan pelayanan pelanggan dengan melakukan service motor dan mobil dari rumah ke rumah, haruslah didukung dengan konsep kolaboratif marketing. Di mana, kolaboratif marketing akan membuat bengkel Anda lebih fokus kepada selera dan kebutuhan pribadi pelanggan Anda. Untuk itu, siapkan sumber daya manusia bengkel Anda secara total untuk memiliki mind set kolaboratif marketing, yang tidak sekedar hanya menjaga hubungan baik melalui pelayanan prima, tapi juga lebih mendekatkan diri kepada pelanggan, untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pelanggan, melalui sikap pelayanan yang berlandaskan emosi baik dan pikiran positif yang kreatif. Sekian dulu ya, Bagio, have a great day!

Jangan Lawan Atasan Anda

Curhat!

Secara umum kami puas dengan training GCG yang bapak berikan, sekarang kami jadi banyak tahu tentang GCG, tapi kami sangat heran saat bapak  melarang kami melawan atasan yang melakukan bad governance. Hal ini akan membuat atasan kami seperti mendapat angin segar untuk semakin menjadi-jadi melakukan bad governance di perusahaan kami. Terima kasih. – DN.

Djajendra Menjawab !

Saya sangat berterima kasih atas perhatian Anda. Alasan saya melarang Anda melawan atasan, adalah sebuah pesan kepada Anda semua untuk memanfaatkan kekuatan positif dan menghindarkan hal-hal yang merusak hubungan kerja dengan atasan masing-masing. Sebab, bagaimanapun juga para atasan memiliki power yang bisa membuat para bawahan tidak nyaman. Untuk itu, seharusnya Anda semua wajib membangun pikiran positif, untuk meningkatkan profesionalisme masing-masing secara lebih baik.

Secara pribadi saya telah berbicara dengan atasan Anda, dan beliau-beliau menyatakan bahwa semua manajer-manajernya itu adalah aset yang sangat berharga, sehingga perlu dirawat dan diberikan contoh-contoh kepemimpinan yang jujur dan adil dari para atasan. Dan, atasan Anda sangat setuju untuk menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan mengimplementasikan Board Manual, Code of Conduct, dan Pedoman Bisnis Etik secara konsisten.

Bila praktik GCG berjalan secara baik, maka profesionalisme dan kejujuran pasti dapat berdiri ditengah-tengah suasana kerja yang penuh integritas dalam keharmonisan yang sempurna.

Saya sangat berharap Anda mampu memainkan peran positif, untuk menciptakan hal-hal yang strategis dalam mendukung terimplementasinya good corporate governence di perusahaan Anda.

Anda yang cerdik dalam kekuatan emosi positif pasti akan survive dari segala risiko konflik . Biarkan saja orang-orang terlibat dalam permainan politik praktis kantor, yang penting Anda mampu memainkan peran Anda secara cerdas dalam integritas diri yang tinggi melalui pengabdian penuh dedikasi kepada perusahaan.

Saya sangat percaya dan sangat yakin bahwa cara-cara positif yang dilandasi sikap sabar akan menuai hasil terbaik. Bekerjalah dalam suasana damai tanpa terprovokasi oleh hal apapun.
Walaupun atasan kita merupakan orang-orang yang tidak jujur bukanlah berarti kita boleh untuk tidak menghormati mereka. Apalagi anggaran dasar perusahaan menjamin power dari para komisaris dan direksi. Seharusnya secara persuasive, Anda cerdas merangkul dan mempengaruhi para atasan yang tidak jujur itu, untuk menciptakan sistem dan kultur kerja yang adil, jujur, terbuka, dan penuh dengan rasa tanggung jawab.

Sekian dan terima kasih

Membuat Net Resume

Pertanyaan ?

Bagaimana tip membuat net resume ? – Cosmopolitan.

Djajendra Menjawab !

1. Rancang resume dalam bentuk cerita.

2. Pilih kata-kata yang singkat tapi menjelaskan semua tentang diri Anda.

3. Tonjolkan pengetahuan dan pengalaman Anda secara tegas dan jelas.

4. Fokuskan net resume pada tugas dan tanggung jawab yang Anda inginkan.

5. Gambarkan profile diri Anda secara wajar dan jangan berlebihan.

Sekian dan terima kasih.