Mungkinkah Perusahaan Menaikan Gaji Dimasa Krisis?

“Jika Anda Membiarkan Diri Anda Sendiri Tidak Disiplin Dalam Hal-Hal Kecil, Kemungkinan Juga Anda Tidak Akan Disiplin Dalam Hal-Hal Besar.” – Warrent Buffett


Pertanyaan ?

Mungkinkah Perusahaan Menaikkan Gaji Dimasa Krisis Global Seperti Ini?

Djajendra Menjawab!

Sebuah perusahaan dengan bisnis yang buruk di masa krisis ekonomi global ini pasti tidak mungkin mampu menaikkan gaji karyawannya. Sedangkan perusahaan dengan bisnis yang hebat di masa krisis ini seharusnya menaikkan gaji karyawan, agar karyawan menjadi semakin loyal dan lebih bersemangat.
Pada masa krisis ekonomi global seperti sekarang ini, setiap perusahaan memerlukan efisiensi, efektifitas, kerja keras, dan loyalitas dari karyawannya di semua aspek kerja untuk bisa bertumbuh. Diperlukan cara kerja yang lebih kreatif, lebih strategis, lebih kolabaratif, agar ada ruang untuk menaikkan penghasilan perusahaan supaya perusahaan bisa menaikkan gaji karyawannya.

Pertanyaan ?

Bagaimana Cara Karyawan Lama Menghadapi Karyawan Baru Yang Cerdas Dan Mendapat Kepercayaan Dari Si Bos ?

Djajendra Menjawab!

Jika realitas menunjukkan bahwa karyawan baru memiliki potensi lebih hebat dari karyawan lama dan langsung mendapat kepercayaan dari si bos, karyawan lama seharusnya bangkit dengan motivasi yang lebih tinggi untuk menjadikan dirinya lebih berkualitas dan lebih profesional daripada si karyawan baru tersebut. Risiko ancaman terhadap posisi karyawan lama sebenarnya tidak datang dari si karyawan baru, tapi oleh sikap karyawan lama yang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan perubahan di kantor.

Berikut Tips Untuk Karyawan Lama:

1.Kembangkan pikiran positif dan emosi baik, agar tidak merasa terancam oleh kehadiran karyawan baru.

2.Bersikaplah secara profesional di kantor dan jadilah pembelajar yang terus mengisi diri dengan berbagai pengetahuan baru.

3.Kembangkan hubungan positif yang lebih strategis dengan si bos, dan kerjakan semua pekerjaan dengan tepat waktu dan lebih kreatif.

4.Yakinkan diri bahwa Anda adalah pribadi hebat yang mampu menaklukkan semua hambatan dan tantangan karier kerja dengan sikap optimistis

*Cosmopolitan

Menyiapkan Ruang Pertumbuhan Buat Perkembangan Karir Karyawan

“Saat Karyawan Merasa Tidak Mendapatkan Pengakuan Dari Lingkungan Kerja Untuk Pertumbuhan Karir, Maka Karyawan Akan Bekerja Dengan Kualitas Pelayanan Yang Rendah Buat Perusahaan.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Kami  ingin bertanya pak, apa yang harus di lakukan saat kami tahu bahwa perusahaan tidak menyiapkan kesempatan untuk mengembangkan karir buat karyawan? ASW

Djajendra Menjawab!

Apa yang Anda ceritakan di email Anda kepada saya adalah sebuah realitas di dunia kerja. Saran saya buat Anda adalah Anda tidak perlu merasa kecewa dan panik, memang benar bahwa masih ada banyak perusahaan yang belum memahami tentang pentingnya menyiapkan ruang pertumbuhan buat mental dan potensi untuk tujuan perkembangan karir karyawannya. Tetapi, sudah banyak juga perusahaan yang memahami tentang perlunya untuk mengembangkan karakter, potensi, mind set, sikap baik, dan nilai-nilai keunggulan karyawannya buat kemajuan organisasi dan bisnis perusahaan. Jadi, Anda hanya perlu bersabar dan berpikir positif terus tentang perusahaan Anda. Sebab, mungkin suatu hari nanti perusahaan Anda akan menyadari tentang pentingnya pengembangan potensi dan kualitas kerja dari karyawannya.
Perusahaan yang berkualitas tinggi selalu akan sadar bahwa semua karyawan perlu untuk merasa dihargai, terfokus, dan produktif di tempat kerja. Untuk itu, perusahaan akan menyiapkan konsep kerja yang bermakna buat semua orang; menyiapkan otonomi yang jelas di setiap unit kerja; membangun gaya manajemen yang fokus pada kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi kerja; membangun hubungan positif di antara rekan kerja sampai dengan ke pemimpin; membangun lingkungan kerja yang adil, terbuka, jujur, profesional; pengakuan kepada yang berprestasi dan perbaikan kepada yang belum berprestasi; serta selalu peduli kepada pertumbuhan karir para karyawannya. Sekian dan terima kasih.

Saat Perusahaan Tidak Menepati Janjinya Kepada Karyawan

“Jangan Biarkan Masa Depan Anda Diperangkap Oleh Janji-Janji Manis, Tapi Mulailah Pendakian Menuju Sukses Tertinggi Dengan Kekuatan, Keberanian, Keyakinan, Dan Kemampuan Diri Anda Sendiri.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Saya telah mengabdi kepada perusahaan lebih dari lima belas tahun. Selama ini saya disiapkan untuk menjadi pimpinan, tapi kenyataannya perusahaan merekrut orang baru untuk mengisi posisi yang pernah dijanjikan kepada saya. Jelas saya sangat kecewa, pengabdian saya selama ini menjadi sia-sia. Apakah etis kalau saya mencari pekerjaan baru? Mohon sarannya pak djajendra. Terima kasih. Amirudin.

Djajendra Menjawab!

Ketika Anda merasa bahwa Anda telah mempersiapkan diri Anda secara sempurna untuk menerima jabatan yang dijanjikan perusahaan kepada Anda. Dan, pada akhirnya perusahaan ingkar janji terhadap Anda, sangat wajar bila Anda merasa kecewa. Pengabdian Anda kepada perusahaan merupakan bentuk loyalitas yang pantas untuk dibanggakan. Anda harus yakin, percaya diri, dan memiliki keberanian untuk menentukan pilihan karier Anda ke depan. Jangan biarkan perjalanan karier kerja Anda diperangkap oleh janji-janji manis dari pihak manapun. Jika Anda yakin telah bekerja secara profesional dan melakukan hal-hal terbaik buat perusahaan Anda, tidak ada namanya Anda kalah atau pun gagal bersama perusahaan Anda saat ini. Anda sebenarnya telah melakukan kewajiban Anda secara maksimal, hanya saja faktor keberuntungan belum berpihak kepada Anda. Saya sangat yakin bahwa pengabdian Anda kepada perusahaan Anda selama ini tidak pernah menjadi sia-sia. Anda telah melakukan sebuah upaya keras untuk meraih jabatan yang lebih tinggi di perusahaan Anda, dan tidak selalu sebuah upaya keras itu akan menghasilkan apa yang kita inginkan. Sangatlah etis kalau Anda mau mencari pekerjaan baru untuk memenuhi harapan hidup Anda. Jadi, jangan takut untuk melakukan tindakan besar buat masa depan Anda yang lebih cemerlang. Sekian dan terima kasih.

Ketika Prestasi Karyawan Tidak Di Nilai Secara Adil

“Karyawan Itu Harta Yang Paling Berharga. Dedikasi Dan Kerja Keras Karyawan Merupakan Solusi Terbaik Untuk Mencapai Kesuksesan. Rawatlah Karyawan Dengan Penilaian Atas Prestasi Yang Adil, Jujur, Dan Terbuka.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Saya mau curhat sedikit pak. Kantor saya tidak melakukan penilaian atas prestasi karyawan secara adil dan terbuka. Tidak ada alat ukur keberhasilan yang digunakan untuk menilai performance karyawan. Kenaikan gaji dan penghargaan lainnya diberikan secara sepihak sesuai selera pimpinan. Bagaimana caranya, kami karyawan dapat mengingatkan manajemen untuk menggunakan alat ukur keberhasilan, agar semua penilaian diatur berdasarkan prestasi kerja yang benar. Terima kasih, Yenita.

Djajendra Menjawab!

Ada tiga hal terpenting yang harus dinilai oleh sebuah perusahaan. Pertama, kesadaran setiap karyawan untuk mendedikasikan dirinya dengan hati tertulus terhadap tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan. Kedua, kesadaran perusahaan untuk menciptakan segala kemudahan buat setiap proses operasional perusahaan yang efisien dan efektif. Ketiga, kepedulian perusahaan kepada pengembangan kualitas dan kesejahteraan karyawannya. Intinya, ketiga hal di atas tersebut harus menjadi visi yang menciptakan alat ukur keberhasil karyawan. Selanjutnya, nilai-nilai dari ketiga hal di atas tersebut dituangkan dalam bentuk SOP untuk menilai performance karyawan. Di mana, dalam SOP itu harus ada cara penyusunan target prestasi; cara mengukur prestasi yang sistematis dan akurat; cara mengambil keputusan untuk memberikan penghargaan dan kenaikan gaji, yang sesuai dengan prestasi dan kinerja individu. Yang terpenting SOP tersebut harus mampu mengarahkan setiap karyawan, untuk bekerja dan menunjukkan nilai-nilai kuantitatif yang terfokus kepada nilai tambah ekonomi, efisiensi, dan efektifitas kerja.
Anda harus mengingatkan perusahaan melalui cara-cara komunikasi persuasif, untuk melakukan penilaian atas prestasi karyawan melalui Standard Operating Procedure yang jelas, adil, terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab. Agar setiap karyawan bisa bekerja secara profesional dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta mau mendedikasikan dirinya secara total buat kejayaan perusahaan. Sekian dan terima kasih.

Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Pertanyaan?

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik.

Djajendra menjawab!

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, dan etika kerja kepada setiap orang di kantor.
Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidaklah boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.
Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan berprestasi tinggi. Dan, terapkan hukuman tegas kepada karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dan terima kasih.

Hal – Hal Terlarang Untuk Dilakukan Saat Job Interview

“Ketika Mencari Orang Yang Akan Dipekerjakan, Anda Mencari Tiga Kualitas: Integritas, Kecerdasan, Dan Energi. Tetapi Yang Terpenting Adalah Integritas, Karena Jika Mereka Tidak Memilikinya, Dua Kualitas Lainnya, Kecerdasan Dan Energi, Akan Membunuh Anda.” – Warren Buffet, the TAO of Warren Buffett

Pertanyaan?

Apa Saja Hal “Terlarang” Untuk Dilakukan Saat Job Interview? – Irfina-Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Dalam sebuah job interview Anda wajib memperlihatkan enam kualitas, yaitu integritas, kecerdasan, teamwork, semangat, komitmen, dan energi positif Anda. Untuk itu, jangan lakukan tindakkan-tindakkan yang berpotensi merusak keenam kualitas diri Anda tersebut. Pastikan sebelum mengikuti job interview Anda telah memperkuat keenam kualitas tersebut dengan kekuatan integritas diri Anda yang tulus dan solid.
Hal-hal terlarang lainnya saat job interview adalah jangan memotong pembicaraan, jangan menuntut terlalu banyak, jangan berjanji hal-hal yang belum pernah Anda kerjakan, jangan bersikap seolah-olah Anda itu terlalu penting, berpakaian rapi dan sopan, jangan terlambat hadir, dan jangan menjadi orang lain tapi jadilah diri sejati Anda sendiri.

Bagaimana Mengatakan “Tidak” Kepada Si Bos?

“Setiap Bentuk Perintah Dari Bos, Seberapapun Tidak Etisnya Perintah Itu, Umumnya Akan Dipatuhi Oleh Anak Buahnya. Sebab, Bos Memiliki Kekuasaan Untuk Menentukan Perjalanan Karier Para Anak Buah.” – Djajendra

Pertanyaan?

Seringkali bos memberikan tugas tambahan diluar kemampuan kita. Sangat sulit untuk menolaknya dengan alasan dia adalah bos dan belum lagi sedikit omelan yang mungkin dilayangkan jika kita menolaknya. Bagaimana untuk kita bisa mengatakan “tidak” kepada si bos? Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Perlu dipahami bahwa di dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya etika kerja. Etika kerja ini mengatur tentang perilaku kerja yang baik, di sini ada nilai-nilai moral dan nilai-nilai kepantasan. Jika si bos melanggar etika kerja yang ada di kantor, maka sewajarnya bagian yang mengawasi perilaku kerja mengingatkan kepada si bos tentang dampak negatif buat kemajuan organisasi akibat dilalaikannya etika kerja tersebut. Jadi, untuk Anda yang menjadi korban kesewenang-wenangan si bos, maka segeralah berlindung dibawah payung proteksi etika kerja. Dan katakan ”TIDAK” kepada si bos.
Bila di organisasi Anda belum dibuatkan panduan etika kerja, artinya organisasi Anda belum menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance yang baik, yang berarti belum menjadi organisasi yang profesional.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com